Nilai kematangan keamanan siber PSE Sektor Pemerintah Pusat
Persentase Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Kematangan Keamanan Siber PSE Sektor Pemerintah Pusat
D31
Rincian Kegiatan19 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Kegiatan Asistensi Penilaian Indeks Keamanan Siber untuk PSE Publik di Badan Gizi Nasional Republik Indonesia
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
•1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 1Terdapat Efisiensi Anggaran Unit Kerja.Mengoptimalkan Sumber Daya Yang Ada.
TW 2Terdapat Efisiensi Anggaran Unit Kerja.Mengoptimalkan Sumber Daya Yang Ada.
2
Kegiatan Sharing Session Manajemen Risiko Keamanan Informasi di Lingkungan Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi Digital Republik Indonesia
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
•1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 1Terdapat Efisiensi Anggaran Unit Kerja.Mengoptimalkan Sumber Daya Yang Ada.
TW 2Terdapat Efisiensi Anggaran Unit Kerja.Mengoptimalkan Sumber Daya Yang Ada.
3
Kegiatan Asistensi Pembentukan dan Registrasi Ulang TTIS Tahun 2026
T
4 KegiatanR–
T
9 KegiatanR–
T
10 KegiatanR–
T
–R–
–
4
KegiatanBimbinganTeknis Kategorisasi SE, Identifikasi IIV, dan Penerapan Manajemen Risiko Penyelenggara IIV Sektor Administrasi Pemerintahan Tahun 2026
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
•1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 1Terdapat Efisiensi Anggaran Unit Kerja.Mengoptimalkan Sumber Daya Yang Ada.
TW 2Terdapat Efisiensi Anggaran Unit Kerja.Mengoptimalkan Sumber Daya Yang Ada.
5
Kegiatan Uji Komunikasi TTIS Sektor Administrasi Pemerintahan
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
•1 KegiatanR1 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
4 KegiatanR–
TW 1Terdapat Efisiensi Anggaran Unit Kerja.Mengoptimalkan Sumber Daya Yang Ada.
TW 2Terdapat Efisiensi Anggaran Unit Kerja.Mengoptimalkan Sumber Daya Yang Ada.
6
Kegiatan Asistensi Tanggap Insiden Siber pada kegiatan Pengawasan Kepatuhan TTIS Organisasi Pemerintah Pusat
T
2 KegiatanR–
T
4 KegiatanR–
T
6 kegiatanR–
T
8 kegiatanR–
–
7
Kegiatan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Audit Keamanan SPBE/Pemerintahan Digital
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
8
Kegiatan Workshop Pembinaan Peningkatan Nilai Kematangan Keamanan Siber dan Persandian Sektor Pemerintah Pusat
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
9
Kegiatan Workshop Pembinaan Manajemen Risiko Keamanan Siber Sektor Pemerintah Pusat
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
10
Kegiatan Workshop Pengelolaan TTIS/CSIRT Pemerintah Pusat
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Terdapat Efisiensi Anggaran Unit Kerja.Mengoptimalkan Sumber Daya Yang Ada.
11
Kegiatan Workshop Penerapan Peraturan di Bidang Keamanan SPBE/Pemerintah Digital
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
12
Kegiatan Launching TTIS/CSIRT
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
13
Bimtek Kesiapsiagaan Teknis Insiden Keamanan Siber pada TTIS/CSIRT organisasi Pemerintah Pusat
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
14
Kegiatan Pembinaan Penerapan Kontrol Keamanan Pelindungan IIV Sektor Administrasi Pemerintahan
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
15
Kegiatan Forum Analisis dan Berbagi Informasi Keamanan Siber bagi TTIS
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
16
Kegiatan Fasilitasi Penerapan Standar Keamanan SPBE/Pemdigi untuk mendukung K/L pengampu layanan prioritas
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
17
Kegiatan Pendampingan dan Tindak Lanjut Audit Aplikasi Umum
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
18
Kegiatan workshop diseminasi hasil pengukuran kematangan keamanan siber dan persandian sektor pemerintah Pusat
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
19
Kegiatan Bimtek Kesiapsiagaan Prosedur Insiden Keamanan Siber pada TTIS/CSIRT organisasi Pemerintah Pusat
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
2
Nilai kematangan Keamanan siber PSE sektor Pemerintahan Daerah
Persentase Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Kematangan Keamanan Siber PSE Pemerintah Daerah
D32
Rincian Kegiatan21 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penyusunan dan Penyampaian Surat Edaran terkait Manajemen Keamanan Informasi dan Audit SPBE
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
TW 2Belum meratanya pemahaman dan kesiapan pemerintah daerah dalam menerapkan manajemen
keamanan informasi dan audit SPBE.Melakukan sosialisasi dan
pendampingan dalam
pemahaman serta implementasi Surat Edaran.
Asistensi dan Bimtek Penguatan Ekosistem Keamanan Siber dan Sandi pada Provinsi Baru
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
•4 KegiatanR4 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
TW 1Kelembagaan, SDM, kebijakan, dan infrastruktur keamanan siber dan sandi pada provinsi baru masih
dalam tahap pengembangan.Melaksanakan pembinaan dan
asistensi sesuai kebutuhan dan tingkat kematangan masing-masing daerah.
TW 2Belum meratanya kapasitas SDM dan penerapan persandian di pemerintah daerah.Melaksanakan pembinaan dan
asistensi sesuai kebutuhan dan tingkat kematangan masing-masing daerah.
TW 2Belum optimalnya pemahaman dan penerapan tata kelola keamanan siber, manajemen risiko, dan audit keamanan SPBE di pemerintah daerah.Memberikan asistensi dan
pendampingan secara bertahap dalam penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan audit keamanan SPBE.
5
Asistensi Pembentukan dan Penguatan Tim Tanggap Insiden Siber
T
•1 KegiatanR1 Kegiatan
T
•4 KegiatanR4 Kegiatan
T
•5 KegiatanR–
T
•5 KegiatanR–
TW 1Keterbatasan SDM, kompetensi, dan dukungan kelembagaan dalam pembentukan dan pengelolaan TTIS.Memberikan asistensi
pembentukan TTIS, penguatan kompetensi personel, serta penyusunan dokumen dan prosedur penanganan insiden.
TW 2Keterbatasan SDM, kompetensi, dan dukungan kelembagaan dalam pembentukan dan pengelolaan TTIS.Memberikan asistensi
pembentukan TTIS, penguatan kompetensi personel, serta penyusunan dokumen dan prosedur penanganan insiden.
6
Webinar, Coaching Clinic dan Forum Berbagi Informasi Penyelenggaraan Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
•5 KegiatanR5 Kegiatan
T
8 KegiatanR–
T
8 KegiatanR–
TW 1Tingkat partisipasi dan pemahaman pemerintah daerah dalam forum berbagi informasi belum merata.Meningkatkan publikasi dan
koordinasi, menyediakan materi yang aplikatif, serta membuka sesi konsultasi dan diskusi secara berkala.
TW 2Tingkat partisipasi dan pemahaman pemerintah daerah dalam forum berbagi informasi belum merata.Meningkatkan publikasi dan
koordinasi, menyediakan materi yang aplikatif, serta membuka sesi konsultasi dan diskusi secara berkala.
7
Sosialisasi Peraturan Keamanan SPBE dan Kematangan Keamanan Siber dan Sandi pada Pemerintah Daerah
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
•1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
TW 1Perbedaan tingkat pemahaman pemerintah daerah terhadap regulasi dan indikator kematangan keamanan siber dan sandi.Melaksanakan sosialisasi secara berkala dan menyediakan panduan/contoh implementasi yang mudah dipahami.
TW 2Perbedaan tingkat pemahaman pemerintah daerah terhadap regulasi dan indikator kematangan keamanan siber dan sandi.Melaksanakan sosialisasi secara berkala dan menyediakan panduan/contoh implementasi yang mudah dipahami.
8
Penyusunan regulasi dalam bentuk peraturan Deputi III
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
9
Webinar Berbincang Tentang Risiko (BERISIK) #1
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
10
Webinar Berbincang Tentang Risiko (BERISIK) #2
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
11
Webinar Berbincang Tentang Risiko BERISIK#3
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
12
EvaluasiAsistensi Manajemen Risiko Pemerintah Daerah
T
–R–
T
–R–
T
3 StakeholderR–
T
3 StakeholderR–
–
13
Penyusunan Profil Risiko Pemerintah Daerah
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
14
Asistensi Penyusunan Kebijakan Teknis, Implementasi, dan Penerapan Teknik Terkini dalam Penanganan Insiden Siber dan Workshop Penguatan CSIRT Organisasi
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
15
Penilaian Tingkat Maturitas Penanganan Insiden TTIS Pemerintah Provinsi
T
–R–
T
–R–
T
5 KegiatanR–
T
5 KegiatanR–
–
16
Cyber Incident Exchange Forum pada TTIS Pemerintah Daerah
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
17
Launching dan Workshop Pengelolaan Tim Tanggap Insiden Siber Organisasi pada Pemerintah Daerah
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
18
Evaluasi Penyelenggaraan Tim Tanggap Insiden Siber Organisasi pada Pemerintah Daerah
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
19
Workshop Pengukuran Tingkat Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah Tahun 2026
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
20
Pengukuran Tingkat Kematangan Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah
T
–R–
T
18 StakeholderR18 Stakeholder
T
34 StakeholderR–
T
34 StakeholderR–
TW 2Belum optimalnya kesiapan pemerintah daerah dalam pemenuhan data dan bukti
dukung pengukuran tingkat kematangan.Melakukan asistensi dan
pendampingan dalam pemenuhan data serta bukti dukung pengukuran.
21
Kegiatan Penilaian IKASANDI Pilot Project Indeks Pemerintahan Digital Pemerintah Daerah T.A.2026
T
–R–
T
22 KegiatanR22 Kegiatan
T
94 KegiatanR–
T
94 KegiatanR–
TW 2Belum meratanya pemahaman dan kesiapan pemerintah daerah dalam pemenuhan indikator dan data dukung IKASANDI.Melakukan sosialisasi, asistensi, dan verifikasi data dukung IKASANDI secara bertahap.
3
Nilai kematangan keamanan siber PSE Sektor Pembangunan Manusia
Persentase Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Kematangan Keamanan Siber PSE Pembangunan Manusia
D33
Rincian Kegiatan7 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Asistensi Pembentukan TTIS Sektor Pembangunan Manusia
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
6 KegiatanR6 Kegiatan
T
7 KegiatanR–
T
9 KegiatanR–
TW 1Proses pembentukan TTIS/CSIRT bergantung pada kesiapan organisasi, penetapan struktur, dan proses administrasi internal instansi.Melakukan pendampingan secara berkala sesuai waktu
yang disepakati bersama stakeholder.
TW 2Proses pembentukan TTIS/CSIRT bergantung pada kesiapan organisasi, penetapan struktur, dan proses administrasi internal instansi.Melakukan pendampingan secara berkala sesuai waktu
yang disepakati bersama stakeholder.
2
Bimbingan Peningkatan Pengetahuan Keamanan Siber dan Sandi PSE Sektor Pembangunan Manusia
T
6 KegiatanR7 Kegiatan
T
15 KegiatanR17 Kegiatan
T
17 KegiatanR–
T
17 KegiatanR–
TW 1Efisiensi anggaran, keterbatasan tools pendukung, dan keterbatasan waktu pelaksanaan.Mengoptimalkan sumber daya
yang ada.
TW 2Efisiensi anggaran, keterbatasan tools pendukung, dan keterbatasan waktu pelaksanaan.Mengoptimalkan sumber daya
yang ada.
3
Asistensi Penerapan SMKI
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
TW 1--
TW 2--
4
Pengukuran Tingkat Kematangan Kamsiber
T
14 KegiatanR14 Kegiatan
T
25 KegiatanR25 kegiatan
T
25 KegiatanR–
T
26 KegiatanR–
TW 1Kurangnya respons dari beberapa stakeholder, proses
pengumpulan data membutuhkan waktu, penyesuaian jadwal dengan instansi masing-masing.Melakukan koordinasi kembali dengan stakeholder.
TW 2Kurangnya respons dari beberapa stakeholder, proses
pengumpulan data membutuhkan waktu, penyesuaian jadwal dengan instansi masing-masing.Melakukan koordinasi kembali dengan stakeholder.
5
Asistensi Identifikasi IIV
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
TW 1Efiensi AnggaranMekanisme kegiatan dilakukan secara online.
Forum Koordinasi Pelindungan Infrastruktur Informasi Vital Sektor Kesehatan
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
7
Forum Kolaborasi dan Berbagi Informasi Keamanan Siber Sektor Kesehatan
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
4
Nilai kematangan Keamanan siber PSE sektor Keuangan, Perdagangan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Persentase Pembinaan Kematangan Keamanan Siber Sektor Keuangan, Perdagangan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
D41
Rincian Kegiatan7 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Organisasi Sektor Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata
T
6 KegiatanR6 Kegiatan
T
6 KegiatanR6 Kegiatan
T
6 KegiatanR–
T
6 KegiatanR–
TW 1- Efisiensi anggaran sehingga perlu dilakukan penyesuaian target dan rencana kegiatan
- Penyesuaian jadwal dengan PSE sebagai sasaran kegiatan-Melakukan revisi anggaran dan penyusunan rencana jadwal kegiatan pasca efisiensi
- Melakukan koordinasi dan
komunikasi dengan PSE serta
menyiapkan alternatif PSE sasaran kegiatan
TW 2- Efisiensi anggaran sehingga perlu dilakukan penyesuaian target dan rencana kegiatan
- Penyesuaian jadwal dengan PSE sebagai sasaran kegiatan-Melakukan revisi anggaran dan penyusunan rencana jadwal kegiatan pasca efisiensi
- Melakukan koordinasi dan
komunikasi dengan PSE serta
menyiapkan alternatif PSE sasaran kegiatan
TW 1- Efisiensi anggaran sehingga perlu dilakukan penyesuaian target dan rencana kegiatan
- Penyesuaian jadwal dengan PSE sebagai sasaran kegiatan-Melakukan revisi anggaran dan penyusunan rencana jadwal kegiatan pasca efisiensi
- Melakukan koordinasi dan
komunikasi dengan PSE serta
menyiapkan alternatif PSE sasaran kegiatan
TW 2- Efisiensi anggaran sehingga perlu dilakukan penyesuaian target dan rencana kegiatan
- Penyesuaian jadwal dengan PSE sebagai sasaran kegiatan-Melakukan revisi anggaran dan penyusunan rencana jadwal kegiatan pasca efisiensi
- Melakukan koordinasi dan
komunikasi dengan PSE serta
menyiapkan alternatif PSE sasaran kegiatan
3
Pengukuran Kematangan Keamanan Siber Sektor Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
7 KegiatanR–
T
11 KegiatanR–
TW 2- Efisiensi anggaran sehingga perlu dilakukan penyesuaian target dan rencana kegiatan
- Penyesuaian jadwal dengan PSE sebagai sasaran kegiatan-Melakukan revisi anggaran dan penyusunan rencana jadwal kegiatan pasca efisiensi
- Melakukan koordinasi dan
komunikasi dengan PSE serta
menyiapkan alternatif PSE sasaran kegiatan
4
Simulasi Penanganan Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata
T
–R–
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
5 KegiatanR–
T
5 KegiatanR–
TW 2- Efisiensi anggaran sehingga perlu dilakukan penyesuaian target dan rencana kegiatan
- Penyesuaian jadwal dengan PSE sebagai sasaran kegiatan-Melakukan revisi anggaran dan penyusunan rencana jadwal kegiatan pasca efisiensi
- Melakukan koordinasi dan
komunikasi dengan PSE serta
menyiapkan alternatif PSE sasaran kegiatan
5
Asistensi Identifikasi Infrastruktur Informasi Vital (IIV)
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
6
Profil Risiko Siber Sektor Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
7
Pembinaan Pelaku Usaha Sektor Keuangan, Perdagangan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif
T
–R–
T
–R–
T
4 KegiatanR–
T
4 KegiatanR–
–
5
Nilai kematangan keamanan siber PSE Sektor Energi dan Sumber Daya Alam
Persentase Pembinaan Kematangan Keamanan Siber Sektor Energi dan Sumber Daya Alam
D42
Rincian Kegiatan6 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pengukuran Tingkat Kematangan Keamanan Siber Sektor Energi dan Sumber Daya Alam
T
4 KegiatanR4 Kegiatan
T
19 KegiatanR20 Kegiatan
T
29 KegiatanR–
T
32 KegiatanR–
TW 1- Metode pelaksanaan kegiatan yang bertahap dan berjenjang menyebabkan beberapa kegiatan masih pada fase koordinasi dengan para pihak terkait.
- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan
kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan
penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan metode pelaksanaan kegiatan agar
tahapan persiapan dapat segera ditindaklanjuti dengan implementasi kegiatan inti sesuai rencana kerja.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan PPK dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres
kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan
komunikasi dengan stakeholder terkait untuk
menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
TW 2- Melakukan perencanaan ulang kegiatan karena adanya
kebijakan efisiensi anggaran.
- Keterlambatan proses revisi
anggaran yang berdampak
terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan pada TW III sesuai dengan timeline yang sudah ditetapkan.
- Melalukan koordinasi lebih
intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar
penyerapan periode selaras dengan capaian progres
kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
2
Identifikasi IIV Sektor ESDM dan Pangan
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
6 KegiatanR6 Kegiatan
T
8 KegiatanR–
T
9 KegiatanR–
TW 1- Metode pelaksanaan kegiatan yang bertahap dan berjenjang menyebabkan beberapa kegiatan masih pada fase koordinasi dengan para pihak terkait.
- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan
kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan
penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan metode pelaksanaan kegiatan agar
tahapan persiapan dapat segera ditindaklanjuti dengan implementasi kegiatan inti sesuai rencana kerja.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan PPK dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres
kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan
komunikasi dengan stakeholder terkait untuk
menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
TW 2- Melakukan perencanaan ulang kegiatan karena adanya
kebijakan efisiensi anggaran.
- Keterlambatan proses revisi
anggaran yang berdampak
terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-
masing.- Mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan pada TW III sesuai dengan timeline yang sudah ditetapkan.
- Melalukan koordinasi lebih
intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar
penyerapan periode selaras dengan capaian progres
kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
3
Penyusunan Profil Risiko Sektor Energi dan Sumber Daya Alam
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
6 KegiatanR6 Kegiatan
T
9 KegiatanR–
T
12 KegiatanR–
TW 1- Metode pelaksanaan kegiatan yang bertahap dan berjenjang menyebabkan beberapa kegiatan masih pada fase koordinasi dengan para pihak terkait.
- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan
kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan
penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan metode pelaksanaan kegiatan agar
tahapan persiapan dapat segera ditindaklanjuti dengan implementasi kegiatan inti sesuai rencana kerja.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan PPK dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres
kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan
komunikasi dengan stakeholder terkait untuk
menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
TW 2- Melakukan perencanaan ulang kegiatan karena adanya
kebijakan efisiensi anggaran.
- Keterlambatan proses revisi
anggaran yang berdampak
terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan pada TW III sesuai dengan timeline yang sudah ditetapkan.
- Melalukan koordinasi lebih
intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar
penyerapan periode selaras dengan capaian progres
kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
4
Asistensi Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber(TTIS) Organisasi Sektor Energi dan Sumber Daya Alam
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
11 KegiatanR11 Kegiatan
T
21 KegiatanR–
T
26 KegiatanR–
TW 1- Metode pelaksanaan kegiatan yang bertahap dan berjenjang menyebabkan beberapa kegiatan masih pada fase koordinasi dengan para pihak terkait.
- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan
kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan
penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan metode pelaksanaan kegiatan agar
tahapan persiapan dapat segera ditindaklanjuti dengan implementasi kegiatan inti sesuai rencana kerja.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan PPK dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres
kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan
komunikasi dengan stakeholder terkait untuk
menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
TW 2- Melakukan perencanaan ulang kegiatan karena adanya
kebijakan efisiensi anggaran.
- Keterlambatan proses revisi
anggaran yang berdampak
terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan pada TW III sesuai dengan timeline yang sudah ditetapkan.
- Melalukan koordinasi lebih
intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar
penyerapan periode selaras dengan capaian progres
kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
5
Penyelenggaraan Forum Analisis dan Berbagi Informasi Kamsiber Sektor ESDA
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
6 KegiatanR6 Kegiatan
T
13 KegiatanR–
T
15 KegiatanR–
TW 1- Metode pelaksanaan kegiatan yang bertahap dan berjenjang menyebabkan beberapa kegiatan masih pada fase koordinasi dengan para pihak terkait.
- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan
kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan
penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan metode pelaksanaan kegiatan agar
tahapan persiapan dapat segera ditindaklanjuti dengan implementasi kegiatan inti sesuai rencana kerja.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan PPK dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres
kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan
komunikasi dengan stakeholder terkait untuk
menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
TW 2- Melakukan perencanaan ulang kegiatan karena adanya
kebijakan efisiensi anggaran.
- Keterlambatan proses revisi
anggaran yang berdampak
terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan pada TW III sesuai dengan timeline yang sudah ditetapkan.
- Melalukan koordinasi lebih
intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar
penyerapan periode selaras dengan capaian progres
kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
6
Asistensi Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber Sektor IIV pada Sektor ESDM dan Pangan
T
6 KegiatanR6 Kegiatan
T
9 KegiatanR9 Kegiatan
T
12 KegiatanR–
T
14 KegiatanR–
TW 1- Metode pelaksanaan kegiatan yang bertahap dan berjenjang menyebabkan beberapa kegiatan masih pada fase koordinasi dengan para pihak terkait.
- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan
kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan
penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan metode pelaksanaan kegiatan agar
tahapan persiapan dapat segera ditindaklanjuti dengan implementasi kegiatan inti sesuai rencana kerja.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan PPK dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres
kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan
komunikasi dengan stakeholder terkait untuk
menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
TW 2- Melakukan perencanaan ulang kegiatan karena adanya
kebijakan efisiensi anggaran.
- Keterlambatan proses revisi
anggaran yang berdampak
terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan pada TW III sesuai dengan timeline yang sudah ditetapkan.
- Melalukan koordinasi lebih
intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar
penyerapan periode selaras dengan capaian progres
kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
6
Nilai kematangan Keamanan siber PSE sektor TIK, media, transportasi serta logistik
Persentase Pembinaan Kematangan Keamanan Siber Sektor TIK, Media, dan Transportasi
D43
Rincian Kegiatan21 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Rapat Koordinasi dengan IPPS terkait Implementasi PIIV (Pengukuran Kematangan Keamanan Siber dan Identifikasi IIV)
T
4 LaporanR4 Laporan
T
6 LaporanR6 Laporan
T
6 LaporanR–
T
6 LaporanR–
TW 1Pelaksanaan kegiatan rakor yang seharusnya pada awal Triwulan I mengalami penyesuaian jadwalMelakukan penjadwalan ulang kegiatan sebelum Triwulan I berakhir
TW 2Pelaksanaan kegiatan rakor yang seharusnya pada awal Triwulan I mengalami penyesuaian jadwalMelakukan penjadwalan ulang kegiatan sebelum Triwulan I berakhir
2
Rapat Koordinasi PIIV terkait Peta Jalan Sektor TIK
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 1Belum adanya tindak lanjut secara formal dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait penyusunan peta jalan sektor TIK.• Melakukan koordinasi dan komunikasi lanjutan secara intens dengan Komdigi untuk memperoleh kejelasan arah kebijakan, ruang lingkup, dan timeline penyusunan Peta Jalan Pelindungan IIV Sektor
TIK.
• Menyesuaikan kembali
rencana kegiatan dan jadwal pelaksanaan berdasarkan hasil koordinasi dan kesepakatan bersama.
TW 2• Belum adanya tindak lanjut secara formal dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait penyusunan peta jalan sektor TIK.
• Beberapa kegiatan terkait penyusunan rekomendasi peta jalan TIK diundur untuk waktu pelaksanaan kegiatannya dikarenakan menunggu proses revisi anggaran.• Melakukan koordinasi dan komunikasi lanjutan secara intens dengan Komdigi untuk memperoleh kejelasan arah kebijakan, ruang lingkup, dan timeline penyusunan Peta Jalan Pelindungan IIV Sektor
TIK.
• Menyesuaikan kembali
rencana kegiatan dan jadwal pelaksanaan berdasarkan hasil koordinasi dan kesepakatan bersama.
• Melakukan koordinasi
intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
3
Sharing Session Pembahasan Penyusunan Dokumen Peta Jalan IIV Sektor TIK
T
2 LaporanR2 Laporan
T
2 LaporanR2 Laporan
T
2 LaporanR–
T
2 LaporanR–
TW 1Anggaran belum dapat
digunakan sepenuhnya karena masih menunggu proses revisi anggaran.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
TW 2Anggaran belum dapat
digunakan sepenuhnya karena masih menunggu proses revisi anggaran.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
4
Penyusunan Dokumen Petunjuk Teknis Identifikasi Infrastruktur Informasi Vital (IIV) Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
5
Rapat Konsultasi Pakar Penyusunan Peta Jalan Pelindungan IIV Sektor TIK
T
–R–
T
1 LaporanR1 Laporan
T
2 LaporanR–
T
2 LaporanR–
TW 2Tantangan dalam menyelaraskan jadwal kegiatan dengan narasumber/pakar Penyusunan Peta Jalan Pelindungan IIV Sektor TIK.Melakukan penjadwalan ulang kegiatan jauh hari dengan narasumber/pakar sebelum waktu pelaksanaan.
6
Kick-off Kajian Peta Jalan IIV Sektor TIK
T
–R–
T
–R–
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
–
7
Penyusunan Dokumen Peta Jalan IIV Sektor TIK
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
–
8
Asistensi Pengukuran Kematangan Keamanan Siber
T
–R–
T
2 LaporanR2 Laporan
T
4 LaporanR–
T
4 LaporanR–
TW 2Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
9
Verifikasi Pengukuran Kematangan Keamanan Siber
T
1 LaporanR1 Laporan
T
21 LaporanR21 Laporan
T
38 LaporanR–
T
45 LaporanR–
TW 1Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
TW 2Kendala dalam pemenuhan bukti dukung dari beberapa
stakeholder pada saat pengukuran kematangan keamanan siber.BSSN maupun K/L IPPS secara intens melakukan koordinasi/asistensi kepada stakeholder dalam rangka membantu pemenuhan penyusunan bukti dukung
10
Asistensi Identifikasi IIV
T
–R–
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 2Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
11
Rapat Benchmarking Penyusunan Profil Risiko Siber
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 1Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
TW 2Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
12
Penyusunan Profil Risiko
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
6 DokumenR–
–
13
Asistensi Penanganan Insiden Siber
T
1 LaporanR1 Laporan
T
3 LaporanR3 Laporan
T
3 LaporanR–
T
3 LaporanR–
TW 1Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
TW 2Terdapat stakeholder yang belum terbuka secara optimal dalam menyampaikan informasi kepada BSSN serta K/L IPPS Pengampu Sektornya saat terjadi insiden siberMendorong stakeholder untuk bergabung dalam mekanisme berbagi informasi (ISAC) dan
mengoptimalkan sosialisasi terkait kewajiban pelaporan dan pentingnya berbagi informasi (information
sharing) terkait keamanan siber.
14
Asistensi Pembentukan TTIS
T
2 LaporanR2 Laporan
T
6 LaporanR6 Laporan
T
8 LaporanR–
T
12 LaporanR–
TW 1Pada saat kegiatan asistensi/validasi pembentukan CSIRT, terdapat PSE yang mengalami kendala teknis dalam uji komunikasi.Dalam kegiatan asistensi/validasi pembentukan CSIRT perlu dilakukan pemantauan keberlanjutan pendaftaran TTIS secara berkala, sehingga dapat meminimalisir kendala pada saat proses registrasi maupun uji komunikasi.
TW 2Pada saat kegiatan asistensi/validasi pembentukan CSIRT, terdapat PSE yang mengalami kendala teknis dalam uji komunikasi.Dalam kegiatan asistensi/validasi pembentukan CSIRT perlu dilakukan pemantauan keberlanjutan pendaftaran TTIS secara berkala, sehingga dapat meminimalisir kendala pada saat proses registrasi maupun uji komunikasi.
15
Simulasi Penanganan Insiden Siber
T
–R–
T
1 LaporanR1 Laporan
T
3 LaporanR–
T
6 LaporanR–
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
16
Edukasi/Sosialisasi/Diseminasi/Bimtek
T
1 LaporanR1 Laporan
T
7 LaporanR7 Laporan
T
9 LaporanR–
T
9 LaporanR–
TW 1Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
TW 2Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
17
Asistensi Pembentukan Information Sharing and Analysis Center (ISAC)
T
1 LaporanR1 Laporan
T
3 LaporanR3 Laporan
T
3 LaporanR–
T
3 LaporanR–
TW 1Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
TW 2Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
18
Apel CSIRT Sektor
T
1 LaporanR1 Laporan
T
2 LaporanR2 Laporan
T
3 LaporanR–
T
3 LaporanR–
TW 1Kesulitan dalam menyelaraskan jadwal dan komitmen dari stakeholder atau anggota CSIRT.Kegiatan dilakukan secara daring.
TW 2Kesulitan dalam menyelaraskan jadwal dan komitmen dari stakeholder atau anggota CSIRT.Kegiatan dilakukan secara daring maupun hybrid.
19
Asistensi Penerapan Standar Keamanan
T
–R–
T
1 LaporanR1 Laporan
T
2 LaporanR–
T
2 LaporanR–
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
21
Penyusunan Playbook Keamanan Siber Maritim
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
–
7
Nilai kematangan Keamanan siber PSE sektor industri dan jasa konstruksi
Persentase Pembinaan Kematangan Keamanan Siber Sektor Industri dan Jasa Konstruksi
D44
Rincian Kegiatan6 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penilaian Risiko Keamanan Siber Sektor Industri
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
7 KegiatanR7 Kegiatan
T
13 KegiatanR–
T
15 KegiatanR–
TW 1Pemahaman stakeholder terhadap manajemen risiko keamanan siber dan supply chain IIV masih belum merata sehingga koordinasi lintas unit belum optimal.•Meningkatkan kapasitas SDM melalui sosialisasi dan asistensi serta mendorong komitmen pimpinan dalam penerapan manajemen risiko keamanan siber.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
TW 2Pemahaman stakeholder terhadap manajemen risiko keamanan siber dan supply chain IIV masih belum merata sehingga koordinasi lintas unit belum optimal.•Meningkatkan kapasitas SDM melalui sosialisasi dan asistensi serta mendorong komitmen pimpinan dalam penerapan manajemen risiko keamanan siber.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
2
Asistensi Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber Sektor Industri
T
7 KegiatanR7 Kegiatan
T
22 KegiatanR22 Kegiatan
T
32 KegiatanR–
T
35 KegiatanR–
TW 1Belum terdapat regulasi yang mewajibkan pembentukan dan registrasi CSIRT bagi PSE sektor industri• Memperkuat koordinasi dengan K/L, holding, dan asosiasi industri untuk mendorong pembentukan CSIRT secara persuasif serta memperluas pemahaman mengenai manfaat pembentukan CSIRT.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
TW 2Belum terdapat regulasi yang mewajibkan pembentukan dan registrasi CSIRT bagi PSE sektor industri• Memperkuat koordinasi dengan K/L, holding, dan asosiasi industri untuk mendorong pembentukan CSIRT secara persuasif serta memperluas pemahaman mengenai manfaat pembentukan CSIRT.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
3
Penilaian Kematangan Keamanan Siber Sektor Industri Pendukung IIV
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
7 KegiatanR7 Kegiatan
T
18 KegiatanR–
T
20 KegiatanR–
TW 1Belum terdapat regulasi yang mewajibkan PSE sektor industri untuk melakukan pengukuran tingkat kematangan keamanan siber secara berkala.• Meningkatkan sosialisasi dan pendampingan implementasi IKAS sebagai instrumen evaluasi keamanan siber serta memperkuat koordinasi dengan stakeholder terkait.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
TW 2Belum terdapat regulasi yang mewajibkan PSE sektor industri untuk melakukan pengukuran tingkat kematangan keamanan siber secara berkala.• Meningkatkan sosialisasi dan pendampingan implementasi IKAS sebagai instrumen evaluasi keamanan siber serta memperkuat koordinasi dengan stakeholder terkait.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
4
Sosialisasi Kesadaran Keamanan Siber Sektor Industri
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
4 KegiatanR–
TW 1Partisipasi peserta masih terbatas karena belum seluruh asosiasi dan instansi pembina memiliki kewenangan untuk mendorong keikutsertaan anggotanya• Memperkuat sinergi dengan instansi pembina, asosiasi industri, dan pemerintah daerah untuk mendukung publikasi serta mobilisasi peserta.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
TW 2Partisipasi peserta masih terbatas karena belum seluruh asosiasi dan instansi pembina memiliki kewenangan untuk mendorong keikutsertaan anggotanya• Memperkuat sinergi dengan instansi pembina, asosiasi industri, dan pemerintah daerah untuk mendukung publikasi serta mobilisasi peserta.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
5
Penyelenggaraan Program Peningkatan Kapabilitas SDM Sektor Industri
T
10 KegiatanR10 Kegiatan
T
11 KegiatanR11 Kegiatan
T
12 KegiatanR–
T
13 KegiatanR–
TW 1Dukungan pimpinan terhadap pengembangan kompetensi SDM keamanan siber, khususnya anggota CSIRT, masih belum optimal.• Meningkatkan koordinasi dengan pimpinan organisasi serta mengkomunikasikan manfaat peningkatan kompetensi SDM terhadap kesiapan penanganan insiden siber.
• Koordinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
TW 2Dukungan pimpinan terhadap pengembangan kompetensi SDM keamanan siber, khususnya anggota CSIRT, masih belum optimal.• Meningkatkan koordinasi dengan pimpinan organisasi serta mengkomunikasikan manfaat peningkatan kompetensi SDM terhadap kesiapan penanganan insiden siber.
• Koordinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
6
Identifikasi IIV dan Penyelenggara IIV Sektor Industri (Industri Pupuk)
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
TW 1Masih terdapat persepsi yang belum sama mengenai manfaat dan konsekuensi penetapan sebagai Infrastruktur Informasi Vital (IIV), sehingga menimbulkan resistensi dari sebagian stakeholder.• Melaksanakan koordinasi, audiensi, dan sosialisasi yang menekankan manfaat, tujuan, serta nilai tambah penetapan IIV bagi organisasi.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
TW 2Masih terdapat persepsi yang belum sama mengenai manfaat dan konsekuensi penetapan sebagai Infrastruktur Informasi Vital (IIV), sehingga menimbulkan resistensi dari sebagian stakeholder.• Melaksanakan koordinasi, audiensi, dan sosialisasi yang menekankan manfaat, tujuan, serta nilai tambah penetapan IIV bagi organisasi.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
8
Persentase manfaat benefit terhadap biaya cost kebijakan Siber dan Sandi Nasional
Persentase Pengukuran Manfaat Benefit terhadap Biaya Cost Kebijakan Siber dan Sandi Nasional
D1
Rincian Kegiatan9 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pembentukan Tim
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Tidak terdapat kendala dan hambatan yang berartiTim mengidentifikasi tugas dan tanggung jawabnya serta memastikan seluruh kegiatan berjalan dengan baik
2
Kickoff meeting pengukuran penerapan kebijakan bidang strategi dan kebijakan k]eamanan siber dan sandi
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Tidak terdapat kendala dan hambatan yang berartiMateri Kick Off Meeting menjadi acuan untuk kegiatan selanjutnya
3
Identifikasi kebijakan yang akan dinilai implementasinya
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Tidak terdapat kendala dan hambatan yang berartiFinalisasi hasil identifikasi kebijakan yang akan dinilai implementasinya
4
Ruang Lingkup pengukuran kebijakan yang akan dinilai implementasinya
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
–R–
T
–R–
TW 2Pada tingkat Deputi, pengukuran penerapan
kebijakan dipengaruhi oleh keterkaitan dan atribusi antar peraturan sehingga berpotensi menimbulkan
tumpang tindih objek
pengukuran, manfaat, biaya, serta perhitungan ganda. Selain itu, tidak seluruh manfaat kebijakan dapat
dikuantifikasi secara langsung dalam nilai moneter.Menerapkan protokol
verifikasi yang mencakup
pemeriksaan ketertelusuran sumber data, konsistensi asumsi, normalisasi periode dan nilai, pengujian atribusi biaya dan manfaat, triangulasi bukti, serta reviu bersama unit
teknis, pemilik kebijakan. Dan professional judgement sebelum hasil CBA ditetapkan.
5
Dokumentasi Penyusunan dan Pelaksanaan kebijakan Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
–R–
T
–R–
TW 2Pada tingkat Deputi, pengukuran penerapan
kebijakan dipengaruhi oleh keterkaitan dan atribusi antar peraturan sehingga berpotensi menimbulkan
tumpang tindih objek
pengukuran, manfaat, biaya, serta perhitungan ganda. Selain itu, tidak seluruh manfaat kebijakan dapat
dikuantifikasi secara langsung dalam nilai moneter.Menerapkan protokol
verifikasi yang mencakup
pemeriksaan ketertelusuran sumber data, konsistensi asumsi, normalisasi periode dan nilai, pengujian atribusi biaya dan manfaat, triangulasi bukti, serta reviu bersama unit
teknis, pemilik kebijakan. Dan professional judgement sebelum hasil CBA ditetapkan.
6
Verifikasi data CBA Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
–R–
TW 3--
TW 4--
7
Pengolahan data CBA Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
–R–
TW 3--
TW 4--
8
Penyusunan draf laporan akhir pengukuran CBA Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
TW 3--
TW 4--
9
Finalisasi laporan akhir pengukuran CBA Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
TW 3--
TW 4--
9
Persentase kerja sama keamanan siber dan sandi yang memberikan manfaat terhadap total kerja sama Siber dan Sandi Nasional terkait pengelolaan strategi dan kebijakan
Persentase Pengukuran Kerjasama Keamanan Siber dan Sandi yang Memberikan Manfaat terhadap Total Kerja Sama Siber dan Sandi Nasional Terkait Pengelolaan Strategi dan Kebijakan
D1
Rincian Kegiatan6 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pembentukan Tim Kerja
T
4 DokumenR4 Dokumen
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Tidak terdapat kendala dan hambatan yang berartiTim mengidentifikasi tugas dan tanggung jawabnya serta memastikan seluruh kegiatan berjalan dengan baik
2
Penyusunan Identifikasi Kerjasama yang Ditindaklanjuti
T
–R–
T
5 DokumenR5 Dokumen
T
–R–
T
–R–
TW 2Terdapat perubahan ruang lingkup dan dasar pengakuan
terhadap kegiatan kerja sama maupun tindak lanjut kerja sama yang berpotensi
memengaruhi konsistensi
pengukuran capaian kinerjaMelakukan
pembahasan dan
penyelarasan lebih
lanjut dengan MKO di
lingkungan Deputi I,
Biro Perencanaan dan
Keuangan, serta
Inspektorat untuk
menetapkan ruang
lingkup, kriteria
pengakuan, dan bukti
dukung tindak lanjut
kerja sama agar tidak
menimbulkan
permasalahan dalam
proses verifikasi dan
evaluasi kinerja.
3
Penyusunan Rencana Aksi Tindak Lanjut
T
–R–
T
5 DokumenR5 Dokumen
T
–R–
T
–R–
TW 2Terdapat perubahan ruang lingkup dan dasar pengakuan
terhadap kegiatan kerja sama maupun tindak lanjut kerja sama yang berpotensi
memengaruhi konsistensi
pengukuran capaian kinerjaMelakukan pembahasan dan penyelarasan lebih lanjut dengan MKO di lingkungan Deputi I, Biro Perencanaan dan Keuangan, serta Inspektorat untuk menetapkan ruang lingkup, kriteria pengakuan, dan bukti
dukung tindak lanjut kerja sama agar tidak menimbulkan
permasalahan dalam proses verifikasi dan evaluasi kinerja.
4
Penyusunan Laporan Perkembangan Capaian
T
–R–
T
–R–
T
5 DokumenR–
T
–R–
TW 3--
TW 4--
5
Penyusun Draf Laporan Kegiatan Tindak Lanjut Kerja sama
T
–R–
T
–R–
T
5 DokumenR–
T
–R–
TW 3--
TW 4--
6
Penyusunan Laporan Kegiatan Tindak Lanjut Kerja sama
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
5 DokumenR–
TW 3--
TW 4--
10
Persentase kerja sama keamanan siber dan sandi yang memberikan manfaat terhadap total kerja sama Siber dan Sandi Nasional terkait operasi keamanan siber dan sandi
Persentase Kerjasama Operasi Keamanan Siber dan Sandi yang Memberikan Manfaat terhadap Total Kerjasama Operasi Keamanan Siber dan Sandi Nasional
D2
Rincian Kegiatan18 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pembentukan tim kerja
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
TW 1Dinamika penugasan pegawai pada unit kerja lain, serta masih berlangsungnya proses seleksi perwira TNI/Polri menyebabkan penetapan komposisi tim kerja memerlukan waktu tambahanMelakukan pemutakhiran susunan tim setelah terdapat kepastia status penugasan dan hasil seleksi
TW 21 Dokumen sudah terlaksana pada Triwulan I1 Dokumen sudah terlaksana pada Triwulan I
2
Identifikasi seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
TW 2Terdapat hasil identifikasi kerja sama yang akan ditindaklanjuti yang belum masuk pada daftar identifikasi kerja sama dari Biro
Hukum dan Komunikasi PublikMelakukan koordinasi dengan Biro Hukum dan Komunikasi Publik serta memutakhirkan basis data kerja sama secara berkala sebagai rujukan bersama
3
Penyusunan rencana aksi kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
TW 2Konsolidasi data kerja sama pada beberapa tim yang memerlukan proses proses verifikasi butir-butir kerja sama yang akan ditindaklanjutiMelakukan koordinasi dengan tim terkait
4
Pelaksanaan tindak lanjut kerja sama sesuai rencana aksi
T
12 Kerja samaR9 Kerja sama
T
25 Kerja samaR22 Kerja sama
T
25 Kerja samaR–
T
25 Kerja samaR–
TW 1Penjadwalan kegiatan bersama mitra kerja sama memerlukan penyesuaian waktu dan kebutuhan/permintaan dari stakeholderMelakukan koordinasi awal dan melakukan konfirmasi secara berkala dengan mitra kerja sama
TW 2Pelaksanaan kegiatan bersama mitra memerlukan penyelarasan agenda antar instansi yang berpengaruh pada penetapan waktu pelaksanaanMelaksanakan koordinasi dan konfirmasi kesiapan mitra secara berkala
5
Monitoring perkembangan capaian kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
–
6
Penyusunan laporan akhir kerja sama
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
–
7
Pelaksanaan Focus Group Discussion NSOC dengan ISP/NAP dan Stakeholder
T
–R–
T
–R–
T
1 ForumR–
T
1 ForumR–
–
8
Partisipasi Keanggotaan pada Kegiatan Multilateral CERT
T
–R–
T
–R–
T
2 LaporanR–
T
2 LaporanR–
–
9
Pembentukan Tim Kerja Sama
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Tidak ada hambatan-
10
Rapat penyusunan identifikasi kerja sama yang akan ditindaklanjuti
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Tidak ada hambatan-
11
Rapat pembahasan rencana aksi kerja sama yang akan ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
TW 2Tidak ada-
12
Penyusunan laporan perkembangan capaian
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
–
13
Penyusunan draf laporan akhir kerjasama operasi keamanan dan pengendalian informasi yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
–
14
Penyusunan laporan akhir kerjasama operasi keamanan dan pengendalian informasi yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
–
15
Penyusunan Rencana Aksi
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
TW 2Pendalaman terhadap poin-poin kerjasama belum optimal karena banyaknya jumlah tim yang terkait dan adanya dokumen kerja sama baru di Tahun 2026Koordinasi bersama ketua tim terkait untuk menentukan poin-poin yang
ditindaklanjuti dari dokumen kerja sama
16
Monitoring dan Evaluasi
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
4 KegiatanR–
TW 1Dokumen kerja sama PKS Co Location Krisna baru dimulai sejak 18 Desember 2025Hambatan sudah tertangani dengan terlaksananya monitoring dan evaluasi terakit Penyediaan Layanan Co Location Sistem Informasi Kolaborasi Perencanaan dan Informasi Kinerja Anggaran (KRISNA)
TW 2Keterbatasan personil dan anggaran untuk pelaksanaan tatap muka secara langsung (onsite)Membuat perencanaan yang matang terkait anggaran dan
pemetaan personil sesuai dengan target evaluasi
17
Kegiatan Pemanfaatan layanan Operasi Deteksi Sinyal pada Pelaksanaan Pencarian Target Operasi BPOM
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
T
1 KegiatanR–
–
18
Kegiatan Pemanfaatan layanan Operasi Deteksi Sinyal pada Pelaksanaan Pemantauan Komunikasi Pusinfomar TNI AL
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
1 KegiatanR–
–
11
Persentase kerja sama peningkatan kapasitas keamanan siber dan sandi sektor pemerintahan dan pembangunan manusia yang memberikan manfaat terhadap total kerja sama keamanan siber dan sandi nasional
Persentase Kerja Sama Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber dan Sandi Sektor Pemerintahan dan Pembangunan Manusia yang Memberikan Manfaat terhadap Total Kerja Sama Keamanan Siber dan Sandi Nasional
D3
Rincian Kegiatan8 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Kegiatan Penyusunan Laporan identifikasi dan Dokumen rencana kerja/rencana aksi atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2Terdapat Efisiensi Anggaran Unit Kerja, serta adanya
perubahan metode perhitungan pada manual IKU Tahunan dan Triwulan Unit Kerja.Mengoptimalkan Sumber daya yang ada dan melakukan
penyesuaian narasi dan metode perhitungan pada manual IKU Tahunan dan Triwulan Unit Kerja,
2
Pelaksanaan Kegiatan Indonesian Digital Government Secretariat Visit to United Kingdom
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2Terdapat Efisiensi Anggaran Unit Kerja, serta adanya
perubahan metode perhitungan pada manual IKU Tahunan dan Triwulan Unit Kerja.Mengoptimalkan Sumber daya yang ada dan melakukan
penyesuaian narasi dan metode perhitungan pada manual IKU Tahunan dan Triwulan Unit Kerja,
3
Kegaitan Penyusunan Laporan akhir atas seluruh kerja sama yang telah ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
4
Pengembangan Keamanan Siber Pada Kegiatan Forum Komunikasi Siber dan Sandi Daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta menindaklanjuti (MOU) BSSN dengan PT. Huawei Tech Investment
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
5
Bimbingan Teknis Penanganan Insiden Siber di 5 lokus menindaklanjuti PKS Deputi IIIdenganPT. Data Sinergitama Jaya Tbk
T
–R–
T
–R–
T
5 KegiatanR–
T
5 KegiatanR–
–
6
Pengukuran Tingkat Kematangan Keamanan Siber pada BPJS Kesehatan
T
–R–
T
–R–
T
2 kegiatanR–
T
2 kegiatanR–
–
7
Kolaborasi Peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam bidang keamanan siber pada BPJS Kesehatan
T
–R–
T
1 kegiatanR1 kegiatan
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
TW 2--
8
Kolaborasi Bimtek Peningkatan Kapabilitas Keamanan Siber pada Universitas Terbuka
T
–R–
T
1 kegiatanR1 kegiatan
T
2 kegiatanR–
T
3 kegiatanR–
TW 2Waktu pelaksanaan mundur
menyesuaikan jadwal dari Universitas Terbuka.Menyesuikan waktu dari
Universitas Terbuka.
12
Persentase kerja sama peningkatan kapasitas keamanan siber dan sandi sektor perekonomian yang memberikan manfaat terhadap total kerja sama siber dan sandi nasional
Persentase Pelaksanaan Tindak Lanjut Kerja Sama Terkait Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber dan Sandi Sektor Perekonomian
D4
Rincian Kegiatan29 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Melakukan identifikasi kerja sama yang akan ditindaklanjuti sektorkeuangan, perdagangan, pariwisata dan ekonomi kreatif.
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2Keterbatasan waktu dan koordinasi dengan unit kerja/PSE terkait dalam melakukan identifikasi kerja sama yang akan ditindaklanjuti.Melakukan koordinasi dan
komunikasi secara berkala dengan unit kerja/PSE terkait untuk memastikan data dan informasi kerja sama tersedia.
2
Melaksanakan tindak lanjut kerja sama yang ditindaklanjuti sektor keuangan, perdagangan, pariwisata dan ekonomi kreatif.
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
TW 2Penyesuaian waktu pelaksanaan dengan pihak yang terlibat dalam kerja sama.Melakukan koordinasi penjadwalan dengan pihak terkait dan menyesuaikan waktu pelaksanaan kegiatan.
3
Melakukan pemantauan perkembangan capaian kerja sama yang ditindaklanjuti sektor keuangan, perdagangan, pariwisata dan ekonomi kreatif.
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
TW 2Keterbatasan waktu dalam memperoleh informasi perkembangan pelaksanaan kerja sama dari pihak terkait.Melakukan pemantauan dan koordinasi secara berkala dengan pihak terkait untuk memperoleh informasi perkembangan capaian kerja sama.
4
Penyusunan pelaporan atas kerja sama yang telah ditindaklanjuti pada sektor keuangan, perdagangan, pariwisata dan ekonomi kreatif.
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
5
Penyusunan identifikasi atas seluruh kerja sama PSE Sektor Energi dan Sumber Daya Alam yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 dokumenR1 dokumen
T
1 dokumenR–
T
1 dokumenR–
TW 2Belum terdapat hambatan, karena belum dilaksanakan pada TW berjalan.Belum antisipasi terhadap hambatan kegiatan, karena belum dilaksanakan pada TW berjalan.
6
Penyusunan rencana aksi tindak lanjut atas seluruh kerja sama PSE Sektor Energi dan Sumber Daya Alam yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 dokumenR1 dokumen
T
1 dokumenR–
T
1 dokumenR–
TW 2- Keterlambatan proses revisi
anggaran yang berdampak
terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal masing-masing pimpinan pada kegiatan Audiensi memerlukan waktu dan sangat dinamis.- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan
komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta.
7
Penyusunan Laporan perkembangan capaian atas seluruh kerja sama PSE Sektor Energi dan Sumber Daya Alam yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
1 dokumenR–
T
1 dokumenR–
–
8
Penyusunan draf laporan atas seluruh kerja sama PSE Sektor Energi dan Sumber Daya Alam yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
1 dokumenR–
T
1 dokumenR–
–
9
Penyusunan laporan akhir atas seluruh kerja sama PSE Sektor Energi dan Sumber Daya Alam yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 dokumenR–
–
10
Penjajakan kerja sama PSE Sektor Energi dan Sumber Daya Alam
T
3 kegiatanR3 Kegiatan
T
7 kegiatanR7 kegiatan
T
8 kegiatanR–
T
8 kegiatanR–
TW 1Proses sinkronisasi jadwal dan
komitmen pelaksanaan kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
TW 2- Keterlambatan proses revisi
anggaran yang berdampak
terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal masing-masing pimpinan pada kegiatan Audiensi memerlukan waktu dan sangat dinamis.- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan
komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta.
11
Rapat Koordinasi/Alignment/Audiensi PSE Sektor Energi dan Sumber Daya Alam
T
11 kegiatanR11 Kegiatan
T
23 kegiatanR23 kegiatan
T
29 kegiatanR–
T
32 kegiatanR–
TW 1Proses sinkronisasi jadwal dan
komitmen pelaksanaan kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
TW 2--
12
Rapat Koordinasi Perpanjangan MoU PSE Sektor Energi dan Sumber Daya Alam
T
1 kegiatanR1 Kegiatan
T
2 kegiatanR2 kegiatan
T
3 kegiatanR–
T
4 kegiatanR–
TW 1Proses sinkronisasi jadwal dan
komitmen pelaksanaan kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
TW 2- Keterlambatan proses revisi
anggaran yang berdampak
terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal masing-masing pimpinan pada kegiatan Audiensi memerlukan waktu dan sangat dinamis.- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan
komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta.
13
Penyusunan identifikasi atas seluruh kerja sama PSE sektor TIK dan Transportasi yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 dokumenR1 dokumen
T
1 dokumenR–
T
1 dokumenR–
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
14
Penyusunan rencana aksi tindak lanjut atas seluruh kerja sama PSE sektor TIK dan Transportasi yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 dokumenR1 dokumen
T
1 dokumenR–
T
1 dokumenR–
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
15
Audiensi BSSN dengan IPPS dan stakeholder sektor TIK, Media, Transportasi, dan Logistik
T
7 LaporanR7 Laporan
T
18 LaporanR18 Laporan
T
20 LaporanR–
T
20 LaporanR–
TW 1Tantangan dalam menyelaraskan jadwal dan
ketersediaan waktu pertemuan pada tingkat
pimpinan dari berbagai instansi selaku IPPS serta stakeholder terkait.Melakukan penjadwalan ulang kegiatan jauh hari sebelum waktu pelaksanaan.
TW 2Tantangan dalam menyelaraskan jadwal dan
ketersediaan waktu pertemuan pada tingkat
pimpinan dari berbagai instansi selaku IPPS serta stakeholder terkait.Melakukan penjadwalan ulang kegiatan jauh hari sebelum waktu pelaksanaan.
16
Pembahasan MoU dan PKS antara BSSN dengan stakeholder Sektor TIK, Media, Transportasi, dan Logistik
T
–R–
T
3 LaporanR3 Laporan
T
4 LaporanR–
T
4 LaporanR–
TW 2Proses penyelarasan substansi MoU dan PKS memerlukan waktu lebih lama akibat perbedaan birokrasi dan ketentuan hukum masing-masing instansiMelakukan koordinasi secara berkala bersama unit hukum dari masing- masing pihak untuk memetakan potensi perbedaan substansi/klausul lebih awal.
17
Workshop DNS dan DNSSEC 2026
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 1Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
18
The 16th ASEAN-JAPAN Information Security Workshop for ISPs
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 1Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
19
APSAT 2026 International Conference
T
–R–
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya
20
Rapat Koordinasi Teknis Monitoring dan Evaluasi (Monev) All Indonesia
T
1 LaporanR1 Laporan
T
2 LaporanR2 Laporan
T
3 LaporanR–
T
3 LaporanR–
TW 1Informasi pelaksanaan rapat
yang disampaikan cenderung bersifat mendadak, sehingga memerlukan penyesuaian waktu dari peserta yang akan hadir.Menyiapkan personel cadangan guna mengantisipasi kehadiran pada kegiatan yang bersifat mendadak.
TW 2Informasi pelaksanaan rapat
yang disampaikan cenderung bersifat mendadak, sehingga memerlukan penyesuaian waktu dari peserta yang akan hadir.Menyiapkan personel cadangan guna mengantisipasi kehadiran pada kegiatan yang bersifat mendadak.
21
Southeast Asia Maritime Cybersecurity Workshop
T
–R–
T
–R–
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
–
22
Penyusunan laporan perkembangan capaian atas seluruh kerja sama PSE sektor TIK dan Transportasi yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
–
23
Penyusunan draf laporan atas seluruh kerja sama PSE sektor TIK dan Transportasi yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
–
24
Penyusunan laporan akhir atas seluruh kerja PSE sektor TIK dan Transportasi yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
–
25
Penyusunan Identifikasi kerjasama pada sektor industri dan jasa konstruksi yang ditindaklanjuti
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Tidak terdapat kendala karena
kegiatan merupakan
turunan dari MoU yang telah
disepakati oleh BSSN.Memastikan identifikasi kerja sama tetap mengacu pada ruang lingkup dan komitmen yang telah disepakati dalam MoU serta melakukan koordinasi dengan mitra terkait.
TW 2Tidak terdapat kendala karena
kegiatan merupakan
turunan dari MoU yang telah
disepakati oleh BSSN.Memastikan identifikasi kerja sama tetap mengacu pada ruang lingkup dan komitmen yang telah disepakati dalam MoU serta melakukan koordinasi dengan mitra terkait.
26
Penyusunan rencana aksi tindak lanjut atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti pada sektor industri dan jasa konstruksi
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2Terdapat perubahan rencana
aksi tindak lanjut kerja sama karena adanya efisiensi.Melakukan penyesuaian rencana aksi dengan mempertimbangkan kebijakan efisiensi serta memastikan target tindak lanjut tetap dapat tercapai.
27
Penyusunan laporan perkembangan capaian atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti pada sektor industri dan jasa konstruksi
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
–
28
Penyusunan draft laporan atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti pada sektor industri dan jasa konstruksi
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
–
29
Penyusunan laporan akhir atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti pada sektor industri dan jasa konstruksi
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
13
Tingkat kesadaran masyarakat terhadap keamanan siber
Persentase Capaian Kegiatan Pengukuran Kesadaran Masyarakat terhadap Keamanan Siber sampai dengan Periode Pelaporan
D2
Rincian Kegiatan6 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penentuan Desain Sampel Pengukuran Budaya Keamanan Siber
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
TW 1--
2
Revisi Instrumen Survei Kesadaran Keamanan Siber
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1--
3
Kegiatan Pengambilan Data Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Indeks Kematangan Budaya Keamanan Siber
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2Tidak ada-
4
Rapat Analisis Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Indeks Kematangan Budaya Keamanan Siber
T
–R–
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
TW 2Tidak ada-
5
Pelaksanaan Pengukuran Budaya Keamanan Siber pada Pemerintah Daerah Provinsi Aceh
T
–R–
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
TW 2Tidak ada-
6
Pelaksanaan Pengambilan Data/Pengukuran Budaya Keamanan Siber Nasional
T
–R–
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
TW 2Tidak ada-
14
Tingkat kesadaran K/L/Pemda terhadap keamanan siber dan sandi
Tingkat Kesadaran K/L/Pemda terhadap Keamanan Siber
D3
Rincian Kegiatan7 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pelaksanaan Kegiatan Pengukuran Survei Kesadaran Keamanan Siber
T
–R–
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
4 KegiatanR–
T
5 KegiatanR–
TW 2Adanya Perubahan instrumen pengukuran indeks kesadaran
keamanan siber.Melakukan Penyesuaian
Pelaksanaan dan penyebaran
survei instrumen SKSS yang baru.
2
Rapat DKO Indikator Kinerja Tingkat Kesadaran Masyarakat
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2Tingkat pemahaman personel terhadap indikator kinerja belum merata.Melakukan penyamaan
persepsi dan pembahasan
indikator secara berkala.
3
Rapat Koordinasi Manual IKU SKKS
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2Belum seragamnya pemahaman personel terhadap substansi dan mekanisme dalam manual IKU SKKS.Melakukan koordinasi dan penyamaan persepsi terkait
manual IKU SKKS.
4
Koordinasi Teknis Instrumen Survei SKKS
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2Tingkatpemahaman personel terhadap instrumen survei
belum merata.Memberikan penjelasan teknis
dan pendampingan dalam
pemahaman instrumen survei.
5
Kegiatan Pelaksanaan Survei KKS
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2Kendala dalam pemahaman dan pelaksanaan pengisian
instrumen survei oleh responden.Memberikan panduan dan
pendampingan selama
pelaksanaan survei.
6
Kegiatan Permohonan Data Survei
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
7
Kegiatan Analisa Data, Penyusunan Laporan Hasil dan Laporan Akhir SKKS Tahun 2026
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
15
Tingkat kesadaran PSE sektor Pembangunan manusia terhadap keamanan siber dan sandi
Tingkat Kesadaran PSE Sektor Pembangunan Manusia terhadap Keamanan Siber
D3
Rincian Kegiatan1 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Melaksanakan Survei Kesadaran Keamanan Siber
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
5 KegiatanR5 Kegiatan
T
6 KegiatanR–
T
7 KegiatanR–
TW 1Tidak semua peserta kegiatan
mengisi survei yang telah dibagikan pada saat
pelaksanaan kegiatan.Berkoordinasi kembali dengan stakeholder terkait untuk mengisi Survei
Kesadaran Keamanan Siber.
TW 2--
16
Tingkat kesadaran PSE sektor perekonomian terhadap keamanan siber
Persentase Pelaksanaan Kegiatan Pengukuran Tingkat Kesadaran Keamanan Siber pada PSE Sektor Perekonomian
D4
Rincian Kegiatan20 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Koordinasi penyiapan alat ukur (tools) survey pengukuran tingkat kesadarankeamanan siber pada PSE sektor keuangan,perdagangan, pariwisata dan ekonomi kreatif
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Belum optimalnya kesiapan dan pemahaman dalam penggunaan alat ukur serta pengambilan data hasil pengukuran.Melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait penggunaan tools dan pengambilan data hasil pengukuran.
TW 2Belum optimalnya kesiapan dan pemahaman dalam penggunaan alat ukur serta pengambilan data hasil pengukuran.Melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait penggunaan tools dan pengambilan data hasil pengukuran.
2
Melakukan pengambilan hasil survei pengukuran tingkat kesadaran keamanan siber pada PSE sektor keuangan, perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
TW 2- Belum optimalnya kesiapan dan pemahaman dalam penggunaan alat ukur serta pengambilan data hasil pengukuran.
- Pemahaman responden dalam melakukan pengisian masih kurang.Melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait penggunaan tools dan pengambilan data hasil pengukuran.
3
Melakukan pelaporan pelaksanaan kegiatan pengukuran tingkat kesadarankeamanan siber pada PSE sektor keuangan,perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
4
Penyusunan jadwal dan rencana teknis pelaksanaan kegiatan survei pada PSE sektor Energi dan Sumber Daya Alam
T
1 dokumenR1 Dokumen
T
1 dokumenR1 Dokumen
T
1 dokumenR–
T
1 dokumenR–
TW 1- Keterlambatannproses pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangatnkecil.
- Kegiatan pada TW I masih pada tahapan persiapan karena adanya penyesuaian /pembaruan tools survei yang digunakan.- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan PPK dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Melakukan percepatan finalisasi tools survei dengan berkoordinasi dengan pihak terkait.
TW 2- Melakukan perencanaan
ulang kegiatan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran.
- Keterlambatan proses revisi
anggaran yang berdampak
terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.- Mengubah strategi pelaksanaan kegiatan dengan berkolaborasi bersama Tim D42 lainnya.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan
5
Pelaksanaan kegiatan Survei Kesadaran Keamanan Siber pada PSE sektor Energi dan Sumber Daya Alam
T
1 kegiatanR1 Kegiatan
T
6 kegiatanR6 kegiatan
T
15 kegiatanR–
T
18 kegiatanR–
TW 1- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga
serapan yang masih sangat
kecil.
- Kegiatan pada TW I masih pada tahapan persiapan karena adanya penyesuaian / pembaruan tools survei yang digunakan.- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan PPK dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Melakukan percepatan finalisasi tools survei dengan berkoordinasi dengan pihak terkait.
TW 2- Melakukan perencanaan ulang kegiatan karena adanya
kebijakan efisiensi anggaran.
- Keterlambatan proses revisi anggaran yang berdampak terhadap pencairan anggaran
sehingga serapan yang masih sangat kecil.- Mengubah strategi pelaksanaan kegiatan dengan berkolaborasi bersama Tim D42 lainnya.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan
6
Penyusunan laporan akhir pada PSE sektor Energi dan Sumber Daya Alam
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 dokumenR–
–
7
Penyusunan jadwal dan rencana teknis pelaksanaan kegiatan survei pada sektor TIK, Media, Transportasi dan Logistik
T
–R–
T
1 dokumenR1 dokumen
T
1 dokumenR–
T
1 dokumenR–
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
8
Rapat Persiapan Pelatihan Keamanan Siber dalam rangka Peningkatan Awareness pada sektor TIK, Media, Transportasi dan Logistik
T
2 LaporanR2 Laporan
T
2 LaporanR2 Laporan
T
2 LaporanR–
T
2 LaporanR–
TW 1Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
9
Rapat Koordinasi Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber dalam rangka Peningkatan Awareness pada sektor TIK, Media, Transportasi dan Logistik
T
2 LaporanR2 Laporan
T
4 LaporanR4 Laporan
T
4 LaporanR–
T
4 LaporanR–
TW 1Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
10
Pelaksanaan pengukuran melalui penyebaran survei secara daring, pengambilan dan pengolahan data hasil survei pada beberapa kegiatan pembinaan kematangan dan security awareness pada sektor TIK, Media, Transportasi dan Logistik
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
2 DokumenR–
T
2 DokumenR–
TW 2Belum optimalnya pengisian Survei SKKS oleh beberapa
responden pada PSE (pengisian pada setiap pertanyaan di SKKS yang tidak
menyeluruh pada beberapa
responden PSE).Melakukan pendampingan teknis bagi responden PSE
untuk memastikan pengisian Survei SKKS dilakukan secara
menyeluruh.
11
Table Top Exercise: Cyber Incident Response dalam rangka Peningkatan Awareness
T
2 LaporanR2 Laporan
T
3 LaporanR3 Laporan
T
3 LaporanR–
T
3 LaporanR–
TW 1Kegiatan belum terlaksana secara optimal, dikarenakan dari stakeholder masih menunggu arahan pimpinan terkait kegiatan kolaborasi dengan BSSN dalam rangka peningkatan pengetahuan dan pemahaman keamanan siber stakeholder. Namun, secara bertahap pelaksanaan kegiatan sudah mulai dilaksanakan.Melakukan audiensi langsung dengan pimpinan instansi terkait guna mempercepat pelaksanaan kegiatan kolaborasi dan kerjasama.
TW 2Kegiatan belum terlaksana secara optimal, dikarenakan dari stakeholder masih menunggu arahan pimpinan terkait kegiatan kolaborasi dengan BSSN dalam rangka peningkatan pengetahuan dan pemahaman keamanan siber stakeholder. Namun, secara bertahap pelaksanaan kegiatan sudah mulai dilaksanakan.Melakukan audiensi langsung dengan pimpinan instansi terkait guna mempercepat pelaksanaan kegiatan kolaborasi dan kerjasama.
12
Workshop Penanganan Risiko Serangan Siber Sektor Transportasi dalam rangka Peningkatan Awareness
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 1Kegiatan belum terlaksana secara optimal, dikarenakan dari stakeholder masih menunggu arahan pimpinan terkait kegiatan kolaborasi dengan BSSN dalam rangka peningkatan pengetahuan dan pemahaman keamanan siber stakeholder. Namun, secara bertahap pelaksanaan kegiatan sudah mulai dilaksanakan.Melakukan audiensi langsung dengan pimpinan instansi terkait guna mempercepat pelaksanaan kegiatan kolaborasi dan kerjasama.
TW 2Kegiatan belum terlaksana secara optimal, dikarenakan dari stakeholder masih menunggu arahan pimpinan terkait kegiatan kolaborasi dengan BSSN dalam rangka peningkatan pengetahuan dan pemahaman keamanan siber stakeholder. Namun, secara bertahap pelaksanaan kegiatan sudah mulai dilaksanakan.Melakukan audiensi langsung dengan pimpinan instansi terkait guna mempercepat pelaksanaan kegiatan kolaborasi dan kerjasama.
13
Cyber Security Awareness pada sektor TIK, Media, Transportasi dan Logistik
T
–R–
T
1 LaporanR1 Laporan
T
2 LaporanR–
T
3 LaporanR–
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
14
Submarine Cables, Security & Digital Economic Growth: A Tailored Workshop for Indonesia dalam rangka PeningkatanPengetahuan dan Pemahaman Keamanan Siber
T
–R–
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
15
Telecom Cybersecurity Seminar and GSMA APAC Telecom Cybersecurity Forum 2026
T
–R–
T
–R–
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
–
16
Digital Talks : Strengthening Human Firewall for Cyber Resilience & Personal Data Protection
T
–R–
T
–R–
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
–
17
Penyusunan laporan akhir hasil pengukuran kesadaran dan keamanan siber pada sektor TIK, Media, Transportasi dan Logistik
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
–
18
Penyusunan Jadwal dan Rencana Teknis Pelaksanaan kegiatan Survei pada Sektor Industri dan Jasa Konstruksi
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Terdapat penyesuaian jadwal dan rencana teknis pelaksanaan kegiatan akibat adanya kebijakan efisiensi.Melakukan penyesuaian jadwal dan rencana teknis dengan mempertimbangkan kebijakan efisiensi serta memastikan pelaksanaan kegiatan tetap sesuai target.
TW 2Terdapat penyesuaian jadwal dan rencana teknis pelaksanaan kegiatan akibat adanya kebijakan efisiensi.Melakukan penyesuaian jadwal dan rencana teknis dengan mempertimbangkan kebijakan efisiensi serta memastikan pelaksanaan kegiatan tetap sesuai target.
19
Penyebaran survey, Pengambilan data dan pengolahan data hasil survei (Raw Data) pada Sektor Industri dan Jasa Konstruksi
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
4 KegiatanR–
TW 1Terjadi penyesuaian jadwal pelaksanaan akibat kebijakan
efisiensi serta masih terdapat responden yang belum menyelesaikan pengisian survei.Menyesuaikan jadwal pelaksanaan dan melakukan koordinasi serta pengingat kepada responden untuk mendorong penyelesaian pengisian survei dan memperoleh data yang optimal.
TW 2Terjadi penyesuaian jadwal pelaksanaan akibat kebijakan
efisiensi serta masih terdapat responden yang belum menyelesaikan pengisian survei.Menyesuaikan jadwal pelaksanaan dan melakukan koordinasi serta pengingat kepada responden untuk mendorong penyelesaian pengisian survei dan memperoleh data yang optimal.
20
Penyusunan laporan akhir hasil pengukuran kesadaran dan keamanan siber yang telah dilaksanakan serta analisis mengenai tingkat pemahaman, sikap, dan perilaku responden dalam menghadapi isu-isu keamanan siber Sektor Industri dan Jasa Konstruksi
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
17
Persentase PSE yang merespons notifikasi potensi gangguan keamanan siber
Persentase PSE yang Merespons Notifikasi Potensi Gangguan Keamanan Siber Sesuai SLA sampai dengan Periode Pelaporan
TW 1Tidak terdapat hambatan yang berartiMempertahankan pola pelaksanaan yang telah berjalan serta melakukan pemantauan berkala untuk menjaga ketepatan waktu penyusunan dan kelengkapan dokumentasi
TW 2Tidak terdapat hambatan yang berartiMempertahankan pola pelaksanaan yang telah berjalan serta melakukan pemantauan berkala untuk menjaga ketepatan waktu penyusunan dan kelengkapan dokumentasi
2
Penyampaian notifikasi potensi gangguan keamanan siber kepada PSE melalui SIDATU
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Terdapat beberapa notifikasi terhadap pemilik sistem yang belum terdata sebagai CSIRT ataupun belum pernah dikirimkan notifikasi sebelumnya, sehingga memerlukan pencarian dan konfirmasi kontak untuk pengiriman notifikasiMencari kontak berupa email dan nomor whatsapp dari pemilik sistem elektronik terkait
TW 2Terdapat beberapa notifikasi terhadap pemilik sistem yang belum terdata sebagai CSIRT ataupun belum pernah dikirimkan notifikasi sebelumnya, sehingga memerlukan pencarian dan konfirmasi kontak untuk pengiriman notifikasiMencari kontak berupa email dan nomor whatsapp dari pemilik sistem elektronik terkait
3
Pemantauan dan pencatatan respons PSE (acknowledgement) atas notifikasi yang telah diberikan
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Beberapa stakeholder masih memberikan respons melebih waktu SLA yang ditentukanMenyampaikan data stakeholder yang belum memberikan respons kepada pembina sektor untuk ditindaklanjuti
TW 2Beberapa stakeholder masih memberikan respons melebih waktu SLA yang ditentukanMenyampaikan data stakeholder yang belum memberikan respons kepada pembina sektor untuk ditindaklanjuti
4
Penyusunan laporan evaluasi kepatuhan PSE terhadap SLA respons notifikasi
T
1R–
T
1R1 Laporan
T
1R–
T
1R–
TW 2Penyusunan laporan memerlukan konsolidasi dan verifikasi data capaian dari beberapa sumber data setiap timMempertahankan pola penyusunan laporan yang telah berjalan dan menjamin ketepatan penyelesaian laporan
18
Persentase hasil deteksi ancaman keamanan siber yang tervalidasi benar
Persentase Hasil Deteksi Ancaman Keamanan Siber yang Berhasil Divalidasi sampai dengan Periode Pelaporan
D21
Rincian Kegiatan4 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pemantauan keamanan siber dan deteksi anomali traffic pada infrastruktur internal stakeholder dan infrastruktur publik (ISP/NAP/IX)
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Tidak terdapat hambatan yang berartiMempertahankan pola pelaksanaan yang telah berjalan dan melakukan pemantauan secara berkala
TW 2Tidak terdapat hambatan yang berartiMempertahankan pola pelaksanaan yang telah berjalan dan melakukan pemantauan secara berkala
2
Pelaksanaan validasi mandiri hasil deteksi melalui analisis teknis internal Direktorat Operasi Keamanan Siber
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Proses validasi hanya dapat dilakukan terhadap aset yang dapat dilakukan validasi mandiri secara internal oleh Direktorat Operasi Keamanan SiberMeminta stakeholder untuk melakukan validasi terhadap hasil deteksi yang berada diluar cakupan validasi internal Direktorat Operasi Keamanan Siber
TW 2Proses validasi hanya dapat dilakukan terhadap aset yang dapat dilakukan validasi mandiri secara internal oleh Direktorat Operasi Keamanan SiberMeminta stakeholder untuk melakukan validasi terhadap hasil deteksi yang berada diluar cakupan validasi internal Direktorat Operasi Keamanan Siber
3
Penyusunan rekapitulasi hasil verifikasi validitas deteksi ancaman
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Tidak terdapat hambatan yang berartiMenjaga proses validasi agar dapat tetap terselesaikan pada periode berjalan
TW 2Tidak terdapat hambatan yang berartiMenjaga proses validasi agar dapat tetap terselesaikan pada periode berjalan
4
Penyusunan laporan capaian validasi hasil deteksi ancaman keamanan siber
T
–R–
T
1 LaporanR1 Laporan
T
2 LaporanR–
T
3 LaporanR–
TW 2Penyusunan laporan memerlukan konsolidasi dan verifikasi data capaian dari beberapa sumber dataMempertahankan pola penyusunan laporan yang telah berjalan dan menjamin ketepatan penyelesaian laporan
19
Persentase sistem elektronik yang memenuhi kategori “Patuh” terhadap total sistem elektronik yang didaftarkan
Persentase Tahapan Pelaksanaan Pengawasan Kepatuhan PSE terhadap Peraturan Perundangundangan Terkait Keamanan Siber
D22
Rincian Kegiatan2 kegiatanRealisasi belum diisi
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Rapat Koordinasi Pengawasan Kepatuhan PSE dan Lembaga Sertifikasi
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
2
Pelaksanaan Pengawasan Kepatuhan PSE
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
20
Rata-rata nilai SPBE K/L/Pemda untuk domain arsitektur keamanan SPBE
Persentase K/L/Pemda yang Mendapatkan Pendampingan atau Evaluasi Terkait Kepatuhan terhadap Arsitektur Keamanan SPBE
D22
Rincian Kegiatan13 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pemantauan Tindak Lanjut Atas Temuan Hasil Audit Keamanan AUBP
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Tidak ada hambatan-
2
Pemantauan Tindak Lanjut Atas Temuan Hasil Audit Keamanan SPLP
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Tidak ada hambatan-
3
Audit Keamanan Aplikasi SPSE (AUBPBJP)
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2--
4
Audit Keamanan Aplikasi SRIKANDI (AUBKD)
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2--
5
Audit Keamanan Aplikasi LAPOR! (AUBPPP)
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2--
6
Audit Keamanan Aplikasi EMONEV &KRISNA (AUBPPN)
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
7
Audit Keamanan Aplikasi Khusus Mahkamah Konstitusi
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
8
Audit Keamanan Aplikasi SIMAN (AUBKN)
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
9
Audit Keamanan Aplikasi SIP (AUBP)
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
10
Audit Keamanan Aplikasi SIPD (AUBPD)
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
11
Audit Keamanan Infrastruktur SPLP
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
12
Audit Keamanan Infrastruktur Pusat Data Nasional/Jaringan Intra Pemerintah
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
13
Pengawasan Kepatuhan Pemdi Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
21
Persentase PSE yang merespons notifikasi terkait penerapan kriptografi dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan informasi risiko tinggi terhadap total PSE yang teridentifikasi memiliki potensi risiko tinggi (vulnerable)
Persentase Notifikasi Terkait Penerapan Kriptografi yang Direspons sampai dengan Periode Pelaporan
D23
Rincian Kegiatan3 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pengiriman Notifikasi
T
2 DokumenR2 Dokumen
T
10 DokumenR14 Dokumen
T
12 DokumenR–
T
15 DokumenR–
TW 1Belum adanya notifikasi otomatis yang terkirim ke stakeholderPengiriman notifikasi melalui email berupa surat pemberitahuan
TW 2Belum adanya notifikasi otomatis yang terkirim ke stakeholderPengiriman notifikasi melalui email berupa surat pemberitahuan
2
Pencatatan respon notifikasi
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
2 DokumenR–
T
3 DokumenR–
TW 1Stakeholder yang telah menerima notifikasi belum memberikan responMelakukan follow up notifikasi yang telah dikirimkan
TW 2Stakeholder yang telah menerima notifikasi belum memberikan responMelakukan follow up notifikasi yang telah dikirimkan
3
Monitoring dan Evaluasi terhadap respon notifikasi
T
–R–
T
5 KegiatanR5 Kegiatan
T
7 KegiatanR–
T
10 KegiatanR–
TW 1Belum adanya respon yang diberikan oleh stakeholderMenyiapkan materi evaluasi sesuai dengan respon yang diberikan
TW 2Pelaksanaan kegiatan kurang optimal karena dilakukan secara onlineMenyiapkan materi evaluasi dengan persiapan matang agar informasi tersampaikan dengan baik
22
Rata-rata waktu yang dibutuhkan dalam memulihkan insiden keamanan siber
Persentase Pelaksanaan Penanganan Insiden Sesuai Target Waktu Pemulihan (SLA) sampai dengan Periode Pelaporan
D21
Rincian Kegiatan4 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penerimaan dan proses verifikasi/validasi laporan insiden keamanan siber dari stakeholder
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Kelengkapan informasi awal pada laporan atau surat permohonan dari stakeholder masih bervariasiMelaksanakan konfirmasi kelengkapan informasi kepada pelapor dan pelaksanaan koordinasi awal
TW 2Kelengkapan informasi awal pada permohonan penanganan
dari pemangku kepentingan
masih bervariasiMelaksanakan konfirmasi
kelengkapan informasi
kepada pelapor pada tahap penerimaan sebagai dasar penanganan yang tepat
2
Pelaksanaan penanganan insiden sesuai skema Penanganan Insiden Respons, Digital Forensik, atau gabungan keduanya)
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Kecepatan penyediaan akses dan data pendukung oleh pemangku kepentingan bervariasi antarinsiden dan berpengaruh terhadap durasi pemulihanMemperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan sejak awal penanganan guna menjamin ketersediaan akses dan data pendukung
TW 2Kecepatan penyediaan akses dan data pendukung oleh pemangku kepentingan bervariasi antarinsiden dan berpengaruh terhadap durasi pemulihanMemperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan sejak awal penanganan guna menjamin ketersediaan akses dan data pendukung
TW 1Finalisasi dokumen hasil penanganan menunggu ketuntasan seluruh tahapan teknis penanganan insidenMenyusun kerangka laporan secara paralel dengan pelaksanaan penanganan guna mempercepat proses penyelesaian laporan
TW 2Finalisasi dokumen hasil penanganan menunggu ketuntasan seluruh tahapan teknis penanganan insidenMenyusun kerangka laporan secara paralel dengan pelaksanaan penanganan guna mempercepat proses penyelesaian laporan
4
Penyusunan laporan evaluasi penyelesaian penanganan insiden sesuai SLA
T
–R–
T
1 LaporanR1 Laporan
T
2 LaporanR–
T
3 LaporanR–
TW 2Penyusunan laporan memerlukan konsolidasi dan verifikasi data capaian dari beberapa sumber dataMempertahankan pola penyusunan laporan yang telah berjalan dan menjamin ketepatan penyelesaian laporan
23
Persentase insiden keamanan siber yang dapat diatasi terhadap total insiden keamanan siber yang terjadi
Persentase Insiden Keamanan Siber yang Telah Dilakukan Analisis dan Klasifikasi Awal (Triage) pada Triwulan Berjalan
D21
Rincian Kegiatan5 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penerimaan laporan insiden dan identifikasi awal (identifikasi insiden, aset, dan sistem yang terdampak berdasarkan informasi pada surat permohonan)
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Kelengkapan informasi awal pada laporan atau surat permohonan dari stakeholder masih bervariasiMelakukan koordinasi dan konfirmasi kelengkapan informasi kepada pelapor serta penentuan jadwal pelaksanaan triage
TW 2Kelengkapan informasi awal pada laporan atau surat permohonan dari stakeholder masih bervariasiMelakukan koordinasi dan konfirmasi kelengkapan informasi kepada pelapor serta penentuan jadwal pelaksanaan triage
2
Pelaksanaan pembahasan awal (kick-off meeting) dan klasifikasi awal insiden (triage), serta menentukan prioritas pemeriksaan berdasarkan aset yang terdampak, urgenitasnya, dan elevansi terhadap insiden yang terjadi
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Penjadwalan pembahasan awal perlu menyesuaikan ketersediaan tim dan pihak pelaporMenjaga ketepatan waktu pelaksanaan triage dan koordinasi dini dengan pemangku kepentingan terdampak, khususnya pada insiden berkompleksitas tinggi
TW 2Penjadwalan pembahasan awal perlu menyesuaikan ketersediaan tim dan pihak pelaporMenjaga ketepatan waktu pelaksanaan triage dan koordinasi dini dengan pemangku kepentingan terdampak, khususnya pada insiden berkompleksitas tinggi
3
Melakukan pengumpulan bukti elektronik dari aset atau sistem yang terdampak untuk memperoleh artefak digital yang relevan menjadi prioritas guna melakukan penanganan awal insiden
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Kecepatan penyediaan akses dan data pendukung oleh pemangku kepentingan bervariasi antarinsiden dan berpengaruh terhadap durasi pemulihanMemperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan sejak awal penanganan guna menjamin ketersediaan akses dan data pendukung
TW 2Kecepatan penyediaan akses dan data pendukung oleh pemangku kepentingan bervariasi antarinsiden dan berpengaruh terhadap durasi pemulihanMemperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan sejak awal penanganan guna menjamin ketersediaan akses dan data pendukung
TW 2Penyusunan laporan memerlukan konsolidasi dan verifikasi data capaian dari beberapa sumber dataMempertahankan pola penyusunan laporan yang telah berjalan dan menjamin ketepatan penyelesaian laporan
24
Persentase insiden keamanan informasi yang dapat diatasi terhadap total insiden keamanan informasi yang terjadi
Persentase Notifikasi Potensi Gangguan Keamanan Informasi yang Direspon sampai dengan Periode Pelaporan
D22
Rincian Kegiatan15 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penyusunan Laporan Harian Maintenance CTS
T
90 DokumenR91 Dokumen
T
180 DokumenR91 Dokumen
T
272 DokumenR–
T
364 DokumenR–
TW 1Tidak ada hambatan-
TW 2Tidak ada hambatan–
2
Penyusunan Laporan Dukungan Literasi Positif
T
90 DokumenR182 Dokumen
T
180 DokumenR182 Dokumen
T
272 DokumenR–
T
364 DokumenR–
TW 1Terdapat perubahan dinamika isu sehingga pembuatan laporan harus mengikuti dinamika isu yang terjadiMenyusun laporan yang mengacu pada laporan harian analisis strategis komunikasi publik dan agenda setting
TW 2Terdapat perubahan dinamika isu sehingga pembuatan laporan harus mengikuti dinamika isu yang terjadiMenyusun laporan yang mengacu pada laporan harian analisis strategis komunikasi publik dan agenda setting
3
Penyusunan Laporan Harian Analisis Strategis Komunikasi Publik dan Agenda Setting
T
91 DokumenR91 Dokumen
T
181 DokumenR91 Dokumen
T
273 DokumenR–
T
364 DokumenR–
TW 1Tidak ada hambatan-
TW 2Tidak ada hambatan-
4
Penyusunan Laporan Monitoring Trend
T
90 DokumenR90 Dokumen
T
181 DokumenR181 Dokumen
T
273 DokumenR–
T
365 DokumenR–
TW 1Tidak ada hambatan-
TW 2Tidak ada hambatan-
5
Penyusunan Laporan Social Cyber Insight
T
90 DokumenR90 Dokumen
T
181 DokumenR181 Dokumen
T
273 DokumenR–
T
365 DokumenR–
TW 1Tidak ada hambatan-
TW 2Tidak ada hambatan-
6
Penyusunan Laporan Hasil Patroli Siber Tematik
T
27 DokumenR36 Dokumen
T
56 DokumenR70 Dokumen
T
83 DokumenR–
T
112 DokumenR–
TW 1Terdapat penyesuaian dinamika isu yang berkembang serta permintaan dan/atau kebutuhan yang adaMelakukan pemantauan isu secara berkala serta menyesuaikan tema dan prioritas berdasarkan perkembangan isu, kebutuhan, dan/atau permintaan
TW 2Terdapat penyesuaian dinamika isu yang berkembang serta permintaan dan/atau kebutuhan yang adaMelakukan pemantauan isu secara berkala serta menyesuaikan tema dan prioritas berdasarkan perkembangan isu, kebutuhan, dan/atau permintaan
7
Penyusunan Laporan Rekapitulasi Hasil Patroli Siber
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
2 DokumenR3 Dokumen
T
3 DokumenR–
T
7 DokumenR–
TW 1Tidak ada hambatan-
TW 2Tidak ada hambatan-
8
Penyusunan Laporan Layanan Hasil Penelusuran Rekam Jejak Digital
T
8 DokumenR28 Dokumen
T
16 DokumenR31 Dokumen
T
24 DokumenR–
T
32 DokumenR–
TW 1Terdapat penyesuaian dinamika isu yang berkembang serta permintaan dan/atau kebutuhan yang adaMelakukan pemantauan isu secara berkala dan melakukan koordinasi dengan K/L terkait
TW 2Terdapat penyesuaian dinamika isu yang berkembang serta permintaan dan/atau kebutuhan yang adaMelakukan pemantauan isu secara berkala dan melakukan koordinasi dengan K/L terkait
9
Penyusunan Dokumen Standar atau Prosedur Kerja Patroli Siber
Persentase pemanfaatan inovasi hasil perekayasaan di bidang keamanan siber dan sandi
Persentase Pemanfaatan Inovasi Hasil Perekayasaan di Bidang Keamanan Siber dan Sandi
P1
Rincian Kegiatan4 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Sistem Pengamanan Dokumen
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
–
2
Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Keamanan Teknologi Terkini
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
–
3
Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Blockchain
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
–
4
Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Sistem Analisis Malware
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
–
26
Nilai kematangan penyelenggara persandian Sektor Pemerintah Pusat
Persentase Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Kematangan Penyelenggara Persandian Pemerintah Pusat
D31
Rincian Kegiatan1 kegiatanRealisasi belum diisi
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pembinaan Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber pada Perwakilan RI di Luar Negeri TA. 2026
T
–R–
T
–R–
T
6 KegiatanR–
T
–R–
–
27
Nilai kematangan penyelenggara persandian PSE sektor Pemerintahan Daerah
Persentase Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Kematangan Penyelenggara Persandian Pemerintah Daerah
D32
Rincian Kegiatan10 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan dan Pengembangan Bidang Persandian pada 38 Provinsi
T
38 StakeholderR38 Stakeholder
T
38 StakeholderR–
T
38 StakeholderR–
T
38 StakeholderR–
TW 1Belum optimalnya koordinasi dan sinkronisasi perencanaan
urusan persandian antarprovinsi.Meningkatkan koordinasi dan
sinkronisasi secara berkala serta memberikan pendampingan dalam
penyusunan perencanaan.
2
Rapat Koordinasi urusan Persandian untuk pengamanan informasi pada pemerintah Provinsi
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2Belum optimalnya koordinasi dan sinkronisasi perencanaan
urusan persandian antarprovinsi.Meningkatkan koordinasi dan
sinkronisasi secara berkala serta memberikan pendampingan dalam
penyusunan perencanaan.
3
Pembinaan Persandian untuk Pengamanan Informasi pada Provinsi, kabupaten dan kota dalam wilayahnya
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Belum meratanya kapasitas SDM dan penerapan persandian di pemerintah daerah.Melaksanakan pembinaan dan
asistensi sesuai kebutuhan dan tingkat kematangan masing-masing daerah.
4
Asistensi dan Bimtek Penguatan Ekosistem Keamanan Siber dan Sandi pada provinsi baru
T
•1 KegiatanR1 Kegiatan
T
4 KegiatanR4 Kegiatan
T
5 KegiatanR–
T
5 KegiatanR–
TW 1Belum meratanya kapasitas SDM dan penerapan persandian di pemerintah daerah.Melakukan pemetaan kebutuhan dan memberikan asistensi secara bertahap sesuai tingkat kesiapan masing-masing
pemerintah daerah.
TW 2Belum meratanya kapasitas SDM dan penerapan persandian di pemerintah daerah.Melaksanakan pembinaan dan
asistensi sesuai kebutuhan dan tingkat kematangan
masing-masing daerah.
5
Forum Evaluasi Penguatan Ekosistem Keamanan Siber dan Sandi pada Provinsi Baru
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
6
Evaluasi Penyelenggaraan Persandian
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
7
Keikutsertaan Sinkronisasi Urusan Persandian Nasional
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
8
Forum Komunikasi Sandi Daerah
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
9
Pelaksanaan Pembinaan Peningkatan Kapasitas SDM Keamanan Siber dan Sandi
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
10
Penguatan Persandian untuk Pengamanan Informasi Pemerintah Daerah
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
28
Persentase insiden keamanan informasi yang dapat diatasi melalui operasi kriptografi dan keamanan sinyal terhadap total insiden keamanan informasi yang terjadi
Persentase Insiden Keamanan Informasi yang Dapat Diatasi melalui Operasi Kriptografi dan Keamanan Sinyal yang Telah Dilakukan Analisis dan Klasifikasi Awal pada Triwulan Berjalan
D23
Rincian Kegiatan3 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Klasifikasi insiden yang diterima
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
2 DokumenR–
T
3 DokumenR–
TW 1Manual IKU baru disusun pada triwulan 2, dan terdapat penyelerasan manual IKU satu kedeputianPenyesuaian kegiatan
dengan manual IKU yang
baru
TW 2Manual IKU baru disusun pada triwulan 2, dan terdapat penyelarasan manual IKU satu kedeputianPenyesuaian kegiatan dengan manual IKU yang baru
2
Analisis insiden yang telah diklasifikasi
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
2 DokumenR–
T
3 DokumenR–
TW 1Manual IKU baru disusun pada triwulan 2, dan terdapat penyelerasan manual IKU satu kedeputianPenyesuaian kegiatan
dengan manual IKU yang
baru
TW 2Manual IKU baru disusun pada triwulan 2, dan terdapat penyelarasan manual IKU satu kedeputianPenyesuaian kegiatan dengan manual IKU yang baru
3
Penanganan insiden
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
2 DokumenR–
T
3 DokumenR–
TW 1Manual IKU baru disusun pada triwulan 2, dan terdapat penyelerasan manual IKU satu kedeputianPenyesuaian kegiatan
dengan manual IKU yang
baru
TW 2Manual IKU baru disusun pada triwulan 2, dan terdapat penyelarasan manual IKU satu kedeputianPenyesuaian kegiatan dengan manual IKU yang baru
29
Persentase rekomendasi hasil analisis sinyal terhadap deteksi sinyal
Persentase Pelaksanaan Operasi Analisis Sinyal pada Periode Tahun Berjalan
D23
Rincian Kegiatan3 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Operasi deteksi sinyal terkait ancaman non-tradisional di Kabupaten Lingga
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Efisiensi anggara yang menyebabkan tertundanya pelaksanaan kegiatanPersiapan berkas kegiatan di awal tahun
TW 2Kegiatan tidak sesuai dengan rencana pelaksanaan yang dilakukan di TW II awal karena adanya efisiensi anggaranPerencanaan yang lebih matang dan persiapan pelaksanaan berkas kegiatan di awal tahun
2
Operasi Profiling Sinyal Indo Pasifik yang dilaksanakan berbarengan dengan KKOLN di negara India
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Terdapat perubahan rencana kegiatan yang semula kegiatan perjalanan dinas luar negeri menjadi perjalanan dinas dalam negeri dan kembali menjadi perjalanan dinas luar negeri. Serta pelaksanaan kegiatan yang dibarengi dengan kegiatan KKOLN T.A 2026Penyesuaian pada KAK & RAB pengajuan kegiatan serta percepatan pelaksanaan kegiatan agar capaian kinerja sesuai dengan perencanaan
TW 2Terdapat perubahan rencana kegiatan yang semula kegiatan perjalanan dinas luar negeri menjadi perjalanan dinas dalam negeri dan kembali menjadi perjalanan dinas luar negeri. Serta pelaksanaan kegiatan yang dibarengi dengan kegiatan KKOLN T.A 2026Penyesuaian pada KAK & RAB pengajuan kegiatan serta percepatan pelaksanaan kegiatan agar capaian kinerja sesuai dengan perencanaan
3
Operasi Profiling Sinyal Indo Pasifik yang dilaksanakan berbarengan dengan KKOLN di negara Tiongkok
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Terdapat perubahan rencana kegiatan yang semula kegiatan perjalanan dinas luar negeri menjadi perjalanan dinas dalam negeri dan kembali menjadi perjalanan dinas luar negeri. Serta pelaksanaan kegiatan yang dibarengi dengan kegiatan KKOLN T.A 2026Penyesuaian pada KAK & RAB pengajuan kegiatan serta percepatan pelaksanaan kegiatan agar capaian kinerja sesuai dengan perencanaan
TW 2Terdapat perubahan rencana kegiatan yang semula kegiatan perjalanan dinas luar negeri menjadi perjalanan dinas dalam negeri dan kembali menjadi perjalanan dinas luar negeri. Serta pelaksanaan kegiatan yang dibarengi dengan kegiatan KKOLN T.A 2026Penyesuaian pada KAK & RAB pengajuan kegiatan serta percepatan pelaksanaan kegiatan agar capaian kinerja sesuai dengan perencanaan
30
Nilai RB General BSSN
Persentase Pelaksanaan Rencana Aksi RB General BSSN
SU
Rincian Kegiatan144 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penyelerasan IKU level BSSN-Mkerma
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Pembahasan IKU MKerma melibatkan beberapa unit kerja di lingkungan BSSN, sehingga S1 selaku koordinator perlu mengkoordinasikan waktu pelaksanaan kegiatan yang tepat.Melakukan koordinasi antar unit kerja secara intensif terkait ketersediaan waktu untuk pelaksanaan kegiatan.
2
Pelaksanaan Dialog Kinerja Organisasi PKO
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Pembahasan IKU MKerma melibatkan beberapa unit kerja di lingkungan BSSN, sehingga S1 selaku koordinator perlu mengkoordinasikan waktu pelaksanaan kegiatan yang tepat.Melakukan koordinasi antar unit kerja secara intensif terkait ketersediaan waktu untuk pelaksanaan kegiatan.
3
Reviu Pohon Kinerja BSSN
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Pembahasan Pohon Kinerja melibatkan beberapa unit kerja di lingkungan BSSN, sehingga S1 selaku koordinator perlu mengkoordinasikan waktu pelaksanaan kegiatan yang tepat.Melakukan koordinasi antar unit kerja secara intensif terkait ketersediaan waktu untuk pelaksanaan kegiatan.
4
Evaluasi Capaian IKU 2025
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Penyampaian capaian IKU dari unit kerja pengampu tidak tepat waktu.Koordinasi secara intens dengan unit kerja pengampu terkait capaian IKU serta kendala/hambatannya.
5
Reviu Dokumen Rencana Aksi dam Unit Kerja Tahun 2026
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Penyampaian renaksi unit kerja tidak tepat waktu.Koordinasi secara intens dengan unit kerja.
6
Penyusunan Laporan Monitoring Rencana Aksi Unit Kerja
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2Penyampaian monitoring renaksi unit kerja tidak tepat waktuKoordinasi secara intens dengan unit kerja terkait capaian.
7
Implementasi Aplikasi Performa
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
8
Penyusunan Laporan Kinerja BSSN Semester 1
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
9
Reviu atas Perka BSSN Nomor 3 Tahun 2023 tentang Evaluasi AKIP di BSSN
Pengesahan Perka Manajemen Kinerja Organisasi (MKO)
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
12
Penyusunan Konsep Laporan Kinerja BSSN Tahunan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
13
Implementasi Aplikasi E-AKIP
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
14
Penyusunan Rancangan Awal Renja BSSN
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Waktu penyampaian Ranwal Renja terbatasS1 menyusun ranwal renja BSSN sebelum adanya surat permohonan ranwal dari Kementerian Keuangan untuk mengantisipasi deadline.
15
Penyusunan Berita Acara Rancangan Awal Renja BSSN
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Berita Acara Ranwal Renja berdasarkan waktu pelaksanaan trilateral meeting dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas.Koordinasi intens dengan bagian pengelolaan kinerja jika terdapat keterlambatan dalam pengumpulan dokumen data dukung.
16
Penyusunan Rancangan Renja BSSN Pagu Indikatif
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Waktu penyampaian Renja BSSN Pagu Indikatif terbatas.S1 menyusun konsep pagu indikatif BSSN sebelum adanya surat permohonan pagu indikatif dari Kementerian Keuangan untuk mengantisipasi deadline.
17
Penyusunan Berita Acara Rancangan Renja BSSN Pagu Indikatif
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Berita Acara Rancangan Renja Pagu Indikatif berdasarkan waktu pelaksanaan trilateral meeting dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas.Koordinasi intens dengan bagian pengelolaan kinerja jika terdapat keterlambatan dalam pengumpulan dokumen data dukung.
18
Penyusunan Renja BSSN Pagu Anggaran
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
19
Penyusunan Berita Acara Renja BSSN Pagu Anggaran
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
20
Pemutakhiran Renja
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
21
Sinkronisasi Renja dan RKA
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
22
Penyusunan Berita Acara Renja BSSN Pagu Alokasi Anggaran
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
23
Penyusunan Berita Acara Pembahasan IPPN
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
24
Integrasi dan Sinkronisasi dokumen program dan anggaran BSSN T.A.2027
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
25
Monitoring dan Pengendalian Pelaksanaan Anggaran
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1IKPA merupakan alat ukur dari Kementerian Keuangan sehingga penilaian dilakukan oleh Kementerian KeuanganMendokumentasikan semua kegiatan penyusunan dan pelaksanaan anggaran sehingga seluruh data dukung untuk renaksi IKPA dapat terpenuhi
TW 2IKPA merupakan alat ukur dari Kementerian Keuangan sehingga penilaian dilakukan oleh Kementerian KeuanganMendokumentasikan semua kegiatan penyusunan dan pelaksanaan anggaran sehingga seluruh data
26
Monitoring Capaian Prioritas Nasional
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Penyampaian laporan PN dari unit kerja pengampu tidak tepat waktu.Koordinasi secara intens dengan unit kerja pengampu terkait capaian PN serta kendala/hambatannya
TW 2Penyampaian laporan PN dari unit kerja pengampu tidak tepat waktu.Koordinasi secara intens dengan unit kerja pengampu terkait capaian PN serta kendala/hambatannya
27
Monitoring Capaian IKU
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Penyampaian laporan capaian IKU dari unit kerja pengampu tidak tepat waktu.Koordinasi secara intens dengan unit kerja pengampu terkait capaian IKU serta kendala/hambatannya
TW 2Penyampaian laporan capaian IKU dari unit kerja pengampu tidak tepat waktu.Koordinasi secara intens dengan unit kerja pengampu terkait capaian IKU serta kendala/hambatannya
28
Laporan Keuangan BSSN Tahun 2025 Unaudited
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 11. Pemahaman penggunakan akun masih belum merata di
lingkungan unit kerja;
2. Pengelolaan Aset pada Unit Kerja belum dikelola dengan baik, terkhusus aset-aset hasil migrasi dari Lembaga Sandi Negara;
3. Temuan berulang terkait kekurangan volume dan kesalahan pembebanan kemungkinan dapat terjadi jika Pengelola Anggaran
tidak menjalankan fungsi monitoringnya dengan baikSelain Tim Pengelola Anggaran, peran aktif dari Inspektorat sangat diperlukan dalam hal pelaksanaan dan pendampingan jalannya kegiatan operasional di BSSN. Selain itu, peran user dalam hal ini unit kerja terkait tidak kalah pentingnya dalam hal pelaksanaan anggaran, baik secara substantif maupun administratif seperti :
1. Memastikan pekerjaan selesai dan alat yang dibeli berfungsi sesuai kebutuhan dengan melakukan UAT bersama PPK;
2. Memberikan pertanggungjawaban tepat waktu dan sesuai ketentuan yang berlaku;
3. Merawat dan melaporkan aset yang sudah tidak digunakan, dialih fungsikan atau dipindahtangankan kepada BMN dengan melakukan inventarisasi aset secara berkala
29
Surat Hasil Rekonsiliasi Bulan Januari
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 11. Pemahaman menggunakan akun masih belum merata di lingkungan unit kerja;
2. Pengelolaan Aset pada Unit Kerja belum dikelola dengan baik, terkhusus aset-aset hasil migrasi dari Lembaga Sandi Negara;
3. Temuan berulang terkait kekurangan volume dan kesalahan pembebanan kemungkinan dapat terjadi jika Pengelola Anggaran tidak menjalankan fungsi monitoringnya dengan baikSelain Tim Pengelola Anggaran, peran aktif dari Inspektorat sangat diperlukan dalam hal pelaksanaan dan pendampingan jalannya kegiatan operasional di BSSN. Selain itu, peran user dalam hal ini unit kerja terkait tidak kalah pentingnya dalam hal pelaksanaan anggaran, baik secara substantif maupun administratif seperti :
1. Memastikan pekerjaan selesai dan alat yang dibeli berfungsi sesuai kebutuhan dengan melakukan UAT bersama PPK;
2. Memberikan pertanggungjawaban tepat waktu dan sesuai ketentuan yang berlaku;
3. Merawat dan melaporkan aset yang sudah tidak digunakan, dialih fungsikan atau dipindahtangankan kepada BMN dengan melakukan inventarisasi aset secara berkala
30
Surat Hasil Rekonsiliasi Bulan Februari
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 11. Pemahaman menggunakan akun masih belum merata di lingkungan unit kerja;
2. Pengelolaan Aset pada Unit Kerja belum dikelola dengan baik, terkhusus aset-aset hasil migrasi dari Lembaga Sandi Negara;
3. Temuan berulang terkait kekurangan volume dan kesalahan pembebanan kemungkinan dapat terjadi jika Pengelola Anggaran tidak menjalankan fungsi monitoringnya dengan baikSelain Tim Pengelola Anggaran, peran aktif dari Inspektorat sangat diperlukan dalam hal pelaksanaan dan pendampingan jalannya kegiatan operasional di BSSN. Selain itu, peran user dalam hal ini unit kerja terkait tidak kalah pentingnya dalam hal pelaksanaan anggaran, baik secara substantif maupun administratif seperti :
1. Memastikan pekerjaan selesai dan alat yang dibeli berfungsi sesuai kebutuhan dengan melakukan UAT bersama PPK;
2. Memberikan pertanggungjawaban tepat waktu dan sesuai ketentuan yang berlaku;
3. Merawat dan melaporkan aset yang sudah tidak digunakan, dialih fungsikan atau dipindahtangankan kepada BMN dengan melakukan inventarisasi aset secara berkala
31
Laporan Keuangan BSSN Tahun 2025 Audited
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 21. Pemahaman penggunakan akun masih belum merata di lingkungan unit kerja;
2. Pengelolaan Aset pada Unit Kerja belum dikelola dengan baik, terkhusus aset-aset hasil migrasi dari
Lembaga Sandi Negara;
3. Temuan berulang terkait
kekurangan volume dan kesalahan pembebanan kemungkinan dapat terjadi jika Pengelola Anggaran tidak menjalankan fungsi monitoringnya dengan baikSelain Tim Pengelola Anggaran, peran aktif dari Inspektorat sangat diperlukan dalam hal pelaksanaan dan pendampingan jalannya kegiatan operasional di BSSN.
Selain itu, peran user dalam hal ini unit kerja terkait tidak kalah pentingnya dalam hal pelaksanaan anggaran, baik secara substantif maupun administratif seperti :
1.Memastikan pekerjaan selesai dan alat yang dibeli berfungsi sesuai kebutuhan dengan melakukan UAT bersama PPK;
2.Memberikan pertanggungjawaban tepat waktu dan sesuai ketentuan yang berlaku;
3.Merawat dan melaporkan aset
yang sudah tidak digunakan,
dialih fungsikan atau dipindahtangankan kepada BMN dengan melakukan inventarisasi aset secara berkala.
32
Surat Hasil Rekonsiliasi Bulan Maret
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 21. Pemahaman menggunakan akun masih belum merata di lingkungan unit kerja;
2. Pengelolaan Aset pada Unit Kerja belum dikelola dengan baik, terkhusus aset-aset hasil migrasi dari Lembaga Sandi Negara;
3. Temuan berulang terkait kekurangan volume dan kesalahan pembebanan kemungkinan dapat terjadi jika Pengelola Anggaran tidak menjalankan fungsi monitoringnya dengan baikSelain Tim Pengelola Anggaran, peran aktif dari Inspektorat sangat diperlukan dalam hal pelaksanaan dan pendampingan jalannya kegiatan operasional di BSSN. Selain itu, peran user dalam hal ini unit kerja terkait tidak kalah pentingnya dalam hal pelaksanaan anggaran, baik secara substantif maupun administratif seperti :
1. Memastikan pekerjaan selesai dan alat yang dibeli berfungsi sesuai kebutuhan dengan melakukan UAT bersama PPK;
2. Memberikan pertanggungjawaban tepat waktu dan sesuai ketentuan yang berlaku;
3. Merawat dan melaporkan aset yang sudah tidak digunakan, dialih fungsikan atau dipindahtangankan kepada BMN dengan melakukan inventarisasi aset secara berkala
33
Surat Hasil Rekonsiliasi Bulan April
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 21. Pemahaman menggunakan akun masih belum merata di lingkungan unit kerja;
2. Pengelolaan Aset pada Unit Kerja belum dikelola dengan baik, terkhusus aset-aset hasil migrasi dari Lembaga Sandi Negara;
3. Temuan berulang terkait kekurangan volume dan kesalahan pembebanan kemungkinan dapat terjadi jika Pengelola Anggaran tidak menjalankan fungsi monitoringnya dengan baik
Selain Tim Pengelola Anggaran, peran aktif dari Inspektorat sangat diperlukan dalam hal pelaksanaan dan pendampingan jalannya kegiatan operasional di BSSN.Selain Tim Pengelola Anggaran, peran aktif dari Inspektorat sangat diperlukan dalam hal pelaksanaan dan pendampingan jalannya kegiatan operasional di BSSN. Selain itu, peran user dalam hal ini unit kerja terkait tidak kalah pentingnya dalam hal pelaksanaan anggaran, baik secara substantif maupun administratif seperti :
1. Memastikan pekerjaan selesai dan alat yang dibeli berfungsi sesuai kebutuhan dengan melakukan UAT bersama PPK;
2. Memberikan pertanggungjawaban tepat waktu dan sesuai ketentuan yang berlaku;
3. Merawat dan melaporkan aset yang sudah tidak digunakan, dialih fungsikan atau dipindahtangankan kepada BMN dengan melakukan inventarisasi aset secara berkala
34
Surat Hasil Rekonsiliasi Bulan Mei
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 21. Pemahaman menggunakan akun masih belum merata di lingkungan unit kerja;
2. Pengelolaan Aset pada Unit Kerja belum dikelola dengan baik, terkhusus aset-aset hasil migrasi dari Lembaga Sandi Negara;
3. Temuan berulang terkait kekurangan volume dan kesalahan pembebanan kemungkinan dapat terjadi jika Pengelola Anggaran tidak menjalankan fungsi monitoringnya dengan baikSelain Tim Pengelola Anggaran, peran aktif dari Inspektorat sangat diperlukan dalam hal pelaksanaan dan pendampingan jalannya kegiatan operasional di BSSN.
Selain Tim Pengelola Anggaran, peran aktif dari Inspektorat sangat diperlukan dalam hal pelaksanaan dan pendampingan jalannya kegiatan operasional di BSSN. Selain itu, peran user dalam hal ini unit kerja terkait tidak kalah pentingnya dalam hal pelaksanaan anggaran, baik secara substantif maupun administratif seperti :
1. Memastikan pekerjaan selesai dan alat yang dibeli berfungsi sesuai kebutuhan dengan melakukan UAT bersama PPK;
2. Memberikan pertanggungjawaban tepat waktu dan sesuai ketentuan yang berlaku;
3. Merawat dan melaporkan aset yang sudah tidak digunakan, dialih fungsikan atau dipindahtangankan kepada BMN dengan melakukan inventarisasi aset secara berkala
35
Laporan Keuangan BSSN Semester I Tahun 2026
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
36
Surat Hasil Rekonsiliasi Bulan Juni
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
37
Surat Hasil Rekonsiliasi Bulan Juli
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
38
Surat Hasil Rekonsiliasi Bulan Agustus
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
39
Laporan Keuangan BSSN Triwulan III Tahun 2026
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
40
Laporan PIPK 2026
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
41
Surat Hasil Rekonsiliasi Bulan September
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
42
Surat Hasil Rekonsiliasi Bulan Oktober
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
43
Surat Hasil Rekonsiliasi Bulan November
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
44
Penyusunan Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Badan Siber dan Sandi Negara tentang SOTK BSSN
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Kesulitan menyamakan waktu, keterlambatan respons, perbedaan pemahamanMenentukan PIC yang jelas, membuat media komunikasi khusus, menyampaikan informasi secara tertulis, serta melakukan konfirmasi dan tindak lanjut
45
Penyusunan Naskah Urgensi dan Rancangan Peraturan Badan Siber dan Sandi Negara tentang SOTK UPT BSSN
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Kesulitan menyamakan waktu, keterlambatan respons, perbedaan pemahamanMenentukan PIC yang jelas, membuat grup/media komunikasi khusus, menyampaikan informasi secara tertulis, serta melakukan konfirmasi dan tindak lanjut
46
Pembahasan substansi dengan Kementerian PAN RB dan Perbaikan Rancangan Peraturan tentang SOTK BSSN
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
47
Pembahasan substansi dengan Kementerian PAN RB dan Perbaikan Rancangan Peraturan tentang SOTK UPT BSSN
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
48
Penyusunan kertas kerja penyederhanaan struktur organisasi BSSN yang telah disetujui dan diajukan kepada Kementerian PAN RB
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 3--
49
Penyusunan Rancangan Peraturan Badan Siber dan Sandi Negara tentang SOTK BSSN untuk mendapatkan tanggapan hukum dan harmonisasi
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
50
Penyusunan Rancangan Peraturan Badan Siber dan Sandi Negara tentang SOTK UPT BSSN untuk mendapatkan tanggapan hukum dan harmonisasi
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
51
Pemenuhan Kepka Squad Team di Lingkungan BSSN Tahun Anggaran 2026
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1informasi tidak tersampaikan kepada seluruh pihakMenyampaikan informasi secara tertulis, serta melakukan konfirmasi dan tindak lanjut.
52
Pemenuhan Layanan SOP
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Jadwal kegiatan saling berbenturan, perubahan waktu mendadak, atau terlalu banyak agenda dalam satu waktuMembuat jadwal terintegrasi, menentukan skala prioritas, menyediakan waktu cadangan, dan melakukan konfirmasi jadwal secara berkala
TW 2Jadwal kegiatan saling berbenturan, perubahan waktu mendadak, atau terlalu banyak agenda dalam satu waktuMembuat jadwal terintegrasi, menentukan skala prioritas, menyediakan waktu cadangan, dan melakukan konfirmasi jadwal secara berkala
53
Penyusunan Naskah Urgensi Peta Jalan Arsitektur Organisasi Digital
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
54
Pengembangan Proses Bisnis
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
55
Penyusunan Rancangan Peraturan Kepala BSSN tentang Pedoman Mekanisme Kerja di lingkungan BSSN untuk mendapatkan tanggapan hukum dan harmonisasi
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
56
Penetapan Rencana Aksi RB General
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Masing-masing pihak memiliki pemahaman atau target yang berbeda.Membuat kesepakatan yang jelas mengenai tugas, target, waktu, dan tanggung jawab, kemudian mendokumentasikan hasil koordinasi
57
Penetapan Rencana Aksi RB Tematik
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Informasi tidak tersampaikan
kepada seluruh pihakMenyampaikan informasi secara tertulis, serta melakukan konfirmasi dan tindak lanjut
58
Penyusunan Laporan Kesiapan Input Dokumen Rencana Aksi yang telah disahkan Pada Portal RB Nasional
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
59
Pengukuran Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Jadwal kegiatan saling berbenturan, perubahan waktu mendadakMenyediakan waktu cadangan, dan melakukan konfirmasi jadwal secara berkala
TW 2Jadwal kegiatan saling berbenturan, perubahan waktu mendadakMenyediakan waktu cadangan, dan melakukan konfirmasi jadwal secara berkala
60
Pengukuran Potensi
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Jadwal kegiatan saling berbenturan, perubahan waktu mendadakMenyediakan waktu cadangan, dan melakukan konfirmasi jadwal secara berkala
TW 2Jadwal kegiatan saling berbenturan, perubahan waktu mendadakMenyediakan waktu cadangan, dan melakukan konfirmasi jadwal secara berkala
61
Pengisian Jabatan Manajerial menggunakan mekanisme Manajemen Talenta
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Persiapan yang sudah dilakukan menjadi tidak sesuai atau membutuhkan penyesuaian cepatMemastikan pihak terkait mudah dihubungi ketika terjadi perubahan
62
Pengembangan Layanan Bantuan Kepegawaian Berbasis AI (sinawAI)
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Karena kegiatan sangat banyak, evaluasi sering tertundaMenjadwalkan evaluasi rutin mencatat kendala dan solusi setiap kegiatan, serta menggunakan hasil evaluasi sebagai dasar perbaikan kegiatan berikutnya
63
Deployment Aplikasi Talenta ke Infrastruktur Pusdatik
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Karena kegiatan sangat banyak, evaluasi sering tertundaMenjadwalkan evaluasi rutin, mencatat kendala dan solusi setiap kegiatan, serta menggunakan hasil evaluasi sebagai dasar perbaikan kegiatan berikutnya
64
Ujicoba Sistem Manajemen Pengetahuan
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Evaluasi sering tertundaMenjadwalkan evaluasi rutin, mencatat kendala dan solusi setiap kegiatan,
65
Pelaksanaan Formal Learning, Social Learning, dan Experiential Learning
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 2Persiapan yang sudah dilakukan menjadi tidak sesuai atau membutuhkan penyesuaian cepat.Memastikan pihak terkait mudah dihubungi ketika terjadi perubahan
66
Pembentukan, Konsolidasi dan Penguatan peran Tim IKED Tahun 2026
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Kesulitan menyamakan waktu, keterlambatan respons, perbedaan pemahamanMenentukan PIC yang jelas, membuat grup/media komunikasi khusus, menyampaikan informasi secara tertulis, serta melakukan konfirmasi dan tindak lanjut
67
Pelaksanaan Pemberian Penghargaan dan Penegakan Disiplin
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 2Jadwal kegiatan saling berbenturan, perubahan waktu mendadakMenyediakan waktu cadangan, dan melakukan konfirmasi jadwal secara berkala
68
Penyusunan Laporan ABK Tahun 2026
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Masing-masing pihak memiliki pemahaman atau target yang berbeda.Membuat kesepakatan yang jelas mengenai tugas, target, waktu, dan tanggung jawab, kemudian mendokumentasikan hasil koordinasi.
69
Penyusunan Talent Pool Pegawai
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 2Fokus terbagi, pekerjaan menumpuk, dan terdapat kegiatan yang berpotensi terlewatMenyusun prioritas berdasarkan urgensi dan dampak, menggunakan daftar tugas, menetapkan tenggat waktu, dan melakukan evaluasi progres
70
Penyusunan Pengembangan Talenta
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 2Kebijakan baru munculMemantau perkembangan kebijakan secara rutin
71
Penyusunan Jalur Karier Rumpun Jabatan Teknis di lingkungan BSSN
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Kebijakan baru munculMemantau perkembangan kebijakan secara rutin
72
Penetapan Tim Transformasi Perubahan Tahun 2026
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Informasi tidak tersampaikan kepada seluruh pihakMenyampaikan informasi secara tertulis, serta melakukan konfirmasi dan tindak lanjut.
73
Pengembangan Tools Analisis Kesesuaian Uraian Tugas ABK Berbasis AI
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
74
Pembangunan Corporate University BSSN
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
75
Penyusunan Peraturan tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
76
Penyusunan Kepka BSSN tentang Revisi Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja di lingkungan BSSN
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 3--
77
Penyusunan Laporan Pengelolaan Arsip Digital Kepegawaian melalui DMS
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
78
Penyusunan Dokumen HCDP BSSN
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
79
Evaluasi Penyelenggaraan Sistem Manajemen Pengetahuan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
80
Evaluasi Pasca Pelatihan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
81
Penyusunan Laporan Internalisasi Kode Etik dan Disiplin Pegawai
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
82
Penyusunan Kebutuhan ASN Tahun 2026
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
83
Penyusunan Kamus Kompetensi Teknis Bidang Non Keamanan Siber dan Sandi di lingkungan BSSN
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
84
Penyusunan Jabatan Kategori Promosi dan Pemantapan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
85
Penyusunan Dokumen ICP untuk Jabatan Fungsional
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
86
Penyusunan Laporan Pengelolaan Tim Transformasi Perubahan Tahun 2026
TW 2Keterlambatan respons, perbedaan pemahaman, atau informasi tidak tersampaikan kepada seluruh pihakMembuat grup/media komunikasi khusus, menyampaikan informasi secara tertulis
89
Monitoring dan Evaluasi Road Map BerAKHLAK Tahun 2026
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
90
Kepka Tim Asesor Indeks Reformasi Hukum (IRH) 2026
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Tidak terdapat hambatan yang signifikan, hanya memerlukan koordinasi penetapan personel.Melakukan koordinasi untuk percepatan penetapan tim.
91
Kepka Tim Kerja IRH 2026
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Penyesuaian komposisi anggota tim sesuai tugas dan fungsi unit kerja.Melaksanakan koordinasi dan finalisasi susunan tim sebelum penetapan.
92
Laporan kick off meeting Tim Asesor dan Tim Kerja IRH 2026
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Tidak terdapat hambatan yang signifikan.Menyusun dan mendokumentasikan hasil rapat secara tepat waktu.
93
Laporan pengumpulan data dukung IRH
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Pengumpulan data dukung memerlukan waktu dan harus dilakukan verifikasi.Melakukan monitoring dan analisis data dukung bersama tim
94
Daftar kebijakan (regulasi) yang berpotensi menjadi objek Penilaian Mandiri IKK
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Banyaknya regulasi yang perlu diidentifikasi dan ditelaah.Melakukan inventarisasi dan klasifikasi regulasi secara bertahap.
95
Kepka Tim Pelaksana Penilaian Mandiri IKK 2026
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Tidak terdapat hambatan yang signifikanMelaksanakan koordinasi percepatan proses penetapan tim.
96
Laporan kick off meeting Tim Pelaksana Penilaian Mandiri IKK 2026
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Keterbatasan waktu penyesuaian jadwal peserta rapatMenetapkan jadwal rapat lebih awal dan mendokumentasikan hasil rapat secara lengkap
97
Laporan pengumpulan data dukung IKK 2026
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
98
Laporan penggunaan Aplikasi SRIKANDI (kirim-terima surat)
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Tidak terdapat hambatan yang signifikan.Melaksanakan koordinasi penggunaan aplikasi dengan para TU unit kerja
99
Laporan penggunaan APLIKASI SRIKANDI (kirim-terima surat)
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Tidak terdapat hambatan yang signifikan.Melaksanakan koordinasi penggunaan aplikasi dengan para TU unit kerja
100
Daftar alih media
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Tidak terdapat hambatan yang signifikan.Melaksanakan koordinasi penggunaan aplikasi dengan para TU unit kerja
TW 1Tidak terdapat hambatan yang signifikan.Menyusun dan mendokumentasikan laporan secara tepat waktu.
110
Laporan Akhir Pelaksanaan PEKPP
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
111
Laporan Sosialisasi/Bimbingan Teknis Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!)
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Tidak terdapat hambatan yang signifikan.Menyusun dan mendokumentasikan laporan secara tepat waktu.
112
Dokumen KEPKA BSSN tentang Pembentukan Tim Pengelola SP4N- LAPOR!
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Pergantian personel terjadi selama proses penetapan KEPKABerkoordinasi dengan pihakpihak terkait agar tidak terdapat kesalahan data personel dalam KEPKA yang ditetapkan
113
Dokumen Publikasi Laporan TW II SP4N-LAPOR!
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
114
Laporan Tahunan SP4N-LAPOR!
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
115
Dokumen Publikasi Laporan Tahunan SP4N-LAPOR!
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
116
Penyusunan Dokumen Penyampaian Rencana Umum Pengadaan (RUP)
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Perencanaan Pengadaan Masih Kurang MatangMelaksanakan sosialisasi terkait perencanaan pengadaan yang baik
117
Penyusunan Dokumen Rekapitulasi pelaksanaan eTendering, e- Purchasing, non e-Tendering dan non ePurchasing, dan e-Kontrak
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Penyerapan anggaran masih dalam proses persiapanMelakukan asistensi penyerapan anggaran yang sesuai dengan peraturan pengadaan barang/jasa
118
Penyusunan Dokumen Rekapitulasi pelaksanaan eTendering, e- Purchasing, non e-Tendering dan non ePurchasing, dan e-Kontrak
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Penyerapan anggaran masih dalam proses persiapanMelakukan asistensi penyerapan anggaran yang sesuai dengan peraturan pengadaan barang/jasa
119
Penyusunan Dokumen Rekapitulasi pelaksanaan eTendering, e- Purchasing, non e-Tendering dan non ePurchasing, dan e-Kontrak
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
120
Penyusunan Dokumen Rekapitulasi pelaksanaan eTendering, e- Purchasing, non e-Tendering dan non ePurchasing, dan e-Kontrak
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
121
Persentase Pelaksanaan Rencana Aksi Indeks Pengelolaan Aset BSSN
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Waktu yang terbatas dalam penyusunan LaporanMenyiapkan draft laporan berdasarkan data sementara dan melakukan penyesuaian segera setelah hasil pemeriksaan BPK
TW 2Waktu yang terbatas dalam penyusunan LaporanMenyiapkan draft laporan berdasarkan data sementara dan melakukan penyesuaian segera setelah hasil pemeriksaan BPK
122
Penyusunan Laporan Realisasi PNBP atas Pengelolaan BMN berupa Penggunaan Rumah Negara
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Pendataan hunian nilai PNBP terlalu dinamisMengimbau dan koordinasi kepada subjek PNBP
123
Penyusunan Laporan Barang Pengguna Semester 2 pada t-1
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Keterbatasan waktu penyusunan Laporan Barang Pengguna karena proses pemeriksaan oleh BPK belum selesai sesuai jadwalMenyiapkan draft laporan berdasarkan data sementara dan melakukan penyesuaian segera setelah hasil pemeriksaan BPK
124
Penyusunan Laporan Barang Pengguna Tahunan Unaudited pada t-1
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Keterbatasan waktu penyusunan Laporan Barang Pengguna karena proses pemeriksaan oleh BPK belum
selesai sesuai jadwalMenyiapkan draft laporan berdasarkan data sementara dan melakukan penyesuaian segera setelah hasil pemeriksaan BPK
125
Penyusunan Laporan Pengawasan dan Pengendalian BMN Semester 2 pada t-1
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Keterbatasan waktu penyusunan Laporan Barang Pengguna karena proses pemeriksaan oleh BPK belum
selesai sesuai jadwalMenyiapkan draft laporan berdasarkan data sementara dan melakukan penyesuaian segera setelah hasil pemeriksaan BPK
126
Penyusunan Dokumen Permohonan Penghapusan ATB
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Belum terdapat kepastian terkait waktu penerbitan persetujuan dari Kementerian Keuangan sehingga berpotensi mempengaruhi target penyelesaian kegiatan.Melakukan koordinasi secara intensif untuk memperoleh informasi perkembangan proses persetujuan serta mendorong percepatan penyelesaiannya.
127
Penyusunan Berita Acara Penelitian BMN Rusak Berat berupa Barang Inventaris
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Penentuan nilai limit BMN belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan dan pedoman yang berlaku.Melaksanakan pelatihan penilaian BMN guna memastikan kesesuaian dengan ketentuan yang berlaku.
128
Penyusunan Berita Acara Penelitian BMN Rusak Berat berupa Kendaraan Dinas
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1--
129
Penyusunan Laporan Barang Pengguna Tahunan Audited pada t-1
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Keterbatasan waktu penyusunan Laporan Barang Pengguna karena proses pemeriksaan oleh BPK belum selesai sesuai jadwalMenyiapkan draft laporan berdasarkan data sementara dan melakukan penyesuaian segera setelah hasil pemeriksaan BPK
130
Penyusunan Surat Keputusan Pemanfaatan BMN
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Keterbatasan waktu penyusunan Laporan Barang
Pengguna karena proses pemeriksaan oleh BPK belum
selesai sesuai jadwalMenyiapkan draft laporan berdasarkan data sementara dan melakukan penyesuaian segera setelah hasil pemeriksaan BPK
131
Penyusunan Surat Keputusan Penghentian BMN berupa Barang Inventaris Kantor
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Terdapat ketidaksesuaian data BMN antara hasil inventarisasi dan data pada SAKTI.Melakukan rekonsiliasi dan validasi data BMN secara berkala
132
Penyusunan Surat Keputusan Penghentian BMN berupa Barang Inventaris di Kantor Balai Deteksi Sinyal
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Keterbatasan waktu penyusunan Surat Keputusan Penghentian BMN berupa Barang Inventaris Kantor di Kantor Balai Deteksi SinyalMenyiapkan draft laporan berdasarkan data sementara
133
Penyusunan Surat Keputusan Penghapusan BMN berupa ATB
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Belum terdapat kepastian terkait waktu penerbitan persetujuan dari Kementerian Keuangan sehingga berpotensi mempengaruhi target penyelesaian kegiatan.Melakukan koordinasi secara intensif untuk memperoleh informasi perkembangan proses persetujuan serta mendorong percepatan penyelesaiannya.
134
Penyusunan Dokumen Pemindahtanganan BMN berupa Hibah Gereja
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Keterbatasan waktu penyusunan DokumenMenyiapkan draft sementara
135
Penyusunan Surat Keputusan PSP BMN berupa Peralatan Mesin dengan Nilai Perolehan di bawah Rp 100.000.000
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Keterbatasan waktu penyusunan DokumenMenyiapkan draft sementara
136
Penyusunan Laporan Barang Pengguna Semester 1 pada t
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
137
Penyusunan Laporan Pengawasan dan Pengendalian BMN Semester 1 pada t
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
138
Penyusunan Surat Keputusan PSP BMN berupa Tanah dan Gedung/Bangunan
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
139
Penyusunan Surat Keputusan Henti Guna BMN Palsan
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
140
Penyusunan Surat Keputusan PSP BMN berupa Peralatan Mesin dengan Nilai Perolehan di atas Rp 100.000.000
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
141
Penyusunan Dokumen Pemindahtanganan BMN berupa Hibah KOICA
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
142
Penyusunan Dokumen Perencanaan Kebutuhan BMN (RKBMN) BSSN pada t+2
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
143
Pembuatan Polis Asuransi Barang Milik Negara (ABMN)
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
144
Penyusunan Dokumen Penghapusan Peralatan Sandi dan APU
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
31
Indeks kesiapsiagaan dan ketahanan siber nasional
Persentase PSE yang Merespons Notifikasi Potensi Gangguan Keamanan Siber Sesuai SLA sampai dengan Periode Pelaporan
TW 1Tidak terdapat hambatan yang berartiMempertahankan pola pelaksanaan yang telah berjalan serta melakukan pemantauan berkala untuk menjaga ketepatan waktu penyusunan dan kelengkapan dokumentasi
TW 2Tidak terdapat hambatan yang berartiMempertahankan pola pelaksanaan yang telah berjalan serta melakukan pemantauan berkala untuk menjaga ketepatan waktu penyusunan dan kelengkapan dokumentasi
2
Penyampaian notifikasi potensi gangguan keamanan siber kepada PSE melalui SIDATU
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Terdapat beberapa notifikasi terhadap pemilik sistem yang belum terdata sebagai CSIRT ataupun belum pernah dikirimkan notifikasi sebelumnya, sehingga memerlukan pencarian dan konfirmasi kontak untuk pengiriman notifikasiMencari kontak berupa email dan nomor Whatsapp dari pemilik sistem elektronik terkait
TW 2Terdapat beberapa notifikasi terhadap pemilik sistem yang belum terdata sebagai CSIRT ataupun belum pernah dikirimkan notifikasi sebelumnya, sehingga memerlukan pencarian dan konfirmasi kontak untuk pengiriman notifikasiMencari kontak berupa email dan nomor Whatsapp dari pemilik sistem elektronik terkait
3
Pemantauan dan pencatatan respons PSE (acknowledgement) atas notifikasi yang telah diberikan
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Beberapa stakeholder masih memberikan respons melebihi waktu SLA yang ditentukanMenyampaikan data stakeholder yang belum memberikan respons kepada pembina sektor untuk ditindaklanjuti
TW 2Beberapa stakeholder masih memberikan respons melebihi waktu SLA yang ditentukanMenyampaikan data stakeholder yang belum memberikan respons kepada pembina sektor untuk ditindaklanjuti
4
Penyusunan laporan evaluasi kepatuhan PSE terhadap SLA respons notifikasi
T
–R–
T
1 LaporanR1 Laporan
T
2 LaporanR–
T
3 LaporanR–
TW 2Penyusunan laporan memerlukan konsolidasi dan verifikasi data capaian dari beberapa sumber data setiap timMempertahankan pola penyusunan laporan yang telah berjalan dan menjamin ketepatan penyelesaian laporan
32
Indeks kesiapsiagaan dan ketahanan siber nasional
Persentase Notifikasi Potensi Gangguan Keamanan Informasi yang Direspon sampai dengan Periode Pelaporan
D2
Rincian Kegiatan15 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penyusunan Laporan Harian Maintenance CTS
T
90 DokumenR91 Dokumen
T
180 DokumenR91 Dokumen
T
272 DokumenR–
T
364 DokumenR–
TW 1Tidak ada hambatan-
TW 2Tidak ada hambatan-
2
Penyusunan Laporan Dukungan Literasi Positif
T
90 DokumenR182 Dokumen
T
180 DokumenR182 Dokumen
T
272 DokumenR–
T
364 DokumenR–
TW 1Terdapat perubahan dinamika isu sehingga pembuatan laporan harus mengikuti dinamika isu yang terjadiMenyusun laporan yang mengacu pada laporan harian analisis strategis komunikasi publik dan agenda setting
TW 2Terdapat perubahan dinamika isu sehingga pembuatan laporan harus mengikuti dinamika isu yang terjadimenyusun laporan yang mengacu pada laporan harian analisis strategis komunikasi publik dan agenda setting
3
Penyusunan Laporan Harian Analisis Strategis Komunikasi Publik dan Agenda Setting
T
91 DokumenR91 Dokumen
T
181 DokumenR91 Dokumen
T
273 DokumenR–
T
364 DokumenR–
TW 1Tidak ada hambatan-
TW 2Tidak ada hambatan-
4
Penyusunan Laporan Monitoring Trend
T
90 DokumenR90 Dokumen
T
181 DokumenR181 Dokumen
T
273 DokumenR–
T
365 DokumenR–
TW 1Tidak ada hambatan-
TW 2Tidak ada hambatan-
5
Penyusunan Laporan Social Cyber Insight
T
90 DokumenR90 Dokumen
T
181 DokumenR181 Dokumen
T
273 DokumenR–
T
365 DokumenR–
TW 1Tidak ada hambatan-
TW 2Tidak ada hambatan-
6
Penyusunan Laporan Hasil Patroli Siber Tematik
T
27 DokumenR36 Dokumen
T
56 DokumenR70 Dokumen
T
83 DokumenR–
T
112 DokumenR–
TW 1Terdapat penyesuaian dinamika isu yang berkembang serta permintaan dan/atau kebutuhan yang adaMelakukan pemantauan isu secara berkala serta menyesuaikan tema dan prioritas berdasarkan perkembangan isu, kebutuhan, dan/atau permintaan
TW 2Terdapat penyesuaian dinamika isu yang berkembang serta permintaan dan/atau kebutuhan yang adaMelakukan pemantauan isu secara berkala serta menyesuaikan tema dan prioritas berdasarkan perkembangan isu, kebutuhan, dan/atau permintaan
7
Penyusunan Laporan Rekapitulasi Hasil Patroli Siber
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
3 DokumenR3 Dokumen
T
4 DokumenR–
T
7 DokumenR–
TW 1Tidak ada hambatan-
TW 2Tidak ada hambatan-
8
Penyusunan Laporan Layanan Hasil Penelusuran Rekam Jejak Digital
T
8 DokumenR28 Dokumen
T
16 DokumenR31 Dokumen
T
24 DokumenR–
T
32 DokumenR–
TW 1Terdapat penyesuaian dinamika isu yang berkembang serta permintaan dan/atau kebutuhan yang adaMelakukan pemantauan isu scr berkala dan melakukan koordinasi dengan K/L terkait
TW 2Terdapat penyesuaian dinamika isu yang berkembang serta permintaan dan/atau kebutuhan yang adaMelakukan pemantauan isu scr berkala dan melakukan koordinasi dengan K/L terkait
9
Penyusunan Dokumen Standar atau Prosedur Kerja Patroli Siber
Persentase Hasil Deteksi Ancaman Keamanan Siber yang Berhasil Divalidasi sampai dengan Periode Pelaporan
D2
Rincian Kegiatan4 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pemantauan keamanan siber dan deteksi anomali traffic pada infrastruktur internal stakeholder dan infrastruktur publik (ISP/NAP/IX)
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Tidak terdapat hambatan yang berartiMempertahankan pola pelaksanaan yang telah berjalan dan melakukan pemantauan secara berkala
TW 2Tidak terdapat hambatan yang berartiMempertahankan pola pelaksanaan yang telah berjalan dan melakukan pemantauan secara berkala
2
Pelaksanaan validasi mandiri hasil deteksi melalui analisis teknis internal Direktorat Operasi Keamanan Siber
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Proses validasi hanya dapat dilakukan terhadap hasil deteksi yang dapat dilakukan validasi mandiri secara internal oleh Direktorat Operasi Keamanan SiberMeminta stakeholder untuk melakukan validasi terhadap hasil deteksi yang berada diluar cakupan validasi internal Direktorat Operasi Keamanan Siber
TW 2Proses validasi hanya dapat dilakukan terhadap hasil deteksi yang dapat dilakukan validasi mandiri secara internal oleh Direktorat Operasi Keamanan SiberMeminta stakeholder untuk melakukan validasi terhadap hasil deteksi yang berada diluar cakupan validasi internal Direktorat Operasi Keamanan Siber
3
Penyusunan rekapitulasi hasil verifikasi validitas deteksi ancaman
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Tidak terdapat hambatan yang berartiMenjaga proses validasi agar dapat tetap terselesaikan pada periode berjalan
TW 2Tidak terdapat hambatan yang berartiMenjaga proses validasi agar dapat tetap terselesaikan pada periode berjalan
4
Penyusunan laporan capaian validasi hasil deteksi ancaman keamanan siber
T
–R1 Laporan
T
1 LaporanR1 Laporan
T
2 LaporanR–
T
3 LaporanR–
TW 1Penyusunan laporan memerlukan konsolidasi dan verifikasi data capaian dari beberapa sumber dataMempertahankan pola penyusunan laporan yang telah berjalan dan menjamin ketepatan penyelesaian laporan
TW 2Penyusunan laporan memerlukan konsolidasi dan verifikasi data capaian dari beberapa sumber dataMempertahankan pola penyusunan laporan yang telah berjalan dan menjamin ketepatan penyelesaian laporan
34
Indeks kesiapsiagaan dan ketahanan siber nasional
Presentase Tahapan Pelaksanaan Pengawasan Kepatuhan PSE terhadap Peraturan Perundang Undangan Terkait Keamanan Siber
D2
Rincian Kegiatan2 kegiatanRealisasi belum diisi
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Rapat Koordinasi Pengawasan Kepatuhan PSE dan Lembaga Sertifikasi
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
2
Pelaksanaan Pengawasan Kepatuhan PSE
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
35
Indeks kesiapsiagaan dan ketahanan siber nasional
Persentase Pelaksanaan Penanganan Insiden Sesuai Target Waktu Pemulihan (SLA) sampai dengan Periode Pelaporan
D2
Rincian Kegiatan4 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penerimaan dan proses verifikasi/validasi laporan insiden keamanan siber dari stakeholder
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Kelengkapan informasi awal pada permohonan penanganan dari pemangku kepentingan masih bervariasiMelaksanakan konfirmasi kelengkapan informasi kepada pelapor pada tahap penerimaan sebagai dasar penanganan yang tepat
TW 2Kelengkapan informasi awal pada permohonan penanganan dari pemangku kepentingan masih bervariasiMelaksanakan konfirmasi kelengkapan informasi kepada pelapor pada tahap penerimaan sebagai dasar penanganan yang tepat
2
Pelaksanaan penanganan insiden sesuai skema (Penanganan Insiden Respons, Digital Forensik, atau gabungan keduanya)
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Kecepatan penyediaan akses dan data pendukung oleh pemangku kepentingan bervariasi antarinsiden dan berpengaruh terhadap durasi pemulihanMemperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan sejak awal penanganan guna menjamin ketersediaan akses dan data pendukung
TW 2Kecepatan penyediaan akses dan data pendukung oleh pemangku kepentingan bervariasi antarinsiden dan berpengaruh terhadap durasi pemulihanMemperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan sejak awal penanganan guna menjamin ketersediaan akses dan data pendukung
TW 1Finalisasi dokumen hasil penanganan menunggu ketuntasan seluruh tahapan teknis penanganan insidenMenyusun kerangka laporan secara paralel dengan pelaksanaan penanganan guna mempercepat proses finalisasi
TW 2Finalisasi dokumen hasil penanganan menunggu ketuntasan seluruh tahapan teknis penanganan insidenMenyusun kerangka laporan secara paralel dengan pelaksanaan penanganan guna mempercepat proses finalisasi
4
Penerimaan dan proses verifikasi/validasi laporan insiden keamanan siber dari stakeholder
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Kelengkapan informasi awal pada permohonan penanganan dari pemangku kepentingan masih bervariasiMelaksanakan konfirmasi kelengkapan informasi kepada pelapor pada tahap penerimaan sebagai dasar penanganan yang tepat
TW 2Kelengkapan informasi awal pada permohonan penanganan dari pemangku kepentingan masih bervariasiMelaksanakan konfirmasi kelengkapan informasi kepada pelapor pada tahap penerimaan sebagai dasar penanganan yang tepat
36
Indeks kesiapsiagaan dan ketahanan siber nasional
Persentase Insiden Keamanan Siber yang Telah Dilakukan Analisis dan Klasifikasi Awal (Triage) pada Triwulan Berjalan
D2
Rincian Kegiatan5 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penerimaan laporan insiden dan identifikasi awal (identifikasi insiden, aset, dan sistem yang terdampak berdasarkan informasi pada surat permohonan)
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Kelengkapan informasi awal pada laporan atau surat permohonan dari stakeholder masih bervariasiMelakukan koordinasi dan konfirmasi kelengkapan informasi kepada pelapor serta penentuan jadwal pelaksanaan triage
TW 2Kelengkapan informasi awal pada laporan atau surat permohonan dari stakeholder masih bervariasiMelakukan koordinasi dan konfirmasi kelengkapan informasi kepada pelapor serta penentuan jadwal pelaksanaan triage
2
Pelaksanaan pembahasan awal (kick-off meeting) dan klasifikasi awal insiden (triage), serta menentukan prioritas pemeriksaan berdasarkan aset yang terdampak, urgenitasnya, dan relevansi terhadap insiden yang terjadi
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Penjadwalan pembahasan awal perlu menyesuaikan ketersediaan tim dan pihak pelaporMenjaga ketepatan waktu pelakansaan triage dan koordinasi dini dengan pemangku kepentingan terdampak, khususnya pada insiden berkompleksitas tinggi
TW 2Penjadwalan pembahasan awal perlu menyesuaikan ketersediaan tim dan pihak pelaporMenjaga ketepatan waktu pelakansaan triage dan koordinasi dini dengan pemangku kepentingan terdampak, khususnya pada insiden berkompleksitas tinggi
3
Melakukan pengumpulan bukti elektronik dari aset atau sistem yang terdampak untuk memperoleh artefak digital yang relevan menjadi prioritas guna melakukan penanganan awal insiden
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Kecepatan penyediaan akses dan data pendukung oleh pemangku kepentingan bervariasi antarinsiden dan berpengaruh terhadap durasi pemulihanMemperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan sejak awal penanganan guna menjamin ketersediaan akses dan data pendukung
TW 2Kecepatan penyediaan akses dan data pendukung oleh pemangku kepentingan bervariasi antarinsiden dan berpengaruh terhadap durasi pemulihanMemperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan sejak awal penanganan guna menjamin ketersediaan akses dan data pendukung
Persentase Insiden Keamanan Informasi yang Dapat Diatasi melalui Operasi Kriptografi dan Keamanan Sinyal yang Telah Dilakukan Analisis dan Klasifikasi Awal pada Triwulan Berjalan
D2
Rincian Kegiatan3 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Klasifikasi insiden yang diterima
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
2 DokumenR–
T
3 DokumenR–
TW 2Manual IKU baru disusun pada triwulan 2, dan terdapat penyelerasan manual IKU satu kedeputianPenyesuaian kegiatan dengan manual IKU yang baru
2
Analisis insiden yang telah diklasifikasi
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
2 DokumenR–
T
3 DokumenR–
TW 2Manual IKU baru disusun pada triwulan 2, dan terdapat penyelerasan manual IKU satu kedeputianPenyesuaian kegiatan dengan manual IKU yang baru
3
Penanganan insiden
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
2 DokumenR–
T
3 DokumenR–
TW 2Manual IKU baru disusun pada triwulan 2, dan terdapat penyelerasan manual IKU satu kedeputianPenyesuaian kegiatan dengan manual IKU yang baru
38
Persentase PSE sektor Pemerintahan dan Pembangunan manusia dengan tingkat kematangan keamanan siber minimum level 3 (terdefinisi)
Persentase Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Kematangan Keamanan Siber PSE Sektor Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
D3
Rincian Kegiatan45 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Kegiatan Asistensi Penilaian Indeks Keamanan Siber untuk PSE Publik di Badan Gizi Nasional Republik Indonesia
T
1 kegiatanR1 kegiatan
T
1 kegiatanR1 kegiatan
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
TW 1Terdapat Efisiensi
Anggaran Unit KerjaMengoptimalkan Sumber Daya Yang Ada
TW 2Terdapat Efisiensi
Anggaran Unit KerjaMengoptimalkan Sumber Daya Yang Ada
2
Kegiatan Sharing Session Manajemen Risiko Keamanan Informasi di Lingkungan Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi Digital Republik Indonesia
T
1 kegiatanR1 kegiatan
T
1 kegiatanR1 kegiatan
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
TW 1Terdapat Efisiensi
Anggaran Unit KerjaMengoptimalkan Sumber daya yang ada
TW 2Terdapat Efisiensi
Anggaran Unit KerjaMengoptimalkan Sumber daya yang ada
3
Kegiatan Asistensi Pembentukan dan Registrasi Ulang TTIS Tahun 2026
T
4 kegiatanR1 kegiatan
T
9 kegiatanR–
T
10 kegiatanR–
T
10 kegiatanR–
–
4
Kegiatan Bimbingan Teknis Kategorisasi SE, Identifikasi IIV, dan Penerapan Manajemen Risiko Penyelenggara IIV Sektor Administrasi Pemerintahan Tahun 2026
T
1 kegiatanR1 kegiatan
T
1 kegiatanR1 kegiatan
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
TW 1Terdapat Efisiensi
Anggaran Unit KerjaMengoptimalkan Sumber daya yang ada
TW 2Terdapat Efisiensi
Anggaran Unit KerjaMengoptimalkan Sumber daya yang ada
5
Kegiatan Uji Komunikasi TTIS Sektor Administrasi Pemerintahan
T
1 kegiatanR1 kegiatan
T
•1 kegiatanR1 kegiatan
T
3 kegiatanR–
T
4 kegiatanR–
TW 1Terdapat Efisiensi
Anggaran Unit KerjaMengoptimalkan
Sumber Daya Yang Ada
TW 2Terdapat Efisiensi
Anggaran Unit KerjaMengoptimalkan
Sumber Daya Yang Ada
6
Kegiatan Asistensi Tanggap Insiden Siber pada kegiatan Pengawasan Kepatuhan TTIS Organisasi Pemerintah Pusat
T
2 kegiatanR–
T
4 kegiatanR–
T
6 kegiatanR–
T
8 kegiatanR–
–
7
Kegiatan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Audit Keamanan SPBE/Pemerintahan Digital
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
–
8
Kegiatan Workshop Pembinaan Peningkatan Nilai Kematangan Keamanan Siber dan Persandian Sektor Pemerintah Pusat
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
–
9
Kegiatan Workshop Pembinaan Manajemen Risiko Keamanan Siber Sektor Pemerintah Pusat
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
–
10
Kegiatan Workshop Pengelolaan TTIS/CSIRT Pemerintah Pusat
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
–
11
Kegiatan Workshop Penerapan Peraturan di Bidang Keamanan SPBE/Pemerintah Digital
T
–R–
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
–
12
Kegiatan Launching TTIS/CSIRT
T
–R–
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
–
13
Bimtek Kesiapsiagaan Teknis Insiden Keamanan Siber pada TTIS/CSIRT organisasi Pemerintah Pusat
T
–R–
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
–
14
Kegiatan Pembinaan Penerapan Kontrol Keamanan Pelindungan IIV Sektor Administrasi Pemerintahan
T
–R–
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
–
15
Kegiatan Forum Analisis dan Berbagi Informasi Keamanan Siber bagi TTIS
T
–R–
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
–
16
Kegiatan Fasilitasi Penerapan Standar Keamanan SPBE/Pemdigi untuk mendukung K/L pengampu layanan prioritas
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 kegiatanR–
–
17
Kegiatan Pendampingan dan Tindak Lanjut Audit Aplikasi Umum
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 kegiatanR–
–
18
Kegiatan workshop diseminasi hasil pengukuran kematangan keamanan siber dan persandian sektor pemerintah Pusat
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 kegiatanR–
–
19
Kegiatan Bimtek Kesiapsiagaan Prosedur Insiden Keamanan Siber pada TTIS/CSIRT organisasi Pemerintah Pusat
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 kegiatanR–
–
20
Penyusunan dan Penyampaian Surat Edaran terkait Manajemen Keamanan Informasi dan Audit SPBE
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
TW 2Belum meratanya pemahaman dan kesiapan pemerintah daerah dalam menerapkan manajemen
keamanan informasi dan audit SPBE.Melakukan sosialisasi dan
pendampingan dalam
pemahaman serta implementasi Surat Edaran.
Asistensi dan Bimtek Penguatan Ekosistem Keamanan Siber dan Sandi pada Provinsi Baru
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
TW 1Kelembagaan, SDM,
kebijakan, dan infrastruktur
keamanan siber dan
sandi pada provinsi
baru masih dalam tahap
pengembangan.Melakukan pemetaan
kebutuhan dan memberikan
asistensi secara bertahap sesuai tingkat kesiapan
masing-masing pemerintah daerah
TW 2Kelembagaan, SDM,
kebijakan, dan infrastruktur
keamanan siber dan
sandi pada provinsi
baru masih dalam tahap
pengembangan.Melakukan pemetaan
kebutuhan dan memberikan
asistensi secara bertahap sesuai tingkat kesiapan
masing-masing pemerintah daerah
TW 2Belum optimalnya
pemahaman dan penerapan tata kelola keamanan
siber, manajemen risiko, dan audit keamanan SPBE di
pemerintah daerah.Memberikanasistensi dan pendampingan secara bertahap dalam penerapan
tata kelola, manajemen risiko, dan audit keamanan SPBE.
24
Asistensi Pembentukan dan Penguatan Tim Tanggap Insiden Siber
T
•1 KegiatanR1 Kegiatan
T
•5 KegiatanR5 Kegiatan
T
•5 KegiatanR–
T
•5 KegiatanR–
TW 1Keterbatasan SDM,
kompetensi, dan dukungan kelembagaan dalam pembentukan dan pengelolaan TTIS.Memberikan asistensi
pembentukan TTIS, penguatan kompetensi personel, serta penyusunan
dokumen dan prosedur
penangananinsiden.
TW 2Keterbatasan SDM,
kompetensi, dan dukungan kelembagaan dalam pembentukan dan pengelolaan TTIS.Memberikan asistensi
pembentukan TTIS, penguatan kompetensi personel, serta penyusunan
dokumen dan prosedur
penangananinsiden.
25
Webinar, Coaching Clinic dan Forum Berbagi Informasi Penyelenggaraan Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
7 KegiatanR7 Kegiatan
T
8 KegiatanR–
T
8 KegiatanR–
TW 1Tingkat partisipasi dan pemahaman pemerintah daerah dalam forum
berbagi informasi belum merata.Meningkatkan publikasi dan
koordinasi, menyediakan materi yang aplikatif, serta
membuka sesi konsultasi dan
diskusi secara berkala.
TW 2Tingkat partisipasi dan pemahaman pemerintah daerah dalam forum
berbagi informasi belum merata.Meningkatkan publikasi dan
koordinasi, menyediakan materi yang aplikatif, serta
membuka sesi konsultasi dan
diskusi secara berkala.
26
Sosialisasi Peraturan Keamanan SPBE dan Kematangan Keamanan Siber dan Sandi pada Pemerintah Daerah
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
TW 1Perbedaan tingkat pemahaman pemerintah daerah terhadap regulasi dan indikator kematangan keamanan siber dan sandi.Melaksanakan
sosialisasi secara berkala dan
menyediakan panduan/contoh implementasi yang mudah
dipahami.
TW 2Perbedaan tingkat pemahaman pemerintah daerah terhadap regulasi dan indikator kematangan keamanan siber dan sandi.Melaksanakan
sosialisasi secara berkala dan
menyediakan panduan/contoh implementasi yang mudah
dipahami.
27
Penyusunan regulasi dalam bentuk peraturan Deputi III
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
28
Webinar Berbincang Tentang Risiko (BERISIK)
T
–R–
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
TW 2Belum meratanya
pemahaman pemerintah daerah terhadap risiko keamanan informasi dan siber.Meningkatkanpemahaman
melalui webinar,diskusi, dan
berbagi pengalaman terkait
pengelolaan risiko keamanan
informasi dan siber.
29
Evaluasi Asistensi Manajemen Risiko Pemerintah Daerah
T
–R–
T
–R–
T
3 StakeholderR–
T
3 StakeholderR–
–
30
Penyusunan Profil Risiko Pemerintah Daerah
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
31
Asistensi Penyusunan Kebijakan Teknis, Implementasi, dan Penerapan Teknik Terkini dalam Penanganan Insiden Siber dan Workshop Penguatan CSIRT Organisasi
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
32
Penilaian Tingkat Maturitas Penanganan Insiden TTIS Pemerintah Provinsi
T
–R–
T
–R–
T
5 KegiatanR–
T
5 KegiatanR–
–
33
Cyber Incident Exchange Forum pada TTIS Pemerintah Daerah
T
–R–
T
–R–
T
- -R–
T
1 KegiatanR–
–
34
Launching dan Workshop Pengelolaan Tim Tanggap Insiden Siber Organisasi pada Pemerintah Daerah
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
35
Evaluasi Penyelenggaraan Tim Tanggap Insiden Siber Organisasi pada Pemerintah Daerah
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
36
Workshop Pengukuran Tingkat Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah Tahun 2026
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Tingkat pemahaman
personel belum merata.Melakukan sosialisasi,
asistensi, dan pendampingan
untuk meningkatkan
pemahaman personel.
TW 2Tingkat pemahaman
personel belum merata.Melakukan sosialisasi,
asistensi, dan pendampingan
untuk meningkatkan
pemahaman personel.
37
Pengukuran Tingkat Kematangan Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah
T
–R–
T
18 StakeholderR–
T
34 StakeholderR–
T
34 StakeholderR–
–
38
Kegiatan Penilaian IKASANDI Pilot Project Indeks Pemerintahan Digital Pemerintah Daerah T.A. 2026
T
–R–
T
22 KegiatanR–
T
94 KegiatanR–
T
94 KegiatanR–
–
39
Asistensi Pembentukan TTIS Sektor Pembangunan Manusia
T
2 kegiatanR2 Kegiatan
T
6 kegiatanR6 kegiatan
T
7 kegiatanR–
T
9 kegiatanR–
TW 1Proses pembentukan TTIS/CSIRT bergantung pada kesiapan organisasi, penetapan struktur, dan proses administrasi internal instansi.Melakukan pendampingan
secara berkala sesuai waktu
yang disepakati bersama
stakeholder.
TW 2Proses pembentukan TTIS/CSIRT bergantung pada kesiapan organisasi, penetapan struktur, dan proses administrasi internal instansi.Melakukan pendampingan
secara berkala sesuai waktu
yang disepakati bersama
stakeholder.
40
Bimbingan Peningkatan Pengetahuan Keamanan Siber dan Sandi PSE Sektor Pembangunan Manusia
T
6 kegiatanR7 Kegiatan
T
15 kegiatanR17 Kegiatan
T
17 kegiatanR–
T
17 kegiatanR–
TW 1Efisiensi anggaran,
keterbatasan tools pendukung, dan keterbatasan waktu pelaksanaan.Mengoptimalkan sumber daya
yang ada.
TW 2Efisiensi anggaran,
keterbatasan tools pendukung, dan keterbatasan waktu pelaksanaan.Mengoptimalkan sumber daya
yang ada.
41
Asistensi Penerapan SMKI
T
1 kegiatanR1 Kegiatan
T
2 kegiatanR–
T
2 kegiatanR–
T
2 kegiatanR–
–
42
Pengukuran Tingkat Kematangan Kamsiber
T
14 kegiatanR–
T
25 kegiatanR25 kegiatan
T
25 kegiatanR–
T
26 kegiatanR–
TW 1Kurangnya respons dari beberapa stakeholder, proses
pengumpulan data membutuhkan waktu, penyesuaian jadwal dengan
instansi masing-masing.Melakukan koordinasi
kembali dengan stakeholder.
TW 2Kurangnya respons dari beberapa stakeholder, proses
pengumpulan data membutuhkan waktu, penyesuaian jadwal dengan
instansi masing-masing.Melakukan koordinasi
kembali dengan stakeholder.
43
Asistensi Identifikasi IIV
T
1 kegiatanR1 Kegiatan
T
2 kegiatanR2 kegiatan
T
2 kegiatanR–
T
2 kegiatanR–
TW 1Efiensi Anggaran.Mekanisme kegiatan dilakukan secara online.
Forum Koordinasi Pelindungan Infrastruktur Informasi Vital Sektor Kesehatan
T
–R–
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
–
45
Forum Kolaborasi dan Berbagi Informasi Keamanan Siber Sektor Kesehatan
T
–R–
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
–
39
Persentase penyelenggara persandian sektor Pemerintahan dengan tingkat kematangan persandian minimal level III
Persentase Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Penyelenggaraan Persandian Sektor Pemerintahan
D3
Rincian Kegiatan11 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pembinaan Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber pada Perwakilan RI di Luar Negeri TA. 2026
T
–R–
T
–R–
T
6 kegiatanR–
T
6 kegiatanR–
–
2
Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan dan Pengembangan Bidang Persandian pada 38 Provinsi
T
38 StakeholderR38 Stakeholder
T
38 StakeholderR38 Stakeholder
T
38 StakeholderR–
T
38 StakeholderR–
TW 1Belum optimalnya
koordinasi dan sinkronisasi
perencanaan urusan persandian antarprovinsi.Meningkatkan koordinasi dan
sinkronisasi secara berkala
serta memberikan pendampingan dalam
penyusunan perencanaan.
TW 2Belum optimalnya
koordinasi dan sinkronisasi
perencanaan urusan persandian antarprovinsi.Meningkatkan koordinasi dan
sinkronisasi secara berkala
serta memberikan pendampingan dalam penyusunan perencanaan.
3
Rapat Koordinasi urusan Persandian untuk pengamanan informasi pada pemerintah Provinsi
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2Belum optimalnya
koordinasi dan sinkronisasi
perencanaan urusan persandian antarprovinsi.Meningkatkankoordinasi dan
sinkronisasi secara berkala
serta memberikan pendampingan dalam penyusunan perencanaan.
4
Pembinaan Persandian untuk Pengamanan Informasi pada Provinsi, kabupaten dan kota dalam wilayahnya
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Belum meratanya kapasitas SDM dan penerapan persandian di pemerintah daerah.Melaksanakan pembinaan dan
asistensi sesuai kebutuhan dan tingkat kematangan masing-masing daerah.
TW 2Belum meratanya kapasitas SDM dan penerapan persandian di pemerintah daerah.Melaksanakan pembinaan dan
asistensi sesuai kebutuhan dan tingkat kematangan masing-masing daerah.
5
Asistensi dan Bimtek Penguatan Ekosistem Keamanan Siber dan Sandi pada provinsi baru
T
–R–
T
4 KegiatanR4 Kegiatan
T
5 KegiatanR–
T
5 KegiatanR–
TW 2Belum meratanya kapasitas SDM dan penerapan persandian di pemerintah daerah.Melaksanakan pembinaan dan
asistensi sesuai kebutuhan dan tingkat kematangan masing-masing daerah.
6
Forum Evaluasi Penguatan Ekosistem Keamanan Siber dan Sandi pada Provinsi Baru
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
7
Evaluasi Penyelenggaraan Persandian
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
8
Keikutsertaan Sinkronisasi Urusan Persandian Nasional
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
9
Forum Komunikasi Sandi Daerah
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
10
Pelaksanaan Pembinaan Peningkatan Kapasitas SDM Keamanan Siber dan Sandi
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
11
Penguatan Persandian untuk Pengamanan Informasi Pemerintah Daerah
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
40
Persentase PSE Sektor Perekonomian dengan tingkat kematangan keamanan siber minimum level 3 (terdefinisi)
Persentase Pembinaan Kematangankeamanan Siber Sektor Perekonomian
D4
Rincian Kegiatan40 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Organisasi Sektor Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata
T
6 KegiatanR6 Kegiatan
T
6 KegiatanR6 Kegiatan
T
6 KegiatanR–
T
6 KegiatanR–
TW 1- Efisiensi anggaran sehingga perlu dilakukan penyesuaian target dan rencana kegiatan
- Penyesuaian jadwal dengan PSE sebagai sasaran kegiatan- Melakukan revisi anggaran dan penyusunan rencana jadwal kegiatan pasca efisiensi
- Melakukan koordinasi dan komunikasi dengan PSE serta menyiapkan alternatif PSE sasaran kegiatan
TW 2- Efisiensi anggaran sehingga perlu dilakukan penyesuaian target dan rencana kegiatan
- Penyesuaian jadwal dengan PSE sebagai sasaran kegiatan- Melakukan revisi anggaran dan penyusunan rencana jadwal kegiatan pasca efisiensi
- Melakukan koordinasi dan komunikasi dengan PSE serta menyiapkan alternatif PSE sasaran kegiatan
2
Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata.
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
TW 1- Efisiensi anggaran sehingga perlu dilakukan penyesuaian target dan rencana kegiatan
- Penyesuaian jadwal dengan PSE sebagai sasaran kegiatan- Melakukan revisi anggaran dan penyusunan rencana jadwal kegiatan pasca efisiensi
- Melakukan koordinasi dan komunikasi dengan PSE serta menyiapkan alternatif PSE sasaran kegiatan
TW 2- Efisiensi anggaran sehingga perlu dilakukan penyesuaian target dan rencana kegiatan
- Penyesuaian jadwal dengan PSE sebagai sasaran kegiatan- Melakukan revisi anggaran dan penyusunan rencana jadwal kegiatan pasca efisiensi
- Melakukan koordinasi dan komunikasi dengan PSE serta menyiapkan alternatif PSE sasaran kegiatan
3
Pengukuran Kematangan Keamanan Siber Sektor Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
7 KegiatanR–
T
11 KegiatanR–
TW 2- Efisiensi anggaran sehingga perlu dilakukan penyesuaian target dan rencana kegiatan
- Penyesuaian jadwal dengan PSE sebagai sasaran kegiatan- Melakukan revisi anggaran dan penyusunan rencana jadwal kegiatan pasca efisiensi
- Melakukan koordinasi dan komunikasi dengan PSE serta menyiapkan alternatif PSE sasaran kegiatan
4
Simulasi Penanganan Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata.
T
–R–
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
5 KegiatanR–
T
5 KegiatanR–
TW 2- Efisiensi anggaran sehingga perlu dilakukan penyesuaian target dan rencana kegiatan
- Penyesuaian jadwal dengan PSE sebagai sasaran kegiatan- Melakukan revisi anggaran dan penyusunan rencana jadwal kegiatan pasca efisiensi
- Melakukan koordinasi dan komunikasi dengan PSE serta menyiapkan alternatif PSE sasaran kegiatan
5
Asistensi Identifikasi Infrastruktur Informasi Vital (IIV) sektor Keuangan
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
6
Profil Risiko Siber Sektor Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
7
Pembinaan Pelaku Usaha Sektor Keuangan, Perdagangan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif
T
–R–
T
–R–
T
4 KegiatanR–
T
4 KegiatanR–
–
8
Pengukuran Tingkat Kematangan Keamanan Siber Sektor Energi dan Sumber Daya Alam
T
4 KegiatanR4 Kegiatan
T
19 KegiatanR19 Kegiatan
T
29 KegiatanR–
T
32 KegiatanR–
TW 1- Metode pelaksanaan
kegiatan yang bertahap dan
berjenjang menyebabkan
beberapa kegiatan masih pada fase koordinasi dengan para pihak terkait.
- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga
serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan
kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan metode pelaksanaan kegiatan agar tahapan persiapan dapat segera ditindaklanjuti dengan implementasi kegiatan inti sesuai rencana kerja.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan PPK dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
TW 2- Melakukan perencanaan ulang kegiatan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran.
- Keterlambatan proses revisi anggaran yang berdampak terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan pada TW III sesuai dengan timeline yang sudah ditetapkan.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progress kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
9
Identifikasi IIV Sektor ESDM dan Pangan
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
6 KegiatanR6 Kegiatan
T
8 KegiatanR–
T
9 KegiatanR–
TW 1- Metode pelaksanaan
kegiatan yang bertahap dan
berjenjang menyebabkan
beberapa kegiatan masih pada fase koordinasi dengan para pihak terkait.
- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga
serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan
kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan metode pelaksanaan kegiatan agar tahapan persiapan dapat segera ditindaklanjuti dengan implementasi kegiatan inti sesuai rencana kerja.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan PPK dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
TW 2- Melakukan perencanaan ulang kegiatan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran.
- Keterlambatan proses revisi anggaran yang berdampak terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan pada TW III sesuai dengan timeline yang sudah ditetapkan.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progress kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
10
Penyusunan Profil Risiko Sektor Energi dan Sumber Daya Alam
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
6 KegiatanR6 Kegiatan
T
9 KegiatanR–
T
12 KegiatanR–
TW 1- Metode pelaksanaan
kegiatan yang bertahap dan
berjenjang menyebabkan
beberapa kegiatan masih pada fase koordinasi dengan para pihak terkait.
- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga
serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan
kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan metode pelaksanaan kegiatan agar tahapan persiapan dapat segera ditindaklanjuti dengan implementasi kegiatan inti sesuai rencana kerja.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan PPK dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
TW 2- Melakukan perencanaan ulang kegiatan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran.
- Keterlambatan proses revisi anggaran yang berdampak terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan pada TW III sesuai dengan timeline yang sudah ditetapkan.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progress kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
11
Asistensi Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Organisasi Sektor Energi dan Sumber Daya Alam
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
11 KegiatanR11 Kegiatan
T
21 KegiatanR–
T
26 KegiatanR–
TW 1- Metode pelaksanaan
kegiatan yang bertahap dan
berjenjang menyebabkan
beberapa kegiatan masih pada fase koordinasi dengan para pihak terkait.
- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga
serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan
kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan metode pelaksanaan kegiatan agar tahapan persiapan dapat segera ditindaklanjuti dengan implementasi kegiatan inti sesuai rencana kerja.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan PPK dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
TW 2- Melakukan perencanaan ulang kegiatan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran.
- Keterlambatan proses revisi anggaran yang berdampak terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan pada TW III sesuai dengan timeline yang sudah ditetapkan.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progress kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
12
Penyelenggaraan Forum Analisis dan Berbagi Informasi Kamsiber Sektor ESDA
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
6 KegiatanR6 Kegiatan
T
13 KegiatanR–
T
15 KegiatanR–
TW 1- Metode pelaksanaan
kegiatan yang bertahap dan
berjenjang menyebabkan
beberapa kegiatan masih pada fase koordinasi dengan para pihak terkait.
- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan metode pelaksanaan kegiatan agar tahapan persiapan dapat segera ditindaklanjuti dengan implementasi kegiatan inti sesuai rencana kerja.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan PPK dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
TW 2- Melakukan perencanaan ulang kegiatan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran.
- Keterlambatan proses revisi anggaran yang berdampak terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan pada TW III sesuai dengan timeline yang sudah ditetapkan.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progress kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
13
Asistensi Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber Sektor IIV pada Sektor ESDM dan Pangan
T
6 KegiatanR6 Kegiatan
T
9 KegiatanR9 Kegiatan
T
12 KegiatanR–
T
14 KegiatanR–
TW 1- Metode pelaksanaan
kegiatan yang bertahap dan
berjenjang menyebabkan
beberapa kegiatan masih pada fase koordinasi dengan para pihak terkait.
- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan metode pelaksanaan kegiatan agar tahapan persiapan dapat segera ditindaklanjuti dengan implementasi kegiatan inti sesuai rencana kerja.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan PPK dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
TW 2- Melakukan perencanaan ulang kegiatan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran.
- Keterlambatan proses revisi anggaran yang berdampak terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan pada TW III sesuai dengan timeline yang sudah ditetapkan.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progress kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
14
Rapat Koordinasi dengan IPPS terkait Implementasi PIIV (Pengukuran Kematangan Keamanan Siber dan Identifikasi IIV)
T
4 LaporanR4 Laporan
T
6 LaporanR6 Laporan
T
6 LaporanR–
T
6 LaporanR–
TW 1Pelaksanaan kegiatan rakor yang seharusnya pada awal Triwulan I mengalami penyesuaian jadwal.Melakukan penjadwalan ulang kegiatan sebelum Triwulan I berakhir.
TW 2Pelaksanaan kegiatan rakor yang seharusnya pada awal Triwulan I mengalami penyesuaian jadwal.Melakukan penjadwalan ulang kegiatan sebelum Triwulan I berakhir.
15
Rapat Koordinasi PIIV terkait Peta Jalan Sektor TIK
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 1Belum adanya tindak lanjut secara formal dari Kementerian Komunikasi dan
Digital (Komdigi) terkait penyusunan peta jalan sektor TIK.• Melakukan koordinasi dan komunikasi lanjutan secara intens dengan Komdigi untuk memperoleh kejelasan arah kebijakan, ruang lingkup, dan timeline penyusunan Peta Jalan Pelindungan IIV Sektor
TIK.
• Menyesuaikan kembali rencana kegiatan dan jadwal pelaksanaan berdasarkan hasil koordinasi dan kesepakatan bersama.
TW 2- Belum adanya tindak lanjut secara formal dari Kementerian Komunikasi dan
Digital (Komdigi) terkait penyusunan peta jalan sektor TIK.
- Beberapa kegiatan terkait penyusunan rekomendasi peta jalan TIK diundur untuk waktu pelaksanaan kegiatannya dikarenakan menunggu proses revisi anggaran.• Melakukan koordinasi dan komunikasi lanjutan secara intens dengan Komdigi untuk memperoleh kejelasan arah kebijakan, ruang lingkup, dan timeline penyusunan Peta Jalan Pelindungan IIV Sektor
TIK.
• Menyesuaikan kembali rencana kegiatan dan jadwal pelaksanaan berdasarkan hasil koordinasi dan kesepakatan bersama.
• Melakukan koordinasi
intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
16
Sharing Session Pembahasan Penyusunan Dokumen Peta Jalan IIV Sektor TIK
T
2 LaporanR2 Laporan
T
2 LaporanR2 Laporan
T
2 LaporanR–
T
2 LaporanR–
TW 1Anggaran belum dapat digunakan sepenuhnya karena masih menunggu proses revisi anggaran.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
TW 2Anggaran belum dapat digunakan sepenuhnya karena masih menunggu proses revisi anggaran.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
17
Penyusunan Dokumen Petunjuk Teknis Identifikasi Infrastruktur Informasi Vital (IIV) Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
18
Rapat Konsultasi Pakar Penyusunan Peta Jalan Pelindungan IIV Sektor TIK
T
–R–
T
1 LaporanR1 Laporan
T
2 LaporanR–
T
2 LaporanR–
TW 2Tantangan dalam menyelaraskan jadwal kegiatan dengan narasumber/pakar Penyusunan Peta Jalan Pelindungan IIV Sektor TIK.Melakukan penjadwalan
ulang kegiatan jauh hari dengan narasumber/pakar sebelum waktu pelaksanaan.
TW 2Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
TW 1Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
TW 2Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
23
Asistensi Identifikasi IIV sektor TIK dan Transportasi
T
–R–
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 2Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran
TW 1Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran
TW 2Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran
25
Penyusunan Profil Risiko sektor Transportasi, Media dan Logistik
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
6 DokumenR–
–
26
Asistensi Penanganan Insiden Siber sektor TIK, Media, Transportasi serta Logistik
T
1 LaporanR1 Laporan
T
•1 LaporanR1 Laporan
T
3 LaporanR–
T
3 LaporanR–
TW 1Asistensi Penanganan Insiden Siber sektor TIK, Media, Transportasi serta LogistikMelakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran
TW 2Asistensi Penanganan Insiden Siber sektor TIK, Media, Transportasi serta LogistikMelakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran
27
Asistensi Pembentukan TTIS sektor TIK, Media, Transportasi serta Logistik
T
2 LaporanR2 Laporan
T
6 LaporanR6 Laporan
T
8 LaporanR–
T
12 LaporanR–
TW 1Pada saat kegiatan asistensi/validasi pembentukan CSIRT, terdapat
PSE yang mengalami kendala teknis dalam uji komunikasiDalam kegiatan asistensi/validasi pembentukan CSIRT perlu dilakukan pemantauan keberlanjutan pendaftaran TTIS secara berkala, sehingga dapat meminimalisir kendala pada saat proses registrasi maupun uji komunikasi.
TW 2Pada saat kegiatan asistensi/validasi pembentukan CSIRT, terdapat
PSE yang mengalami kendala teknis dalam uji komunikasiDalam kegiatan asistensi/validasi pembentukan CSIRT perlu dilakukan pemantauan keberlanjutan pendaftaran TTIS secara berkala, sehingga dapat meminimalisir kendala pada saat proses registrasi maupun uji komunikasi.
28
Simulasi Penanganan Insiden Siber sektor TIK, Media, Transportasi serta Logistik
T
–R–
T
1 LaporanR1 Laporan
T
3 LaporanR–
T
6 LaporanR–
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya
29
Edukasi/Sosialisasi/Diseminasi/Bimtek sektor TIK, Media, Transportasi serta Logistik
T
1 LaporanR1 Laporan
T
7 LaporanR7 Laporan
T
9 LaporanR–
T
9 LaporanR–
TW 1Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
TW 2Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
30
Asistensi Pembentukan Information Sharing and Analysis Center (ISAC) pada sektor Transportasi
T
1 LaporanR1 Laporan
T
3 LaporanR3 Laporan
T
3 LaporanR–
T
3 LaporanR–
TW 1Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
TW 2Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
31
Apel CSIRT Sektor TIK dan Transportasi
T
1 LaporanR1 Laporan
T
2 LaporanR2 Laporan
T
3 LaporanR–
T
3 LaporanR–
TW 1Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
TW 2Hanya satu subkomponen kegiatan pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber yang dapat menggunakan anggaran sepenuhnya. Dikarenakan masih menunggu proses revisi anggaran dengan perubahan hampir semua subkomponen pada RO Pembinaan Kematangan Keamanan Siber. Sehingga kegiatan pembinaan kematangan, sebagian besar dilakukan secara daring.Melakukan koordinasi intensif dengan Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK untuk memastikan percepatan proses revisi anggaran dan pencairan anggaran.
32
Asistensi Penerapan Standar Keamanan sektor Transportasi
T
–R–
T
1 LaporanR1 Laporan
T
2 LaporanR–
T
2 LaporanR–
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya
TW 2Belum terdapat hambatan, karena belum dilaksanakan pada TW berjalan.Belum antisipasi terhadap hambatan kegiatan, karena belum dilaksanakan pada TW
berjalan.
34
Penyusunan Playbook Keamanan Siber Maritim
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
–
35
Penilaian Risiko Keamanan Siber Sektor Industri
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
7 KegiatanR7 Kegiatan
T
13 KegiatanR–
T
15 KegiatanR–
TW 1Pemahaman stakeholder terhadap manajemen risiko keamanan siber dan supply chain IIV masih belum merata sehingga koordinasi lintas unit belum optimal.• Meningkatkan kapasitas SDM melalui sosialisasi dan asistensi serta mendorong komitmen pimpinan dalam penerapan manajemen risiko keamanan siber.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan.
TW 2Pemahaman stakeholder terhadap manajemen risiko keamanan siber dan supply chain IIV masih belum merata sehingga koordinasi lintas unit belum optimal.• Meningkatkan kapasitas SDM melalui sosialisasi dan asistensi serta mendorong komitmen pimpinan dalam penerapan manajemen risiko keamanan siber.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan.
36
Asistensi Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber Sektor Industri
T
7 KegiatanR7 Kegiatan
T
22 KegiatanR22 Kegiatan
T
32 KegiatanR–
T
35 KegiatanR–
TW 1Belum terdapat regulasi yang
mewajibkan pembentukan dan registrasi CSIRT bagi PSE sektor industri.• Memperkuat koordinasi dengan K/L, holding, dan asosiasi industri untuk mendorong pembentukan CSIRT secara persuasif serta memperluas pemahaman mengenai manfaat pembentukan CSIRT.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
TW 2Belum terdapat regulasi yang
mewajibkan pembentukan dan registrasi CSIRT bagi PSE sektor industri.• Memperkuat koordinasi dengan K/L, holding, dan asosiasi industri untuk mendorong pembentukan CSIRT secara persuasif serta memperluas pemahaman mengenai manfaat pembentukan CSIRT.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
37
Penilaian Kematangan Keamanan Siber Sektor Industri Pendukung IIV
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
7 KegiatanR7 Kegiatan
T
18 KegiatanR–
T
20 KegiatanR–
TW 1Belum terdapat regulasi yang mewajibkan PSE sektor industri untuk melakukan pengukuran tingkat kematangan keamanan siber secara berkala.• Meningkatkan sosialisasi dan
pendampingan implementasi IKAS sebagai instrumen evaluasi keamanan siber serta
memperkuat koordinasi dengan stakeholder terkait.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
TW 2Belum terdapat regulasi yang mewajibkan PSE sektor industri untuk melakukan pengukuran tingkat kematangan keamanan siber secara berkala.• Meningkatkan sosialisasi dan
pendampingan implementasi IKAS sebagai instrumen evaluasi keamanan siber serta
memperkuat koordinasi dengan stakeholder terkait.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
38
Sosialisasi Kesadaran Keamanan Siber Sektor Industri
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
4 KegiatanR–
TW 1Partisipasi peserta masih terbatas karena belum seluruh asosiasi dan instansi pembina memiliki kewenangan untuk mendorong keikutsertaan anggotanya• Memperkuat sinergi dengan instansi pembina, asosiasi
industri, dan pemerintah daerah untuk mendukung publikasi serta mobilisasi peserta.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
TW 2Partisipasi peserta masih terbatas karena belum seluruh asosiasi dan instansi pembina memiliki kewenangan untuk mendorong keikutsertaan anggotanya• Memperkuat sinergi dengan instansi pembina, asosiasi
industri, dan pemerintah daerah untuk mendukung publikasi serta mobilisasi peserta.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
39
Penyelenggaraan Program Peningkatan Kapabilitas SDM Sektor Industri
T
10 KegiatanR10 Kegiatan
T
11 KegiatanR11 Kegiatan
T
12 KegiatanR–
T
13 KegiatanR–
TW 1Dukungan pimpinan terhadap
pengembangan kompetensi SDM keamanan siber, khususnya anggota CSIRT, masih belum optimal.• Meningkatkan koordinasi dengan pimpinan organisasi serta mengkomunikasikan manfaat peningkatan kompetensi SDM terhadap kesiapan penanganan insiden siber.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan
sesuai dengan perencanaan
TW 2Dukungan pimpinan terhadap
pengembangan kompetensi SDM keamanan siber, khususnya anggota CSIRT, masih belum optimal.• Meningkatkan koordinasi dengan pimpinan organisasi serta mengkomunikasikan manfaat peningkatan kompetensi SDM terhadap kesiapan penanganan insiden siber.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan
sesuai dengan perencanaan
40
Identifikasi IIV dan Penyelenggara IIV Sektor Industri (Industri Pupuk)
T
1 KegiatanR1 Kegitan
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
TW 1Masih terdapat persepsi yang
belum sama mengenai manfaat dan konsekuensi penetapan sebagai Infrastruktur Informasi Vital (IIV), sehingga menimbulkan resistensi dari sebagian stakeholder.• Melaksanakan koordinasi, audiensi, dan sosialisasi yang menekankan manfaat, tujuan,
serta nilai tambah penetapan IIV bagi organisasi.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
TW 2Masih terdapat persepsi yang
belum sama mengenai manfaat dan konsekuensi penetapan sebagai Infrastruktur Informasi Vital (IIV), sehingga menimbulkan resistensi dari sebagian stakeholder.• Melaksanakan koordinasi, audiensi, dan sosialisasi yang menekankan manfaat, tujuan,
serta nilai tambah penetapan IIV bagi organisasi.
• Koordiinasi intensif dengan mitra strategis dan stakeholder untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan
41
Persentase kerja sama terkait pengelolaan strategi keamanan siber dan sandi yang ditindaklanjuti
TW 1Keterbatasan personel pada Direktorat Strategi KSSDistribusi personel secara seimbang sesuai dengan kebutuhan Tim Kerja pada Direktorat Strategi KSS
2
Penyusunan Laporan Identifikasi Kerja Sama yang Ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Kegiatan yang dilaksanakan paralel dengan pemutakhiran Manual IKUMelakukan koordinasi internal D1 dan koordinasi dengan S1 dan IR untuk menyepakati Manual IKU
3
Penyusunan Rencana Aksi Tindak Lanjut
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Kegiatan yang dilaksanakan paralel dengan pemutakhiran Manual IKUMelakukan koordinasi internal D1 dan koordinasi dengan S1 dan IR untuk menyepakati Manual IKU
4
Penyusunan Laporan Perkembangan Capaian
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
TW 4--
5
Penyusunan Draf Laporan
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
TW 4--
6
Penyusunan Laporan Akhir
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 3--
TW 4--
42
Persentase peran aktif BSSN dalam kegiatan internasional bidang keamanan siber dan sandi
Persentase Pelaksanaan Peran Aktif BSSN dalam Kegiatan Internasional Bidang Keamanan Siber dan Sandi
D11
Rincian Kegiatan5 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pembentukan Tim Kerja
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Keterbatasan personel pada Direktorat Strategi KSSDistribusi personel secara seimbang sesuai dengan kebutuhan Tim Kerja pada Direktorat Strategi KSS
2
Penyusunan Dokumen Rencana Tindak Lanjut Peran Aktif BSSN dalam Kegiatan Internasional Bidang Keamanan Siber dan Sandi
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Perencanaan kegiatan dengan anggaran terbatasMelakukan identifikasi kegiatan yang dapat dilakukan secara daring
3
Penyusunan Laporan Progress Peran Aktif BSSN dalam Kegiatan Internasional Bidang Keamanan Siber dan Sandi s.d. Triwulan II
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Terdapat dinamika efisiensi anggaran sehingga BSSN tidak dapat hadir secara langsung pada setiap forum yang diikutiMenyampaikan bahan masukan substansi keamanan siber kepada pihak Kementerian yang hadir secara langsung
4
Penyusunan Laporan Progress Peran Aktif BSSN dalam Kegiatan Internasional Bidang Keamanan Siber dan Sandi s.d. Triwulan III
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 3--
TW 4--
5
Penyusunan Laporan Akhir Peran Aktif BSSN dalam Kegiatan Internasional Bidang Keamanan Siber dan Sandi
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 3--
TW 4--
43
Persentase kebijakan yang diterapkan terhadap total kebijakan teknis strategi keamanan siber dan sandi yang ditetapkan
Persentase Pelaksanaan Pengukuran Penerapan Kebijakan terhadap Total Kebijakan Teknis Strategi Keamanan Siber dan Sandi yang Ditetapkan
D11
Rincian Kegiatan7 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Rapat kick-off pengukuran penerapan kebijakan bidang Strategi Keamanan Siber dan Sandi Tahun 2026
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Tidak terdapat kendala dan hambatan yang berartiMateri Kick Off Meeting menjadi acuan untuk kegiatan selanjutnya
2
Penyusunan laporan identifikasi kebijakan bidang strategi keamanan siber dan sandi
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Jumlah peraturan yang diinisiasi oleh D11 sangat terbatas. Hanya ada 3 (tiga) dan yang dioperasionalkan adalah 2 (dua)Melakukan pengukuran
untuk peraturan yang sama namun dengan ruang lingkup yang berbeda.
3
Rapat pembahasan bersama narasumber/pakar (sumber daya kolaborasi kedeputian)
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Tidak tersedia anggaran untuk menghadirkan narasumberMelakukan kolaborasi bersama dengan Direktorat lainnya di jajaran Deputi 1
4
Rapat koordinasi bersama dengan responden/pihak terkait
T
–R–
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
TW 2Tidak terdapat kendala dan hambatan yang berartiHasil koordinasi dengan responden menjadi acuan untuk pelaksanaan kegiatan selanjutnya
5
Pengumpulan dan analisis data
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 2Tidak tersedia anggaran untuk melakukan asistensi pengisian kuesionerMelakukan kolaborasi bersama dengan D31, D32 untuk memfasilitasi pemberian asistensi pada kegiatan yang diselenggarakan
6
Penyusunan laporan akhir
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2Tidak terdapat kendala dan hambatan yang berartiLaporan akhir menjadi dasar evaluasi kegiatan
7
Penyusunan Rencana Tindak Lanjut
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 4--
44
Persentase kerja sama terkait pengelolaan kebijakan tata kelola keamanan siber dan sandi yang ditindaklanjuti
Keikutsertaan dalam Workshop Securing the Seas: Developing Cyber Standards for Maritime Operation (Mitra Kerja Sama Inggris Raya)
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1--
TW 2--
3
Keterlibatan dalam Penyusunan Playbook untuk Cybersecurity di Sektor Maritim (Mitra Kerja Sama Inggris Raya)
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1--
TW 2--
4
Penyusunan identifikasi atas kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 1--
TW 2--
5
Penyusunan rencana aksi tindak lanjut atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 1--
TW 2--
6
Keikutsertaan dalam Australia –Indonesia Cyber Incident Response Preparedness Tabletop Exercise (Mitra Kerja Sama Australia)
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 1--
TW 2--
7
Penyusunan laporan perkembangan capaian atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 1--
TW 2--
8
Penyusunan draf laporan atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 1--
TW 2--
9
Penyusunan laporan akhir atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 1--
TW 2--
45
Persentase kebijakan yang diterapkan terhadap total kebijakan tata kelola keamanan siber dan sandi yang ditetapkan
Persentase Pelaksanaan Pengukuran Penerapan Kebijakan terhadap Total Kebijakan Tata Kelola Keamanan Siber dan Sandi yang Ditetapkan
D12
Rincian Kegiatan9 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pembentukan tim
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1--
TW 2--
2
Pelaksanaan kickoff meeting
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1--
TW 2--
3
Penyusunan identifikasi peraturan/kebijakan yang akan dinilai implementasinya (dalam hal ini Peraturan BSSN Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Insiden Siber)
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1--
TW 2--
4
Penentuan ruang lingkup
T
–R1 Kegiatan
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 1--
TW 2--
5
Pengumpulan data
T
–R1 Kegiatan
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 1--
TW 2--
6
Verifikasi data
T
–R1 Kegiatan
T
–R1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 1--
TW 2--
7
Pengolahan data
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 1--
TW 2--
8
Penyusunan draf laporan akhir
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 1--
TW 2--
9
Finalisasi laporan akhir
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
TW 1--
TW 2--
46
Persentase kerja sama terkait pengelolaan kebijakan teknologi keamanan siber dan sandi yang ditindaklanjuti
Persentase Pelaksanaan Tindak Lanjut Kerjasama Terkait Pengelolaan Kebijakan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi
D13
Rincian Kegiatan6 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pembentukan Tim
T
1 dokumenR1 dokumen
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Tidak terdapat kendala yang berartiTidak terdapat kendala yang berarti
2
Penyusunan Dokumen Identifikasi Kerja Sama yang Ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 dokumenR1 dokumen
T
–R–
T
–R–
TW 2Terdapat perubahan ruang lingkup dan dasar pengakuan terhadap tindak lanjut kerja sama yang berpotensi memengaruhi konsistensi pengukuran capaian kinerjaMelakukan pembahasan antara Tim Pengelola Kinerja Organisasi di lingkungan Deputi I dengan Biro Perencanaan dan Keuangan serta Inspektorat, untuk menentukan ruang lingkup, kriteria pengakuan, dan bukti dukung tindak lanjut kerja sama
3
Penyusunan Rencana Aksi Tindak Lanjut Atas Seluruh Kerja Sama Yang Ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 dokumenR1 dokumen
T
–R–
T
–R–
TW 2Terdapat perubahan ruang lingkup dan dasar pengakuan terhadap tindak lanjut kerja sama yang berpotensi memengaruhi konsistensi pengukuran capaian kinerjaMelakukan pembahasan antara Tim Pengelola Kinerja Organisasi di lingkungan Deputi I dengan Biro Perencanaan dan Keuangan serta Inspektorat, untuk menentukan ruang lingkup, kriteria pengakuan, dan bukti dukung tindak lanjut kerja sama
4
Penyusunan Laporan perkembangan capaian atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
1 dokumenR–
T
–R–
–
5
Penyusunan draf laporan atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 laporanR–
–
6
Penyusunan laporan akhir atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
–R–
–
47
Persentase kebijakan yang diterapkan terhadap total kebijakan teknologi keamanan siber dan sandi yang ditetapkan
Persentase Pelaksanaan Pengukuran Penerapan Kebijakan terhadap Total Kebijakan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi yang Ditetapkan
D13
Rincian Kegiatan9 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pembentukan Tim
T
1 dokumenR1 dokumen
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Tidak terdapat kendala yang berartiTidak terdapat kendala yang berarti
2
Kickoff meeting Pengukuran Penerapan Kebijakan terhadap Total Kebijakan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi
T
1 notulaR1 dokumen
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Tidak terdapat kendala yang berartiTidak terdapat kendala yang berarti
3
Penyusunan Dokumen Identifikasi peraturan/ kebijakan yang akan dinilai implementasinya
T
1 dokumenR1 dokumen
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Tidak terdapat kendala yang berartiTidak terdapat kendala yang berarti
4
Penetapan Ruang Lingkup
T
–R–
T
1 notulaR1 dokumen
T
–R–
T
–R–
TW 2terdapat kesulitan dalam menelusuri besaran biaya dari kegiatan, dan dalam menentukan cara atau menentukan referensi yang tepat dalam melakukan monetisasi terhadap manfaat dari Peraturan BSSN Nomor 11 Tahun 2024melakukan diskusi dan reviu dengan tim teknis, serta melakukan diskusi dan meminta saran dari pakar/narasumber yang kompeten
5
Pengumpulan Data
T
–R–
T
1 dokumenR1 dokumen
T
–R–
T
–R–
TW 2terdapat kesulitan dalam menelusuri besaran biaya dari kegiatan, dan dalam menentukan cara atau menentukan referensi yang tepat dalam melakukan monetisasi terhadap manfaat dari Peraturan BSSN Nomor 11 Tahun 2024melakukan diskusi dan reviu dengan tim teknis, serta melakukan diskusi dan meminta saran dari pakar/narasumber yang kompeten
6
Verifikasi Data dengan Narasumber
T
–R–
T
–R–
T
1 dokumenR–
T
–R–
–
7
Pengolahan data
T
–R–
T
–R–
T
1 dokumenR–
T
–R–
–
8
Penyusunan draf laporan akhir
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 dokumenR–
–
9
Finalisasi laporan akhir
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 laporanR–
–
48
Persentase kerja sama terkait pengelolaan kebijakan SDM keamanan siber dan sandi yang ditindaklanjuti
TW 1Keterbatasan sumber daya D14Mendistribusikan pekerjaan kepada setiap anggota tim secara proporsional agar beban kerja seimbang serta tujuan tim dapat tercapai
2
Penyusunan Dokumen Identifikasi Tindak Lanjut Kerja Sama dan Rencana Aksi Tindak Lanjut Kerja Sama
T
–R–
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 21. Kesulitan dalam mengidentifikasi kerja sama yang perlu ditindaklanjuti agar sesuai dengan ruang lingkup tugas dan fungsi bidang SDM KSS, sehingga penentuan prioritas tindak lanjut belum dapat dilakukan secara optimal.
2. Perubahan manual IKU Tindak Lanjut Kerja sama
3. Efisiensi anggaran1. Melakukan inventarisasi kerja sama berdasarkan dokumen Nota Kesepahaman (MoU) dan/atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan berkoordinasi bersama unit kerja S3 untuk mengidentifikasi kerja sama yang dapat ditindaklanjuti sesuai dengan tugas dan fungsi Direktorat Kebijakan SDM KSS
2. Melakukan Revisi Manual IKU sesuai dengan hasil pembahasan pada Dialog Kinerja di lingkungan D1 dengan melibatkan S1 dan IR
3. Perencanaan ulang kegiatan , memaksimalkan koordinasi dan diskusi secara daring
3
Rapat koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan terkait mekanisme, peran, dan timeline pemutakhiran KBJI 2025
T
–R1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
TW 1Dinamika efisiensi anggaranMengoptimalkan koordinasi dan pelaksanaan kegiatan secara daring
4
Penyusunan kertas kerja usulan KBJI
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Proses administrasi dan validasi yang berjenjang, sehingga memerlukan beberapa tahapan telaah, penyempurnaan, dan persetujuan sebelum usulan dapat ditetapkan dalam KBJI- Melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait seperti Kemnaker, BSN, dan unit kerja internal BSSN terkait usulan jabatan pada KBJI
- Melakukan pemutakhiran KBJI secara berkala agar mampu mengakomodasi jabatan-jabatan yang belum termasuk dalam usulan KBJI sebelumnya
5
Verifikasi dan Validasi usulan jabatan pada KBJI
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Proses administrasi dan validasi yang berjenjang, sehingga memerlukan beberapa tahapan telaah, penyempurnaan, dan persetujuan sebelum usulan dapat ditetapkan dalam KBJIMelakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait seperti Kemnaker, BSN, dan unit kerja internal BSSN terkait usulan jabatan pada KBJI
6
Finalisasi dan Uji Publik usulan jabatan pada KBJI
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
7
Inventarisasi okupasi keamanan siber sebagai dasar usulan Kamus Jabatan Nasional
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
8
Penyusunan kertas kerja teknis atribut jabatan untuk Kamus Jabatan Nasional
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
9
Brainstorming LSP bidang Keamanan Siber dalam rangka Pemetaan Kemasan Okupasi KKNI Level II
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Skema sertifikasi keamanan siber yang tersedia saat ini belum mengakomodir sertifikasi untuk entri level di KKNI level II (untuk lulusan SMA/SMK) yang ingin masuk sebagai tenaga kerja profesional entri level. Namun di sisi lain pengembangan skema sertifikasi memerlukan proses validasi dan pemenuhan syarat administrasi yang cukup panjang.Melakukan konfirmasi lanjutan kepada LSP yang hadir untuk memperoleh usulan skema dan unit kompetensi yang relevan dengan KKNI level II bidang keamanan siber.
- Menyelenggarakan rapat lanjutan dengan BNSP untuk membahas mekanisme pengemasa okupasi dan pengembangan skema sertifikasi nasional sesuai ketentuan BNSP.
10
Rapat pencerahan dengan narasumber BNSP untuk metodologi pemetaan kemasan okupasi sesuai standar nasional
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Skema sertifikasi keamanan siber yang tersedia saat ini belum mengakomodir sertifikasi untuk entri level di KKNI level II (untuk lulusan SMA/SMK) yang ingin masuk sebagai tenaga kerja profesional entri level. Namun di sisi lain pengembangan skema sertifikasi memerlukan proses validasi dan pemenuhan syarat administrasi yang cukup panjangMenyusun dokumen teknis pengemasan okupasi keamanan siber KKNI level II sebagai dasar pengembangan skema sertifikasi nasional entry-level
11
Penyusunan Draft rekomendasi awal kemasan okupasi keamanan siber KKNI Level II yang relevan untuk lulusan SMK/SMA sederajat
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
12
Verifikasi dan validasi Draf Pemetaan Kemasan Okupasi KKNI Level II
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
13
Finalisasi draf kemasan okupasi KKNI Level II Penyusunan laporan akhir pelaksanaan tindak lanjut kerja sama
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
49
Persentase kebijakan yang diterapkan terhadap total kebijakan SDM keamanan siber dan sandi yang ditetapkan
Persentase Pelaksanaan Pengukuran Penerapan Kebijakan terhadap Total Kebijakan SDM Keamanan Siber dan Sandi yang Ditetapkan
D14
Rincian Kegiatan10 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pembentukan Tim
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Keterbatasan sumber daya D14Mendistribusikan pekerjaan kepada setiap anggota tim secara proporsional agar beban kerja seimbang serta tujuan tim dapat tercapai
2
Kickoff meeting Tim Evaluasi Implementasi Kebijakan SDM KSS
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Perubahan Manual IKU sesuai ketentuan untuk menjaga keseragaman di lingkungan Deputi IMelakukan koordinasi perubahan Manual IKU di lingkungan Deputi I dengan melibatkan desk S1 dan IR guna memastikan kesesuaian dengan ketentuan yang berlaku serta keseragaman metode pengukuran CBA
dilingkungan Deputi I
3
Penyusunan Dokumen Identifikasi peraturan/ kebijakan yg akan dinilai implementasinya
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
TW 1Perlunya penyeragaman format dan mekanisme penentuan kebijakan yang akan dinilaiMelakukan koordinasi dan pembahasan bersama MKO dilingkungan Deputi I untuk menyusun format dan mekanisme penetapan kebijakan yang dinilai secara seragam di lingkungan Deputi I
4
Rapat Penetapan Ruang Lingkup
T
–R1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
TW 1Perlunya identifikasi ruang lingkup berupa biaya dan manfaat yang tepat dan sesuai ketentuanMelaksanakan kegiatan pencerahan narasumber
5
Rapat Pengumpulan Data
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Ketersediaan data dukung belum lengkap serta sebagian data belum terverifikasi, sehingga belum dapat digunakan sebagai dasar analisis.Berkoordinasi dan dengan unit kerja terkait dalam hal pengumpulan data seperti data insiden serta data turnover pegawai serta melakukan analisis secara bertahap terhadap data yang telah tersedia
6
Penyusunan Laporan Pengumpulan Data
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Penyusunan dokumen analisis biaya-manfaat kebijakan tunjangan jabatan fungsional menghadapi kendala metodologis dalam penetapan faktor atribusi manfaat.Akan dilakukan konsultasi dengan pakar di bidang keamanan siber guna memperoleh proporsi kontribusi masing-masing pilar melalui pendekatan Analytic Hierarchy Process (AHP).
7
Pencerahan Narasumber dalam rangka Verifikasi data
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 2Berdasarkan hasil
verifikasi, masih diperlukan penyempurnaan terhadap landasan teori empiris dan jalur manfaat agar metodologi analisis lebih jelas, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.Melakukan pendalaman
terhadap teori empiris yang relevan, serta melakukan pembahasan dan verifikasi bersama pihak terkait untuk memastikan kesesuaian metodologi dan asumsi yang digunakan dalam analisis.
8
Pengolahan data
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
9
Penyusunan draf laporan akhir
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
10
Finalisasi laporan akhir
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
50
Persentase kerjasama operasi keamanan siber yang ditindaklanjuti
Persentase Pelaksanaan Tindak Lanjut Kerja Sama Terkait Operasi Keamanan Siber
D21
Rincian Kegiatan8 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pembentukan tim kerja
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
TW 1Dinamika penugasan pegawai pada unit kerja lain, serta masih berlangsungnya proses seleksi perwira TNI/Polri menyebabkan penetapan komposisi tim kerja memerlukan waktu tambahanMelakukan pemutakhiran susunan tim setelah terdapat kepastian status penugasan
dan hasil seleksi
TW 21 Dokumen sudah terlaksana pada Triwulan I1 Dokumen sudah terlaksana pada Triwulan I
2
Identifikasi seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
TW 2Terdapat hasil identifikasi kerja
sama yang akan ditindaklanjuti
yang belum masuk pada daftar
identifikasi kerja sama dari Biro
Hukum dan Komunikasi PublikMelakukan koordinasi dengan
Biro Hukum dan Komunikasi
Publik serta memutakhirkan
basis data kerja sama secara
berkala sebagai rujukan
bersama
3
Penyusunan rencana aksi kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
TW 2Konsolidasi data kerja sama
pada beberapa tim yang
memerlukan proses proses
verifikasi butir-butir kerja sama
yang akan ditindaklanjutiMelakukan koordinasi dengan
tim terkait
4
Pelaksanaan tindak lanjut kerja sama sesuai rencana aksi
T
12 Kerja SamaR9 Kerja Sama
T
25 Kerja SamaR22 Kerja Sama
T
25 Kerja SamaR–
T
25 Kerja SamaR–
TW 1Penjadwalan kegiatan
bersama mitra kerja sama
memerlukan penyesuaian
waktu dan kebutuhan /
permintaan dari stakeholderMelakukan koordinasi awal
dan melakukan konfirmasi
secara berkala dengan mitra
kerja sama
TW 2Pelaksanaan kegiatan bersama
mitra memerlukan penyelarasan
agenda antarinstansi yang
berpengaruh pada penetapan
waktu pelaksanaanMelaksanakan koordinasi dan
konfirmasi kesiapan mitra
secara berkala
5
Monitoring perkembangan capaian kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
–
6
Penyusunan laporan akhir kerja sama
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
–
7
Pelaksanaan Focus Group Discussion NSOC dengan ISP/NAP dan Stakeholder
T
–R–
T
–R–
T
1 ForumR–
T
1 ForumR–
–
8
Partisipasi Keanggotaan pada Kegiatan Multilateral CERT
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
51
Persentase keberhasilan pencegahan potensi ancaman keamanan siber menjadi insiden pada stakeholder
Persentase Potensi Ancaman Keamanan Siber yang Tidak Berkembang Menjadi Insiden pada Stakeholder yang Telah Dinotifikasi sampai dengan Periode Pelaporan
D21
Rincian Kegiatan7 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pelaksanaan Operasi keamanan Siber
T
6 OperasiR6 Operasi
T
12 OperasiR12 Operasi
T
17 OperasiR–
T
23 OperasiR–
TW 1Pelaksanaan operasi perlu
menyesuaikan kesiapan dan
jadwal stakeholder yang
menjadi sasaranMelakukan koordinasi awal
bersama stakeholder untuk
menentukan waktu
pelaksanaan
TW 2Pelaksanaan operasi perlu
menyesuaikan kesiapan dan
jadwal stakeholder yang menjadi
sasaranMelakukan koordinasi awal
bersama stakeholder untuk
menentukan waktu
pelaksanaan
2
Pelaksanaan Manajemen Mutu Layanan ITSA berdasarkan SNI ISO 9001:2015
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
3
Audit Sertifikasi ISO 27001:2022 pada Data Center Direktorat Operasi Keamanan Siber
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
4
Bug hunterday
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
5
Identifikasi dan analisis potensi ancaman melalui early warning detection
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Tidak terdapat hambatan
yang berarti, proses
identifikasi dan analisis
berjalan sesuai rencanaMempertahankan pola pelaksanaan yang telah berjalan
TW 2Tidak terdapat hambatan yang
berarti, proses identifikasi dan
analisis berjalan sesuai rencanaMempertahankan pola pelaksanaan yang telah berjalan
6
Penyampaian notifikasi early warning kepada stakeholder terkait
T
1R1
T
1R1
T
1R–
T
1R–
TW 1Tidak terdapat hambatan
yang berarti, penyampaian
notifikasi peringatan dini
berjalan sesuai rencanaMempertahankan efektivitas
notifikasi melalui ketepatan
sasaran penyampaian dan
penguatan pendampingan
mitigasi pascanotifikasi
kepada stakeholder yang
membutuhkan
TW 2Tidak terdapat hambatan yang
berarti, penyampaian notifikasi
peringatan dini berjalan sesuai
rencanaMempertahankan efektivitas
notifikasi melalui ketepatan
sasaran penyampaian dan
penguatan pendampingan
mitigasi pascanotifikasi
kepada stakeholder yang
membutuhkan
TW 2Penyusunan laporan
memerlukan konsolidasi dan
verifikasi data capaian dari
beberapa sumber dataMempertahankan pola
penyusunan laporan yang
telah berjalan dan menjamin
ketepatan penyelesaian
laporan
52
Persentase IIV yang terlindungi terhadap total IIV yang telah ditetap
Jumlah Laporan Eksekutif Monitoring Sektor yang Dihasilkan pada Triwulan Berjalan
D21
Rincian Kegiatan9 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penyusunan Laporan Eksekutif Monitoring Sektor Administrasi Pemerintah
T
3 LaporanR3 Laporan
T
6 LaporanR6 Laporan
T
9 LaporanR–
T
12 LaporanR–
TW 1Penyusunan laporan memerlukan konsolidasi data antar timMenentukan tim penyusun laporan dan batas waktu maksimal penyusunan laporan
TW 2Tidak terdapat kendala berarti dalam penyusunan laporan eksekutif monitoring sektorMenjaga ketepatan jadwal penyusunan dan distribusi laporan kepada pemangku kepentingan sektor
TW 1Penyusunan laporan memerlukan konsolidasi data antar timMenentukan tim penyusun laporan dan batas waktu maksimal penyusunan laporan
TW 2Tidak terdapat kendala berarti dalam penyusunan laporan eksekutif monitoring sektorMenjaga ketepatan jadwal penyusunan dan distribusi laporan kepada pemangku kepentingan sektor
TW 1Penyusunan laporan memerlukan konsolidasi data antar timMenentukan tim penyusun laporan dan batas waktu maksimal penyusunan laporan
TW 2Tidak terdapat kendala berarti dalam penyusunan laporan eksekutif monitoring sektorMenjaga ketepatan jadwal penyusunan dan distribusi laporan kepada pemangku kepentingan sektor
TW 1Penyusunan laporan memerlukan konsolidasi data antar timMenentukan tim penyusun laporan dan batas waktu maksimal penyusunan laporan
TW 2Tidak terdapat kendala berarti dalam penyusunan laporan eksekutif monitoring sektorMenjaga ketepatan jadwal penyusunan dan distribusi laporan kepada pemangku kepentingan sektor
TW 1Penyusunan laporan memerlukan konsolidasi data antar timMenentukan tim penyusun laporan dan batas waktu maksimal penyusunan laporan
TW 2Tidak terdapat kendala berarti dalam penyusunan laporan eksekutif monitoring sektorMenjaga ketepatan jadwal penyusunan dan distribusi laporan kepada pemangku kepentingan sektor
TW 1Penyusunan laporan memerlukan konsolidasi data antar timMenentukan tim penyusun laporan dan batas waktu maksimal penyusunan laporan
TW 2Tidak terdapat kendala berarti dalam penyusunan laporan eksekutif monitoring sektorMenjaga ketepatan jadwal penyusunan dan distribusi laporan kepada pemangku kepentingan sektor
7
Penyusunan Laporan Eksekutif Monitoring Sektor TIK
T
3 LaporanR3 Laporan
T
6 LaporanR6 Laporan
T
9 LaporanR–
T
12 LaporanR–
TW 1Penyusunan laporan memerlukan konsolidasi data antar timMenentukan tim penyusun laporan dan batas waktu maksimal penyusunan laporan
TW 2Tidak terdapat kendala berarti dalam penyusunan laporan eksekutif monitoring sektorMenjaga ketepatan jadwal penyusunan dan distribusi laporan kepada pemangku kepentingan sektor
TW 1Penyusunan laporan memerlukan konsolidasi data antar timMenentukan tim penyusun laporan dan batas waktu maksimal penyusunan laporan
TW 2Tidak terdapat kendala berarti dalam penyusunan laporan eksekutif monitoring sektorMenjaga ketepatan jadwal penyusunan dan distribusi laporan kepada pemangku kepentingan sektor
9
Penyusunan Laporan Eksekutif Monitoring Sektor Lainnya
T
3 LaporanR3 Laporan
T
6 LaporanR6 Laporan
T
9 LaporanR–
T
12 LaporanR–
TW 1Penyusunan laporan memerlukan konsolidasi data antar timMenentukan tim penyusun laporan dan batas waktu maksimal penyusunan laporan
TW 2Tidak terdapat kendala berarti dalam penyusunan laporan eksekutif monitoring sektorMenjaga ketepatan jadwal penyusunan dan distribusi laporan kepada pemangku kepentingan sektor
53
Persentase kerja sama operasi keamanan dan pengendalian informasi yang ditindaklanjuti
Persentase Kerjasama Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi yang Ditindaklanjuti
D22
Rincian Kegiatan6 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pembentukan Tim Kerja Sama
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Tidak ada hambatan-
2
Rapat penyusunan identifikasi kerja sama yang akan ditindaklanjuti
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Tidak ada hambatan-
3
Rapat pembahasan rencana aksi kerja sama yang akan ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2Tidak ada-
4
Penyusunan laporan perkembangan capaian
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
–
5
Penyusunan draf laporan akhir kerjasama operasi keamanan dan pengendalian informasi yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
–
6
Penyusunan laporan akhir kerjasama operasi keamanan dan pengendalian informasi yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
–
54
Indeks pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap keamanan siber
Persentase Capaian Kegiatan Pengukuran Pengetahuan dan Pemahaman Masyarakat terhadap Keamanan Siber dan Sandi sampai dengan Periode Pelaporan
D22
Rincian Kegiatan12 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penentuan Desain Sampel Pengukuran Budaya Keamanan Siber
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
TW 1--
2
Revisi Instrumen Survei Kesadaran Keamanan Siber
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1--
3
Kegiatan Pengambilan Data Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Indeks Kematangan Budaya Keamanan Siber
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2Tidak ada-
4
Rapat Analisis Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Indeks Kematangan Budaya Keamanan Siber
T
–R–
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
TW 2Tidak ada-
5
Pelaksanaan Pengukuran Budaya Keamanan Siber pada Pemerintah Daerah Provinsi Aceh
T
–R–
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
TW 2Tidak ada-
6
Pelaksanaan Pengambilan Data/Pengukuran Budaya Keamanan Siber Nasional
T
–R–
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
TW 2Tidak ada-
7
Quality Check Data Hasil Pengukuran
T
–R–
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
TW 2Tidak ada-
8
Cleansing/Pengolahan Awal Data
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2Tidak-
9
Diseminasi Pengukuran Budaya Keamanan Siber pada Pemerintah Aceh
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
10
Analisis Data Hasil Pengukuran Budaya Keamanan Siber
T
–R–
T
–R–
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
–
11
Penyusunan Buku Indeks Kematangan Budaya Keamanan Siber
T
–R–
T
–R–
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
–
12
Diseminasi Hasil Indeks Kematangan Budaya Keamanan Siber Tahun 2026
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
55
Persentase kerja sama operasi sandi yang ditindaklanjuti
Persentase Pelaksanaan Tindak Lanjut Kerjasama Terkait Operasi Sandi
D23
Rincian Kegiatan3 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penyusunan Rencana Aksi
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
TW 1Pendalaman terhadap poin-poin kerjasama belum optimal karena banyaknya jumlah tim yang terkait dan adanya dokumen kerja sama baru di Tahun 2026Koordinasi bersama ketua tim terkait untuk menentukan poin-poin yang ditindaklanjuti dari dokumen kerja sama
TW 2Pendalaman terhadap poin- poin kerjasama belum
optimal karena banyaknya
jumlah tim yang terkait dan
adanya dokumen kerja
sama baru di Tahun 2026Koordinasi bersama ketua
tim terkait untuk
menentukan poin-poin
yang ditindaklanjuti dari
dokumen kerja sama
2
Monitoring dan Evaluasi
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
4 KegiatanR–
TW 1Dokumen kerja sama PKS Co-Location Krisna baru dimulai sejak 18 Desember 2025Hambatan sudah tertangani dengan terlaksananya monitoring dan evaluasi terkait Penyediaan Layanan Co-Location Sistem Informasi kolaborasi Perencanaan dan Informasi Kinerja Anggaran (KRISNA)
TW 2Keterbatasan personil dan anggaran untuk pelaksanaan tatap muka secara langsung (onsite)Membuat perencanaan yang matang terkait anggaran dan pemetaan personil sesuai dengan target evaluasi
3
Pengamanan teknologi informasi dan komunikasi melalui kegiatan Uji Petik Pengamanan TI di Titik Lokasi
T
–R–
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
TW 1Penyusunan renacana kegiatan dan penentuan lokasi titik lokasi masih dalam proses koordinasi bersama BKNMelakukan koordinasi secara intensif dan aktif bersama BKN
TW 2Keterbatasan personil saat kegiatan dilakukan bersamaanMelakukan pemetaan personil sesuai beban tugas dan kompetensi
yang dimiliki
56
Persentase kerja sama operasi deteksi sinyal yang ditindaklanjuti
Persentase Pelaksanaan Tindak Lanjut Kerjasama Terkait Operasi Deteksi Sinyal
D23
Rincian Kegiatan2 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Kegiatan Pemanfaatan layanan Operasi Deteksi Sinyal pada Pelaksanaan Pencarian Target Operasi BPOM
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Keterbatasan anggaran dalam pelaksanaan operasi pencairan target operasiMelakukan perencanaan yang lebih matang dengan mengalokasikan anggaran untuk kegiatan tersebut
TW 2Belum adanya anggaran
yang dapat digunakan untuk
mengakomodir pelaksanaan
kegiatan operasi pencarian
target operasiPenyusunan rencana
kebutuhan anggaran
berupa pelaksanaan
operasi bersama
2
Kegiatan Pemanfaatan layanan Operasi Deteksi Sinyal pada Pelaksanaan Pemantauan Komunikasi Pusinfomar TNI AL.
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Kewenangan pemilik dashboard pertukaran informasi yang berada di Pusinfomar Pusat, sedangkan di wilayah batam hanya ada operator sajaKoordinasi lebih lanjut dengan Pusinfomar Pusat dalam penyusunan kebutuhan informasi yang di perlukan.
TW 2Masih dalam pembahasaan
pemetaan kebutuhan
pertukaran informasi dari
dua belah pihak.Komunikasi dan
koordinasi yang. Lebih
matang dengan
Pusinfomar TNI AL dalam
penyusunan kebutuhan
pertukaran informasi.
57
Persentase penerapan kriptografi yang efektif menjamin perlindungan data dalam sistem elektronik terhadap total insiden siber yang terjadi
Persentase Penyelenggara Sistem Elektronik yang Telah Menerapkan Kriptografi sampai dengan Periode Tahun Berjalan
D23
Rincian Kegiatan2 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Konsultasi Awal Layanan Kriptografi
T
5 KegiatanR5 Kegiatan
T
8 KegiatanR8 Kegiatan
T
10 KegiatanR–
T
15 KegiatanR–
TW 1Perkiraan jumlah target konsultasi tidak bisa tergambar secara jelas, karena konsultasi dilaksanakan setelah adanya surat permohonan layananMenghitung kembali stakeholder yang sudah melakukan konsultasi agar tidak terjadi pencatatan ganda terhadap stakeholder yang sama
TW 2Perkiraan jumlah target
konsultasi tidak bisa
tergambar secara jelas,
karena konsultasi
dilaksanakan setelah adanya surat permohonan layananMenghitung kembali
stakeholder yang sudah
melakukan konsultasi agar tidak terjadi pencatatan
ganda terhadap stakeholder
yang sama
2
Implementasi Modul Enkripsi
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
4 KegiatanR4 Kegiatan
T
6 KegiatanR–
T
8 KegiatanR–
TW 1Kesiapan infrastruktur stakeholder dan kesiapan personil yang memahami sistemImplementasi dilaksanakan sesuai kesiapan infrastruktur dan personil stakeholder
TW 2Kesiapan infrastuktur
stakeholder dan kesiapan personil yang memahami
sistemImplementasi
dilaksanakan sesuai
kesiapan infrastruktur dan personil stakeholder
58
Indeks pengetahuan dan pemahaman K/L terhadap keamanan siber dan sandi
Pengukuran Persentase PSE Sektor Pemerintah Pusat dengan Indeks Kesadaran Keamanan Siber dengan Kategori Minimal “Baik”
D31
Rincian Kegiatan1 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pelaksanaan Kegiatan Pengukuran Survei Kesadaran Keamanan Siber
T
–R–
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
4 KegiatanR–
T
5 KegiatanR–
TW 21. Terdapat Efisiensi Anggaran Unit Kerja;
2. Adanya Perubahan instrumen pengukuran indeks
kesadaran keamanan siber;
3. Adanya perubahan narasi IKU Tahunan dan Triwulan Unit Kerja.1. Mengoptimalkan Sumber daya yang ada;
2. Melakukan Penyesuaian Pelaksanaan dan penyebaran survei instrumen SKSS yang baru;
3. Melakukan penyesuaian narasi IKU Tahunan dan Triwulan Unit Kerja.
59
Persentase kerjasama Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber dan Sandi PSE sektor Pemerintah Pusat yang ditindaklanjuti
Persentase Pelaksanaan Kerja Sama Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber dan Sandi Sektor Pemerintah Pusat yang Ditindaklanjuti
D31
Rincian Kegiatan3 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Kegiatan Penyusunan Laporan identifikasi dan Dokumen rencana kerja/rencana aksi atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 21. Terdapat Efisiensi Anggaran Unit Kerja;
2. Adanya perubahan metode perhitungan pada manual IKU
Tahunan dan Triwulan Unit Kerja.1. Mengoptimalkan Sumber daya yang ada;
2. Melakukan penyesuaian
narasi dan metode perhitungan pada manual IKU Tahunan.
dan Triwulan Unit Kerja.
2
Pelaksanaan Kegiatan Indonesian Digital Government Secretariat Visit to United Kingdom
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
TW 21. Terdapat Efisiensi Anggaran Unit Kerja;
2. Adanya perubahan metode perhitungan pada manual IKU
Tahunan dan Triwulan Unit Kerja.1. Mengoptimalkan Sumber daya yang ada;
2. Melakukan penyesuaian
narasi dan metode perhitungan pada manual IKU Tahunan.
dan Triwulan Unit Kerja.
3
Kegaitan Penyusunan Laporan akhir atas seluruh kerja sama yang telah ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
60
Persentase kerja sama peningkatan kapasitas keamanan siber dan sandi Sektor Pemerintah Daerah yang ditindaklanjuti
Persentase PSE pada Sektor Pemerintah Daerah dengan Indeks Kesadaran Keamanan Siber dengan Kategori Minimal “Baik”
D32
Rincian Kegiatan6 kegiatanRealisasi belum diisi
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Rapat DKO Indikator Kinerja Tingkat Kesadaran Masyarakat
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
2
Rapat Koordinasi Manual IKU SKKS
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
3
Koordinasi Teknis Instrumen Survei SKKS
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
4
Kegiatan Pelaksanaan Survei KKS
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
5
Kegiatan Permohonan Data Survei
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
6
Kegiatan Analisa Data, Penyusunan Laporan Hasil dan Laporan Akhir SKKS Tahun 2026
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
61
Indeks pengetahuan dan pemahaman Pemerintah Daerah terhadap keamanan siber
Persentase Kerja Sama Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber PSE Sektor Pemerintah Daerah yang Ditindaklanjuti
D32
Rincian Kegiatan2 kegiatanRealisasi belum diisi
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pengembangan Keamanan Siber Pada Kegiatan Forum Komunikasi Siber dan Sandi Daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta menindaklanjuti (MOU) BSSN dengan PT. HuaweiTech Investment
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
2
Bimbingan Teknis Penanganan Insiden Siber di 5 lokus menindaklanjuti PKS Deputi III dengan PT. Data Sinergitama Jaya Tbk
T
–R–
T
–R–
T
5 KegiatanR–
T
5 KegiatanR–
–
62
Persentase kerja sama peningkatan kapasitas keamanan siber dan sandi
Persentase Kerja Sama Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber dan Sandi Sektor Pembangunan Manusia yang Ditindaklanjuti
D33
Rincian Kegiatan3 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pengukuran Tingkat Kematangan Keamanan Siber pada BPJS Kesehatan
T
–R–
T
–R–
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
–
2
Kolaborasi Peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam bidang keamanan siber pada BPJS Kesehatan
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2--
3
Kolaborasi Bimtek Peningkatan Kapabilitas Keamanan Siber pada Universitas Terbuka
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
TW 2Waktu pelaksanaan mundur menyesuaikan jadwal dari Universitas Terbuka.Menyesuikan waktu dari
Universitas Terbuka.
63
Persentase PSE sektor pembangunan manusia dengan indeks kesadaran keamanan siber dengan kategori minimal “baik”
Pengukuran Persentase PSE Sektor Pembangunan Manusia dengan Indeks Kesadaran Keamanan Siber dengan Kategori Minimal Baik (%)
D33
Rincian Kegiatan1 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Melaksanakan Survei Kesadaran Keamanan Siber
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
5 KegiatanR5 Kegiatan
T
6 KegiatanR–
T
7 KegiatanR–
TW 1Tidak semua peserta kegiatan
mengisi survei yang telah dibagikan pada saat pelaksanaan kegiatan.Berkoordinasi kembali dengan stakeholder terkait untuk mengisi Survei Kesadaran Keamanan Siber.
64
Persentase kerja sama peningkatan kapasitas keamanan siber dan sandi sektor Keuangan, Perdagangan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang ditindaklanjuti
Persentase Pelaksanaan Tindak Lanjut Kerjasama Terkait Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber dan Sandi Sektor Keuangan, Perdagangan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
D41
Rincian Kegiatan4 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Melakukan identifikasi kerja sama yang akan ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2Keterbatasan waktu dan koordinasi dengan unit kerja/PSE terkait dalam
melakukan identifikasi kerja
sama yang akan ditindaklanjuti.Melakukan koordinasi dan
komunikasi secara berkala dengan unit kerja/PSE terkait untuk memastikan data dan informasi kerja sama tersedia.
2
Melaksanakan tindak lanjut kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
TW 2Penyesuaian waktu pelaksanaan dengan pihak yang terlibat dalam kerja sama.Melakukan koordinasi penjadwalan dengan pihak terkait dan menyesuaikan waktu pelaksanaan kegiatan.
3
Melakukan pemantauan perkembangan capaian kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
TW 2Keterbatasan waktu dalam
memperoleh informasi
perkembangan pelaksanaan
kerja sama dari pihak terkaitMelakukan pemantauan dan
koordinasi secara berkala
dengan pihak terkait untuk memperoleh informasi
perkembangan capaian kerja
sama.
4
Penyusunan pelaporan atas kerja sama yang telah ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
65
Indeks pengetahuan dan pemahaman PSE sektor Keuangan, Perdagangan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terhadap keamanan siber
Persentase Pelaksanaan Kegiatan Pengukuran Tingkat Kesadaran Keamanan Siber pada PSE Sektor Keuangan, Perdagangan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
D41
Rincian Kegiatan3 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Koordinasi penyiapan alat ukur (tools) survey pengukuran tingkat kesadaran keamanan siber pada PSE sektor keuangan, perdagangan, pariwisata dan ekonomi kreatif
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Belum optimalnya kesiapan dan pemahaman dalam
penggunaan alat ukur serta pengambilan data hasil pengukuran.Melakukan koordinasi dengan
unit kerja terkait penggunaan tools dan pengambilan data hasil pengukuran.
TW 2Belum optimalnya kesiapan dan pemahaman dalam
penggunaan alat ukur serta pengambilan data hasil pengukuran.Melakukan koordinasi dengan
unit kerja terkait penggunaan tools dan pengambilan data hasil pengukuran.
2
Melakukan pengambilan hasil survey pengukuran tingkat kesadaran keamanan siber pada PSE sektor keuangan, perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
TW 2- Belum optimalnya kesiapan dan pemahaman dalam
penggunaan alat ukur serta pengambilan data hasil pengukuran.
- Pemahaman responden
dalam melakukan pengisian masih kurangMelakukan koordinasi dengan
unit kerja terkait penggunaan tools dan pengambilan data hasil pengukuran.
- Melakukan sosialisasi
pemahaman pengisian dan
panduan instrumen/pertanyaan
3
Melakukan pelaporan pelaksanaan kegiatan pengukuran tingkat kesadaran keamanan siber pada PSE sektor keuangan, perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
66
Persentase kerja sama peningkatan kapasitas keamanan siber dan sandi PSE Sektor Energi dan Sumber Daya Alam yang ditindaklanjuti
Persentase Pelaksanaan Tindak Lanjut Kerja Sama Terkait Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber dan Sandi Sektor Energi dan Sumber Daya Alam
D42
Rincian Kegiatan8 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penyusunan identifikasi atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
TW 2- Keterlambatan proses revisi
anggaran yang berdampak terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal masing- masing pimpinan pada kegiatan Audiensi memerlukan waktu dan sangat dinamis.- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan
komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
2
Penyusunan rencana aksi tindak lanjut atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
TW 2- Keterlambatan proses revisi
anggaran yang berdampak terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal masing- masing pimpinan pada kegiatan Audiensi memerlukan waktu dan sangat dinamis.- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan
komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
3
Penyusunan Laporan perkembangan capaian atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
–
4
Penyusunan draf laporan atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
–
5
Penyusunan laporan akhir atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
–
6
Penjajakan kerja sama
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
7 KegiatanR7 Kegiatan
T
8 KegiatanR–
T
8 KegiatanR–
TW 1- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan
kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan PPK dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
TW 2- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan
kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan
komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
7
Rapat Koordinasi/Alignment/Audiensi
T
11 KegiatanR11 Kegiatan
T
23 KegiatanR23 Kegiatan
T
29 KegiatanR–
T
32 KegiatanR–
TW 1- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan
kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan PPK dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
TW 2- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan
kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan
komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
8
Rapat Koordinasi Perpanjangan MoU
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
4 KegiatanR–
TW 1- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan
kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan PPK dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
TW 2- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Proses sinkronisasi jadwal dan komitmen pelaksanaan
kegiatan dengan stakeholder terkait memerlukan waktu dan penyesuaian agenda masing-masing.- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Memperkuat koordinasi dan
komunikasi dengan stakeholder terkait untuk menyelaraskan jadwal serta memastikan komitmen pelaksanaan kegiatan.
67
Indeks pengetahuan dan pemahaman PSE Sektor Energi dan Sumber Daya Alam terhadap keamanan siber
Persentase Pelaksanaan Kegiatan Pengukuran Tingkat Kesadaran Keamanan Siber pada PSE Sektor Energi dan Sumber Daya Alam
D42
Rincian Kegiatan3 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penyusunan jadwal dan rencana teknis pelaksanaan kegiatan survei
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
TW 1- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Kegiatan pada TW I masih pada tahapan persiapan karena adanya penyesuaian/pembaruan tools survei yang digunakan.- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan PPK dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Melakukan percepatan finalisasi tools survei dengan berkoordinasi dengan pihak terkait.
TW 2- Melakukan perencanaan ulang kegiatan karena adanya
kebijakan efisiensi anggaran.
- Keterlambatan proses revisi
anggaran yang berdampak
terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.- Mengubah strategi pelaksanaan kegiatan dengan berkolaborasi bersama Tim D42 lainnya.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
2
Pelaksanaan kegiatan Survei Kesadaran Keamanan Siber
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
6 KegiatanR6 Kegiatan
T
15 KegiatanR–
T
18 KegiatanR–
TW 1- Keterlambatan proses pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.
- Kegiatan pada TW I masih pada tahapan persiapan karena adanya penyesuaian/pembaruan tools survei yang digunakan.- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan PPK dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
- Melakukan percepatan finalisasi tools survei dengan berkoordinasi dengan pihak terkait.
TW 2- Melakukan perencanaan ulang kegiatan karena adanya
kebijakan efisiensi anggaran.
- Keterlambatan proses revisi
anggaran yang berdampak
terhadap pencairan anggaran sehingga serapan yang masih sangat kecil.- Mengubah strategi pelaksanaan kegiatan dengan berkolaborasi bersama Tim D42 lainnya.
- Melalukan koordinasi lebih intensif dengan KPA, PPK, dan Bagian Keuangan agar penyerapan periode selaras dengan capaian progres kegiatan.
3
Penyusunan laporan akhir
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
–
68
Persentase kerja sama peningkatan kapasitas keamanan siber PSE sektor TIK, Media dan Transportasi serta logistik yang ditindaklanjuti
Persentase Pelaksanaan Tindak Lanjut Kerja Sama Terkait Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber dan Sandi Sektor TIK, Media, Transportasi serta Logistik
D43
Rincian Kegiatan12 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penyusunan identifikasi atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
2
Penyusunan rencana aksi tindak lanjut atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
3
Audiensi BSSN dengan IPPS dan stakeholder sektor TIK, Media, Transportasi, dan Logistik
T
7 LaporanR7 Laporan
T
18 LaporanR18 Laporan
T
20 LaporanR–
T
20 LaporanR–
TW 1Tantangan dalam menyelaraskan jadwal dan ketersediaan waktu pertemuan pada tingkat pimpinan dari berbagai instansi selaku IPPS serta stakeholder terkait.Melakukan penjadwalan ulang kegiatan jauh hari sebelum waktu pelaksanaan.
TW 2Tantangan dalam menyelaraskan jadwal dan ketersediaan waktu pertemuan pada tingkat pimpinan dari berbagai instansi selaku IPPS serta stakeholder terkait.Melakukan penjadwalan ulang kegiatan jauh hari sebelum waktu pelaksanaan.
4
Pembahasan MoU dan PKS antara BSSN dengan stakeholder Sektor TIK, Media, Transportasi, dan Logistik
T
–R–
T
3 LaporanR3 Laporan
T
4 LaporanR–
T
4 LaporanR–
TW 2Proses penyelarasan substansi MoU dan PKS memerlukan waktu lebih lama akibat perbedaan birokrasi dan ketentuan hukum masing-masing instansiMelakukan koordinasi secara berkala bersama unit hukum dari masing- masing pihak untuk memetakan potensi
perbedaan substansi/klausul lebih awal.
5
Workshop DNS dan DNSSEC 2026
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 1Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
6
The 16th ASEAN-JAPAN Information Security Workshop for ISPs
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 1Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
7
APSAT 2026 International Conference
T
–R–
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
8
Rapat Koordinasi Teknis Monitoring dan Evaluasi (Monev) All Indonesia
T
1 LaporanR1 Laporan
T
2 LaporanR2 Laporan
T
3 LaporanR–
T
3 LaporanR–
TW 1Informasi pelaksanaan rapat yang disampaikan cenderung bersifat mendadak, sehingga memerlukan penyesuaian waktu dari peserta yang akan hadir.Menyiapkan personel cadangan guna mengantisipasi kehadiran pada kegiata yang bersifat mendadak.
TW 2Informasi pelaksanaan rapat yang disampaikan cenderung bersifat mendadak, sehingga memerlukan penyesuaian waktu dari peserta yang akan hadir.Menyiapkan personel cadangan guna mengantisipasi kehadiran pada kegiata yang bersifat mendadak.
9
Southeast Asia Maritime Cybersecurity Workshop
T
–R–
T
–R–
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
–
10
Penyusunanlaporan perkembangan capaian atasseluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
–
11
Penyusunan draf laporan atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
–
12
Penyusunan laporan akhir atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
–
69
Indeks pengetahuan dan pemahaman PSE sektor TIK, media, transportasi serta logistik terhadap keamanan siber dan sandi
Persentase Pelaksanaan Kegiatan Pengukuran Tingkat Kesadaran Keamanan Siber pada PSE Sektor TIK, Media, Transportasi serta Logistik
D43
Rincian Kegiatan11 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penyusunan jadwal dan rencana teknis pelaksanaan kegiatan survei
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
2
Rapat Persiapan Pelatihan Keamanan Siber dalam rangka Peningkatan Awareness
T
2 LaporanR2 Laporan
T
2 LaporanR2 Laporan
T
2 LaporanR–
T
2 LaporanR–
TW 1Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
3
Rapat Koordinasi Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber dalam rangka Peningkatan Awareness
T
2 LaporanR2 Laporan
T
4 LaporanR4 Laporan
T
4 LaporanR–
T
4 LaporanR–
TW 1Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
4
Pelaksanaan pengukuran melalui penyebaran survei secara daring pengambilan dan pengolahan data hasil survei pada beberapa kegiatan pembinaan kematangan dan security awareness
T
–R–
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
2 DokumenR–
T
2 DokumenR–
TW 2Belum optimalnya pengisian Survei SKKS oleh beberapa
responden pada PSE (pengisian pada setiap pertanyaan di SKKS yang tidak menyeluruh pada beberapa responden PSE).Melakukan pendampingan teknis bagi responden PSE
untuk memastikan pengisian Survei SKKS dilakukan secara menyeluruh
5
Table Top Exercise: Cyber Incident Response dalam rangka Peningkatan Awareness
T
2 LaporanR2 Laporan
T
3 LaporanR3 Laporan
T
3 LaporanR–
T
3 LaporanR–
TW 1Kegiatan belum terlaksana secara optimal, dikarenakan dari stakeholder masih menunggu arahan pimpinan terkait kegiatan kolaborasi dengan BSSN dalam rangka peningkatan pengetahuan dan pemahaman keamanan siber stakeholder. Namun, secara bertahap pelaksanaan kegiatan sudah mulai dilaksanakan.Melakukan audiensi langsung dengan pimpinan instansi terkait guna mempercepat pelaksanaan kegiatan kolaborasi dan kerjasama.
TW 2Kegiatan belum terlaksana secara optimal, dikarenakan dari stakeholder masih menunggu arahan pimpinan terkait kegiatan kolaborasi dengan BSSN dalam rangka peningkatan pengetahuan dan pemahaman keamanan siber stakeholder. Namun, secara bertahap pelaksanaan kegiatan sudah mulai dilaksanakan.Melakukan audiensi langsung dengan pimpinan instansi terkait guna mempercepat pelaksanaan kegiatan kolaborasi dan kerjasama.
6
Workshop Penanganan Risiko Serangan Siber Sektor Transportasi dalam rangka Peningkatan Awareness
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 1Kegiatan belum terlaksana secara optimal, dikarenakan dari stakeholder masih menunggu arahan pimpinan terkait kegiatan kolaborasi dengan BSSN dalam rangka peningkatan pengetahuan dan pemahaman keamanan siber stakeholder. Namun, secara bertahap pelaksanaan kegiatan sudah mulai dilaksanakan.Melakukan audiensi langsung dengan pimpinan instansi terkait guna mempercepat pelaksanaan kegiatan kolaborasi dan kerjasama.
TW 2Kegiatan belum terlaksana secara optimal, dikarenakan dari stakeholder masih menunggu arahan pimpinan terkait kegiatan kolaborasi dengan BSSN dalam rangka peningkatan pengetahuan dan pemahaman keamanan siber stakeholder. Namun, secara bertahap pelaksanaan kegiatan sudah mulai dilaksanakan.Melakukan audiensi langsung dengan pimpinan instansi terkait guna mempercepat pelaksanaan kegiatan kolaborasi dan kerjasama.
7
Cyber Security Awareness
T
–R–
T
1 LaporanR1 Laporan
T
2 LaporanR–
T
3 LaporanR–
TW 2Sejauh ini tidak ada
hambatan dan kegiatan
terlaksana dengan baik
sesuai dengan rencana
yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
8
Submarine Cables, Security & Digital Economic Growth: A Tailored Workshop for Indonesia dalam rangka Peningkatan Pengetahuan dan Pemahaman Keamanan Siber
T
–R–
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 2Sejauh ini tidak ada hambatan dan kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan serta mempertahankan koordinasi yang efektif guna menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
9
Telecom Cybersecurity Seminar and GSMA APAC Telecom Cybersecurity Forum 2026
T
–R–
T
–R–
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
–
10
Digital Talks : Strengthening Human Firewall for Cyber Resilience & Personal Data Protection
T
–R–
T
–R–
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
–
11
Penyusunan laporan akhir hasil pengukuran kesadaran dan keamanan siber
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
–
70
Persentase kerja sama peningkatan kapasitas keamanan siber dan sandi sektor Industri dan jasa konstruksi yang ditindaklanjuti
Persentase Pelaksanaan Tindak Lanjut Kerja Sama Terkait Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber dan Sandi Industri dan Jasa Konstruksi
D44
Rincian Kegiatan5 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penyusunan Identifikasi kerjasama yang ditindaklanjuti
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Tidak terdapat kendala karena kegiatan merupakan turunan dari MoU yang telah disepakati oleh BSSN.Memastikan identifikasi kerja sama tetap mengacu pada ruang lingkup dan komitmen yang telah disepakati dalam MoU serta melakukan koordinasi dengan mitra terkait
TW 2Tidak terdapat kendala karena kegiatan merupakan turunan dari MoU yang telah disepakati oleh BSSN.Memastikan identifikasi kerja sama tetap mengacu pada ruang lingkup dan komitmen yang telah disepakati dalam MoU serta melakukan koordinasi dengan mitra terkait
2
Penyusunan rencana aksi tindak lanjut atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2Terdapat perubahan rencana
aksi tindak lanjut kerja sama karena adanya efisiensiMelakukan penyesuaian rencana aksi dengan mempertimbangkan kebijakan efisiensi serta memastikan target tindak lanjut tetap dapat tercapai.
3
Penyusunan laporan perkembangan capaian atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
–
4
Penyusunan draft laporan atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
2 KegiatanR–
–
5
Penyusunan laporan akhir atas seluruh kerja sama yang ditindaklanjuti
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
71
Indeks pengetahuan dan pemahaman PSE sektor industri dan jasa konstruksi terhadap keamanan siber
Persentase Pelaksanaan Kegiatan Pengukuran Tingkat Kesadaran Keamanan Siber pada PSE Sektor Industri dan Jasa Konstruksi
D44
Rincian Kegiatan3 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penyusunan Jadwal dan Rencana Teknis Pelaksanaan Kegiatan Survei
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 1Terdapat penyesuaian
jadwal dan rencana teknis pelaksanaan kegiatan akibat
adanya kebijakan efisiensi.Melakukan penyesuaian jadwal dan rencana teknis dengan mempertimbangkan kebijakan efisiensi serta memastikan pelaksanaan kegiatan tetap sesuai target.
TW 2Terdapat penyesuaian
jadwal dan rencana teknis pelaksanaan kegiatan akibat
adanya kebijakan efisiensi.Melakukan penyesuaian jadwal dan rencana teknis dengan mempertimbangkan kebijakan efisiensi serta memastikan pelaksanaan kegiatan tetap sesuai target.
2
Penyebaran survey, Pengambilan data dan pengolahan data hasil survei (Raw Data)
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
4 KegiatanR–
TW 1Terjadi penyesuaian
jadwal pelaksanaan akibat
kebijakan efisiensi serta masih
terdapat responden yang
belum menyelesaikan
pengisian survei.Menyesuaikan jadwal
pelaksanaan dan melakukan koordinasi serta pengingat kepada responden untuk mendorong penyelesaian pengisian survei dan memperoleh data yang optimal.
TW 2Terjadi penyesuaian
jadwal pelaksanaan akibat
kebijakan efisiensi serta masih
terdapat responden yang
belum menyelesaikan
pengisian survei.Menyesuaikan jadwal
pelaksanaan dan melakukan koordinasi serta pengingat kepada responden untuk mendorong penyelesaian pengisian survei dan memperoleh data yang optimal.
3
Penyusunan laporan akhir hasil pengukuran kesadaran dan keamanan siber yang telah dilaksanakan serta analisis mengenai tingkat pemahaman, sikap, dan perilaku responden dalam menghadapi isu-isu keamanan siber.
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
72
Persentase produk teknologi keamanan siber dan sandi yang tersertifikasi tepat waktu dari total pengajuan sertifikasi
Persentase Produk Teknologi Keamanan Siber dan Sandi yang Tersertifikasi Tepat Waktu dari Total Pengajuan Sertifikasi
P1
Rincian Kegiatan1 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pelaksanaan Sertiikasi Produk Teknologi Keamanan Siber dan Sandi Berdasarkan Standar yang Diakui BSSN dalam rangka Menjamin Keamanan Infrastruktur Informasi Vital (IIV) (RKP 2026)
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 2Developer membutuhkan waktu
yang sangat lama untuk
menyelesaikan temuan audit
proses produksi maupun
perbaikan evidence teknis (kelas
ASE) (produk Awanio CEP v1.4
dan SG-KMS) hingga melebihin
SOP yang telah ditetapkan
sebelumnya. Hal ini membuat
sertifikasi berisiko dihentikan;Lembaga Sertifikasi Produk
dan Laboratorium pengujian
telah melakukan koordinasi
seecara intensif agar
percepatan perbaikan
dokumen evidence produk
klien
73
Persentase produk teknologi keamanan siber dan sandi yang lulus uji tepat waktu dari total pengajuan pengujian
Persentase Produk Teknologi Keamanan Siber dan Sandi yang Lulus Uji Tepat Waktu dari Total Pengujian
P1
Rincian Kegiatan1 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pelaksanaan Kegiatan Pengujian untuk mendukung Pelaksanaan Sertifikasi Produk Teknologi Keamanan Siber dan Sandi Berdasarkan Standar yang Diakui BSSN dalam rangka Menjamin Keamanan Infrastruktur Informasi Vital (IIV) (RKP 2026)
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
–
74
Persentase rekomendasi hasil pemutakhiran sistem keamanan siber dan sandi yang dimanfaatkan K/L
Persentase Rekomendasi Hasil Pemutakhiran Sistem Keamanan Siber dan Sandi yang Dimanfaatkan K/L
P1
Rincian Kegiatan3 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Manajemen Kunci
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
–
2
Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Sistem Pengamanan Komunikasi
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
–
3
Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Sistem Pengamanan Komunikasi Darurat
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
–
75
Tingkat kepuasan atas layanan Pusat Sertifikasi Teknologi Keamanan Siber dan Sandi
Tingkat Kepuasan atas Layanan Pusat Sertifikasi Teknologi Keamanan Siber dan Sandi
P1
Rincian Kegiatan1 kegiatanRealisasi belum diisi
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pengukuran keberhasilan Pusat Sertifikasi Teknologi Keamanan Siber dan Sandi dalam melakukan kegiatan sertifikasi, pengujian, dan/atau pemutakhiran teknologi/informasi, perekayasaan keamanan siber dan sandi dengan menghitung tingkat kepuasan atas layanan yang dimanfaatkan oleh pengguna
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 LaporanR–
–
76
Indeks SPBE
Persentase Penyelesaian Rencana Aksi SPBE
P2
Rincian Kegiatan23 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Rapat Pencerahan Arah Kebijakan SPBE dan Pemerintah Digital Tahun 2026
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
2
Ngopi Siber #1 2026
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
3
Penyusunan Materi Edukasi Keamanan Informasi
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
4
Pembahasan Usulan Implementasi PDP di BSSN
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
5
Penetapan Tim Koordinasi Penyelenggaraan SPBE BSSN 2026
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
6
Kick Off Meeting Tim Koordinasi SPBE BSSN 2026
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
7
Phishing Assessment
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
8
Ngopi Siber #2 2026
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
9
Rapat Kelompok Kerja Tim Koordinasi SPBE 2026
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
10
Sosialisasi Implementasi PDP di BSSN
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
11
Webinar #1 Bulan Kesadaran Keamanan Informasi 2026
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
12
Webinar #2 Bulan Kesadaran Keamanan Informasi 2026
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
13
Seminar #3 Bulan Kesadaran Keamanan Informasi 2026
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
14
Audit Keamanan SPBE
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
15
Laporan Penilaian Mandiri SPBE BSSN 2026
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
16
Laporan Hasil IKASANDI BSSN 2026
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
17
Pelaksanaan Cyber Exercise Tim BSSN CSIRT
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
18
Drill Test SOP BCP Pusat Data BSSN
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
19
Laporan Manajemen Layanan SPBE BSSN 2026
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
20
Laporan Pengisian Sistem Informasi Arsitektur SPBE BSSN 2026
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
21
Evaluasi Pelaksanaan Tim Koordinasi SPBE BSSN 2026
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
22
Laporan Tahunan Hasil Pengujian Keamanan Aplikasi di Lingkungan BSSN
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
23
Ngopi Siber #3 2026
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
77
Indeks Pembangunan Statistik
Persentase Penyelesaian Rencana Aksi Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral
P2
Rincian Kegiatan10 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Rapat Pembahasan Penyusunan Pedoman Pengukuran Kategori Sistem Elektronik (SE) sektor Pemerintah dan Pengukuran Vitalitas Sistem Elektronik (SE) sektor Pemerintah (D31)
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
2
Penetapan Tim Penilai Internal EPSS BSSN 2026
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
3
Rapat Kickoff Meeting Persiapan Penilaian Statistik Sektoral BSSN tahun 2026
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
4
Rapat Pembinaan Statistik Sektoral bersama tim Pembina dari BPS
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
5
Pengisian Metadata dan Standar data BSSN tahun 2026
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
6
Pengisian ROMANTIK tahun 2026
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
7
Rapat Pemenuhan Bukti Dukung Penilaian Evaluasi Statistik Sektoral BSSN 2026
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
8
Rapat Pembahasan Draf Peraturan Penyelenggaraan Pengukuran Budaya Keamanan Siber (D22)
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
9
Pelaksanaan Penilaian Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral BSSN tahun 2026
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
10
Laporan Tahunan Hasil Indeks Pembangunan Statistik BSSN 2026
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
78
Tingkat Implementasi Kebijakan Arsitektur SPBE
Persentase Pengisian Arsitektur SPBE
P2
Rincian Kegiatan2 kegiatanRealisasi belum diisi
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pengisian pada 2 dari 6 domain arsitektur SPBE
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
2
Pengisian pada seluruh domain arsitektur SPBE
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
79
Rata-rata Competency Gap Index (CGI) SDM Siber dan Sandi
Pelaksanaan Uji Kompetensi SDM Keamanan Siber dan Sandi
P3
Rincian Kegiatan2 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pelaksanaan Uji Kompetensi SDM Keamanan Siber dan Sandi (RKP)
T
25 asesiR25 asesi
T
200 asesiR–
T
450 asesiR–
T
450 asesiR–
–
2
Pelaksanaan Uji Kompetensi SDM Keamanan Siber dan Sandi (RKP)
T
–R–
T
125 asesiR–
T
425 asesiR–
T
677 asesiR–
–
80
Persentase lulusan pelatihan SDM Keamanan Siber dan Sandi dengan nilai minimal memuaskan
Pelaksanaan Pelatihan SDM Keamanan Siber dan Sandi
P3
Rincian Kegiatan3 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pelaksanaan Pelatihan Manajemen bagi SDM Keamanan Siber dan Sandi (Non RKP)
T
–R–
T
25 lulusanR–
T
100 lulusanR–
T
150 lulusanR–
–
2
Pelaksanaan Pelatihan Teknis dan Fungsional bagi SDM Keamanan Siber dan Sandi (Non RKP)
T
73 lulusanR50 Lulusan
T
250 lulusanR–
T
400 lulusanR–
T
500 lulusanR–
–
3
Pelaksanaan Pelatihan Teknis dan Fungsional bagi SDM Keamanan Siber dan Sandi (Non RKP)
T
150 lulusanR195 Lulusan
T
500 lulusanR–
T
700 lulusanR–
T
900 lulusanR–
–
81
Persentase lulusan SDM siber dan sandi dengan nilai pendidikan minimum “Baik”
Persentase Pelaksanaan Layanan Akademik dan Pengasuhan
PSSN
Rincian Kegiatan17 kegiatanRealisasi belum diisi
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Layanan Awal Tahun Akademik
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
2
Layanan Awal Perkuliahan Semester
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
3
Layanan Monitoring Perkuliahan
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
–
4
Layanan Akhir Perkuliahan Semester
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
5
Layanan Akhir Tahun Akademik
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
6
Kegiatan Perkuliahan Akademik
T
6 KegiatanR–
T
12 KegiatanR–
T
4 KegiatanR–
T
10 KegiatanR–
–
7
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan Taruna
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
8
Seminar Proposal Tugas Akhir Taruna Poltek SSN
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
9
Sidang Tugas Akhir Taruna Poltek SSN
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
10
Pembinaan Mental dan Kepribadian
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
–
11
Pengembangan Bakat dan Minat
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
–
12
Pengawasan Taruna
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
–
13
Bimbingan Konseling
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
T
3 KegiatanR–
–
14
Latihan Pra Tugas
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
15
Latihan Dasar Kemiliteran
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
16
Napas Tilas
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
17
Latihan Bersama dan Terintegrasi
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
82
Tingkat penerimaan (acceptance rate) publikasi penelitian bidang Keamanan Siber dan Kriptografi terakreditasi Nasional atau Internasional
Persentase Pelaksanaan Penelitian Bidang Keamanan Siber dan Kriptografi
PSSN
Rincian Kegiatan9 kegiatanRealisasi belum diisi
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pengumpulan Proposal Penelitian
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
2
Proses Reviu Proposal Penelitian
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
3
Penyediaan Dokumen Administrasi Kegiatan Penelitian
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
4
Pengumpulan Proposal Publikasi
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
5
Monitoring Anggaran Publikasi
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
6
Penyediaan Dokumen Administrasi Kegiatan Publikasi
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
7
Rekap Publikasi Hasil Penelitian
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
8
Kegiatan Sosialisasi Penelitian
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
9
Kegiatan Evaluasi dan Pelaporan Penelitian
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
83
Persentase program Pengabdian Kepada Masyarakat yang termanfaatkan oleh masyarakat
Persentase Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat
PSSN
Rincian Kegiatan4 kegiatanRealisasi belum diisi
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Kegiatan Koordinasi
T
1 kegiatanR–
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
2
Kegiatan Perencanaan
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
3
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat
T
–R–
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
–R–
–
4
Kegiatan Pelaporan Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 kegiatanR–
–
84
Persentase ketercapaian standar mutu pendidikan
Persentase Pelaksanaan Standar Mutu Pendidikan
PSSN
Rincian Kegiatan3 kegiatanRealisasi belum diisi
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Kegiatan Pembentukan Gugus Kendali Mutu (GKM)
T
1 kegiatanR–
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
2
Kegiatan Penetapan Standar Mutu
T
–R–
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
–R–
–
3
Kegiatan Audit Mutu Internal
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 kegiatanR–
–
85
Nilai SAKIP
Persentase Pelaksanaan Rencana Aksi SAKIP BSSN
S1
Rincian Kegiatan13 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penyelerasan IKU level BSSN-MKerma
T
1 kegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
2
Pelaksanaan Dialog Kinerja Organisasi PKO
T
1 kegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
3
Reviu Pohon Kinerja BSSN
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
4
Evaluasi Capaian IKU 2025
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
5
Reviu Dokumen Rencana Aksi dam Unit Kerja Tahun 2026
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
6
Penyusunan Laporan Monitoring Rencana Aksi Unit Kerja
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
T
1 kegiatanR–
–
7
Implementasi Aplikasi Performa
T
–R–
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
–R–
–
8
Penyusunan Laporan Kinerja BSSN Semester 1
T
–R–
T
–R–
T
1 kegiatanR–
T
–R–
–
9
Reviu atas Perka BSSN Nomor 3 Tahun 2023 tentang Evaluasi AKIP di BSSN
Tingkat Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat (LAPOR) yang Sudah diselesaikan
Persentase Pelaksanaan Rencana Aksi Tingkat Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat (LAPOR) yang Sudah Diselesaikan
S3
Rincian Kegiatan5 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Laporan Sosialisasi/Bimbingan Teknis Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N- LAPOR!)
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
2
Dokumen KEPKA BSSN tentang Pembentukan Tim Pengelola SP4N-LAPOR!
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
–R–
T
–R–
–
3
Dokumen Publikasi Laporan TW II SP4N-LAPOR!
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
–R–
–
4
Laporan Tahunan SP4N-LAPOR!
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
–
5
Dokumen Publikasi Laporan Tahunan SP4N-LAPOR!
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
–
104
Survey Kepuasan Masyarakat
Persentase Pelaksanaan Rencana Aksi Survei Kepuasan Masyarakat
S3
Rincian Kegiatan6 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Laporan Sosialisasi/Bimbingan Teknis Survei Kepuasan Masyarakat (SKM)
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
2
Dokumen KEPKA tentang Pengelola Aplikasi SKM Daring di Lingkungan BSSN
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
3
Dokumen KEPKA BSSN tentang Pelayanan Publik BSSN
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
–R–
T
–R–
–
4
Dokumen Penetapan Instrumen Penilaian SKM
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
–
5
Laporan Akhir Pelaksanakan SKM
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
–
6
Dokumen Publikasi Laporan Akhir Pelaksanaan SKM
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
–
105
Tingkat Kepuasan Terhadap Layanan Internal Biro Hukum dan Komunikasi Publik
Persentase Pelaksanaan Rencana Aksi Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Internal Biro Hukum dan Komunikasi Publik
S3
Rincian Kegiatan5 kegiatanRealisasi belum diisi
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Raw Data Hasil Survei Kepuasan Layanan Internal Biro Renkeu TW II
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
–R–
T
–R–
–
2
Laporan Hasil Survei kepuasan layanan internal Biro Renkeu periode Semester I
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
–R–
T
–R–
–
3
Raw Data Hasil Survei Kepuasan Layanan Internal Biro Renkeu TW III
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
–R–
–
4
Raw Data Hasil Survei Kepuasan Layanan Internal Biro Renkeu TW IV
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
–
5
Laporan Hasil Survei kepuasan layanan internal Biro Renkeu periode Semester II
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
–
106
Indeks Tata Kelola Pengadaan
Persentase Pelaksanaan Rencana Aksi SAKIP BSSN
S4
Rincian Kegiatan5 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penyusunan Dokumen Penyampaian Rencana Umum Pengadaan (RUP)
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
2
Penyusunan Dokumen Rekapitulasi pelaksanaan e- Tendering, e-Purchasing, non e-Tendering dan non e-Purchasing, dan e-Kontrak
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
3
Penyusunan Dokumen Rekapitulasi pelaksanaan e-Tendering, e-Purchasing, non e-Tendering dan non e-Purchasing, dan e-Kontrak
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
4
Penyusunan Dokumen Rekapitulasi pelaksanaan e-Tendering, e-Purchasing, non e-Tendering dan non e-Purchasing, dan e-Kontrak
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
5
Penyusunan Dokumen Rekapitulasi pelaksanaan e- Tendering, e-Purchasing, non e-Tendering dan non e-Purchasing, dan e-Kontrak
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
107
Indeks Pengelolaan Aset
Persentase Pelaksanaan Rencana Aksi Indeks Pengelolaan Aset BSSN
S4
Rincian Kegiatan24 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Penyusunan Laporan Realisasi PNBP atas Pengelolaan BMN berupa Penggunaan Rumah Negara
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
2
Penyusunan Laporan Barang Pengguna Semester 2 pada t-1
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
3
Penyusunan Laporan Barang Pengguna Tahunan Unaudited pada t-1
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
4
Penyusunan Laporan Pengawasan dan Pengendalian BMN Semester 2 pada t-1
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
5
Penyusunan Laporan Pengawasan dan Pengendalian BMN Tahunan pada t-1
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
6
Penyusunan Dokumen Permohonan Penghapusan ATB
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
7
Penyusunan Berita Acara Penelitian BMN Rusak Berat berupa Barang Inventaris
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
8
Penyusunan Berita Acara Penelitian BMN Rusak Berat berupa Kendaraan Dinas
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
T
–R–
–
9
Penyusunan Laporan Barang Pengguna Tahunan Audited pada t-1
T
–R1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
10
Penyusunan Surat Keputusan Pemanfaatan BMN
T
–R1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
11
Penyusunan Surat Keputusan Penghentian BMN berupa Barang Inventaris Kantor
T
–R1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
12
Penyusunan Surat Keputusan Penghentian BMN berupa Barang Inventaris di Kantor Balai Deteksi Sinyal
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
13
Penyusunan Surat Keputusan Penghapusan BMN berupa ATB
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
14
Penyusunan Dokumen Pemindahtanganan BMN berupa Hibah Gereja
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
15
Penyusunan Surat Keputusan PSP BMN berupa Peralatan Mesin dengan Nilai Perolehan di bawah Rp 100.000.000
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
T
–R–
–
16
Penyusunan Laporan Barang Pengguna Semester 1
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
17
Penyusunan Laporan Pengawasan dan Pengendalian BMN Semester 1
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
18
Penyusunan Surat Keputusan PSP BMN berupa Tanah dan Gedung/Bangunan
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
19
Penyusunan Surat Keputusan Henti Guna BMN Palsan
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
20
Penyusunan Surat Keputusan PSP BMN berupa Peralatan Mesin dengan Nilai Perolehan di atas Rp 100.000.000
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
21
Penyusunan Dokumen Pemindahtanganan BMN berupa Hibah KOICA
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
22
Penyusunan Dokumen Perencanaan Kebutuhan BMN (RKBMN) BSSN pada t+2
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
23
Pembuatan Polis Asuransi Barang Milik Negara (ABMN)
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
24
Penyusunan Dokumen Penghapusan Peralatan Sandi dan APU
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
–
108
Tingkat Kepuasan Terhadap Layanan Internal Biro Umum
Presentase Pengukuran Tingkat Kepuasan terhadap Layanan Internal Biro Umum
TW 2Kendala ketidaksinkronan
sistem merit di BSSN dengan sistem merit di Kementerian PANRBMemastikan rencana Aksi Rekomendasi SPI BSSN terlaksana dengan baik
2
Dokumen Implementasi Rencana Aksi SPI
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
–R–
TW 3--
3
Laporan Implementasi Program Pengendalian Gratifikasi
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 LaporanR–
TW 4--
4
Laporan Kegiatan Pengelolaan Konflik Kepentingan
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 LaporanR–
TW 4--
114
Persentase ketersediaan sistem sertifikasi elektronik
Persentase Pelaksanaan Monitoring dan Pemeliharaan Sistem Sertifikasi Elektronik
BSrE
Rincian Kegiatan1 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Melakukan pemantauan ketersediaan layanan sertifikat elektronik
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
6 KegiatanR6 Kegiatan
T
9 KegiatanR–
T
12 KegiatanR–
TW 1Tidak ada kendala-
TW 2Tidak ada kendala-
115
Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menerbitkan sertifikat elektronik
Persentase Keberhasilan Proses Penerbitan Sertifikat Elektronik
BSrE
Rincian Kegiatan2 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Melaksanakan continuous integration, continuous delivery, dan continuous deployment (CI/CD) pada sistem BSRE
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
6 KegiatanR6 Kegiatan
T
9 KegiatanR–
T
12 KegiatanR–
TW 1Tidak ada kendala-
TW 2Tidak ada kendala-
2
Melaksanakan pemantauan waktu penerbitan sertifikat elektronik
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
6 KegiatanR6 Kegiatan
T
9 KegiatanR–
T
12 KegiatanR–
TW 1Tidak ada kendala-
TW 2Tidak ada kendala-
116
Rata-rata waktu pemanfaatan layanan sertifikat elektronik
Persentase Tingkat Keberhasilan Transaksi Tanda Tangan Elektronik
BSrE
Rincian Kegiatan3 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Melaksanakan pemantauan operasional sistem layanan TTE BSrE
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
6 KegiatanR6 Kegiatan
T
9 KegiatanR–
T
12 KegiatanR–
TW 1Tidak ada kendala-
TW 2Tidak ada kendala-
2
Pengembangan dan pengujian Aplikasi BeSign
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
4 KegiatanR–
TW 1Tidak ada kendala-
TW 2Tidak ada kendala-
3
Pengembangan Layanan Esign Client
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
4 KegiatanR–
TW 1Tidak ada kendala-
TW 2Tidak ada kendala-
117
Rata-rata waktu pemanfaatan layanan sertifikat elektronik
Persentase Tingkat Keberhasilan Transaksi Segel Elektronik
BSrE
Rincian Kegiatan2 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Melaksanakan pemantauan operasional sistem layanan segel BSrE
T
3 KegiatanR3 Kegiatan
T
6 KegiatanR6 Kegiatan
T
9 KegiatanR–
T
12 KegiatanR–
TW 1Tidak ada kendala-
TW 2Tidak ada kendala-
2
Pengembangan Layanan Esign Client
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
2 KegiatanR2 Kegiatan
T
3 KegiatanR–
T
4 KegiatanR–
TW 1Tidak ada kendala-
TW 2Tidak ada kendala-
118
Persentase sertifikat elektronik yang dimanfaatkan terhadap total sertifikat elektronik yang diterbitkan
Persentase Sertifikat Elektronik yang Digunakan terhadap Total Sertifikat Elektronik Terbit
BSrE
Rincian Kegiatan2 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Melaksanakan tindaklanjut surveykepuasan layanan sertifikat elektronik
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
2 DokumenR2 Dokumen
T
3 DokumenR–
T
4 DokumenR–
TW 1Tidak ada kendala-
TW 2Tidak ada kendala-
2
Rapat Koordinasi Optimalisasi Layanan Sertifikasi Elektronik
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
TW 1--
TW 2--
119
Tingkat kepuasan atas Layanan Sertifikat Elektronik
Persentase Tiket Aduan yang Berhasil Terselesaikan
Persentase Realisasi Anggaran Tepat Waktu dan Sesuai Perencanaan
BSrE
Rincian Kegiatan1 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Melaksanakan ketepatan rencana penarikan dana pada halaman III DIPA
T
3 kegiatan pelaporanR3 kegiatan pelaporan
T
6 kegiatan pelaporanR6 kegiatan pelaporan
T
9 kegiatan pelaporanR–
T
12 kegiatan pelaporanR–
TW 1Tidak ada kendala-
TW 2Tidak ada kendala-
121
Persentase Ketersediaan Sistem Layanan Penghubung Identitas Digital
Persentase Ketersediaan Sistem Layanan Penghubung Identitas Digital
BLPID
Rincian Kegiatan4 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pengelolaan Infrastruktur BLPID
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
TW 1Keterbatasan kapasitas dan
ketergantungan pada infrastruktur pendukung dalam menjaga keandalan layanan.Melakukan pemantauan
kapasitas, pemeliharaan
berkala, serta optimalisasi
dan penguatan infrastruktur
sesuai kebutuhan layanan.
TW 2Kebutuhan pemeliharaan dan
optimalisasi infrastruktur untuk menjaga keandalan dan
kontinuitas layanan.Melakukan monitoring
kapasitas dan kondisi
infrastruktur serta
pemeliharaan dan optimalisasi secara berkala.
2
Pengelolaan Aplikasi BLPID
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
TW 1Adanya kebutuhan penyesuaian aplikasi terhadap perubahan kebutuhan layanan dan integrasi dengan sistem eksternal.Melakukan pemantauan aplikasi, pengujian perubahan, perbaikan secara berkala, dan koordinasi teknis dengan pihak terkait
TW 2Adanya kebutuhan penyesuaian aplikasi terhadap
perkembangan kebutuhan
layanan dan integrasi dengan
sistem eksternal.Melakukan pemantauan,
pemeliharaan, pengujian, dan
penyesuaian aplikasi secara
berkala sesuai kebutuhan
layanan.
3
Pengelolaan Sistem Keamanan BLPID
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR1 Dokumen
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
TW 1Perkembangan ancaman dan
kerentanan keamanan siber
yang memerlukan penanganan secara berkelanjutan.Melakukan monitoring
keamanan, pemutakhiran
sistem, penanganan kerentanan, serta evaluasi
dan pengujian keamanan
secara berkala
TW 2Perkembangan kerentanan dan ancaman keamanan siber yang memerlukan pemantauan serta penanganan secara
berkelanjutan.Melakukan monitoring
keamanan, pemutakhiran
sistem, penanganan
kerentanan, serta pengujian
keamanan secara berkala
4
Pelaksanaan Monitoring Sistem BLPID
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
T
1 DokumenR–
–
122
Persentase Ketersediaan Sistem Layanan Penghubung Identitas Digital
Tingkat Kepuasan Pengguna Layanan Penghubung Identitas Digital
BLPID
Rincian Kegiatan10 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Pelaksanaan Sosialisasi Layanan Penghubung Identitas Digital
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
–R–
T
1KegiatanR–
TW 2Penyesuaian jadwal dan
ketersediaan peserta dari
instansi atau pihak yang
menjadi sasaran sosialisasi.Melakukan koordinasi dan
penjadwalan kegiatan secara
lebih awal serta
memanfaatkan media daring
untuk memperluas jangkauan
sosialisasi.
2
Pelaksanaan Konsultasi dan Asistensi
T
–R–
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 2Perbedaan kesiapan dan
kebutuhan teknis masing-
masing pihak yang memerlukan konsultasi dan asistensi.Melakukan identifikasi
kebutuhan, penjadwalan
konsultasi, serta pendampingan teknis sesuai
kebutuhan masing-masing
pihak.
3
Pelaksanaan Kegiatan Forum Komunikasi Publik
T
–R–
T
–R–
T
1 KegiatanR–
T
–R–
–
4
Penyusunan Survey Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Penghubung Identitas Digital
T
–R–
T
1 LaporanR1 Laporan
T
–R–
T
1 LaporanR–
TW 2Diperlukan penyesuaian
instrumen survei dengan
karakteristik layanan dan
kebutuhan pengguna.Melakukan penyusunan dan
reviu instrumen survei serta
koordinasi dengan pihak
terkait untuk memastikan
instrumen dapat digunakan
secara efektif.
5
Rapat Asistensi Penyusunan Proses Bisnis BLPID
T
–R–
T
1 KegiatanR1 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
TW 2Diperlukan penyelarasan
proses bisnis dengan
pelaksanaan tugas, fungsi, dan kebutuhan layanan BLPID.Melakukan pembahasan dan
reviu proses bisnis secara
bertahap serta melibatkan
unit kerja terkait dalam
proses penyelarasan.
TW 2Diperlukan penyelarasan
dokumen SMKI dengan proses bisnis, kebutuhan layanan, dan standar keamanan informasi
yang diterapkan.Melakukan konsultasi, reviu,
dan penyempurnaan
dokumen secara bertahap
dengan melibatkan pihak
terkait.
7
Penyusunan Dokumen Standar Interoperabilitas
T
–R–
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
–
8
Penyusunan Dokumen Sistem Manajemen Terpadu
T
–R–
T
–R–
T
1 DokumenR–
T
–R–
–
9
Pelaksanaan Drill Test
T
–R–
T
–R–
T
2 KegiatanR–
T
–R–
–
10
Penguatan Branding Layanan Penghubung Identitas Digital
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 1Keterbatasan waktu dan
koordinasi dalam penyusunan
serta publikasi materi branding layanan.Melakukan koordinasi
penyusunan materi secara
terjadwal dan mengoptimalkan kanal
komunikasi yang tersedia.
TW 2Kebutuhan penyelarasan materi branding dengan identitas dan karakteristik layanan Penghubung Identitas Digital.Melakukan koordinasi
penyusunan materi branding dan reviu secara berkala agar
informasi layanan
tersampaikan secara
konsisten.
123
Persentase Ketersediaan Sistem Layanan Penghubung Identitas Digital
Persentase Permohonan Integrasi yang Ditindaklanjuti
BLPID
Rincian Kegiatan3 kegiatan
No
Kegiatan
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
HambatanTindak Lanjut
1
Rapat Teknis Layanan
T
1 KegiatanR3 Kegiatan
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
T
1 KegiatanR–
–
2
Pelaksanaan Konfigurasi Integrasi Layanan
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 1Adanya perbedaan konfigurasi dan kesiapan teknis pada sistem pihak yang akan diintegrasikan.Melakukan asistensi teknis,
verifikasi konfigurasi,
pengujian integrasi, dan
koordinasi penyelesaian
kendala dengan pihak terkait.
TW 2Perbedaan konfigurasi,
arsitektur, dan kesiapan teknis
sistem pada masing-masing
pihak yang akan diintegrasikan.Melakukan asistensi teknis,
verifikasi konfigurasi,
pengujian integrasi, dan
koordinasi penyelesaian
kendala dengan pihak terkait.
3
Pembahasan Perjanjian Kerja Sama
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR1 Laporan
T
1 LaporanR–
T
1 LaporanR–
TW 1Proses koordinasi dan
penyelarasan substansi kerja
sama dengan pihak terkait
memerlukan waktu.Melakukan koordinasi dan
pembahasan secara
bertahap serta
menindaklanjuti setiap hasil
pembahasan sampai dengan
penyelesaian dokumen kerja
sama.
TW 2Proses koordinasi dan
penyelarasan substansi kerja
sama dengan pihak terkait
memerlukan waktu.Melakukan pembahasan dan
koordinasi secara bertahap
serta menindaklanjuti hasil
pembahasan sampai dengan
penyelesaian dokumen kerja
sama.